Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Permohonan


__ADS_3

Rahayu terus saja menghubungi Ahmad menanyakan apakah anaknya sudah makan atau belum mengingat ini sudah jam enam sore, Ahmad sudah bilang pada Rahayu ia akan selesai sekitar jam tujuh malam jika tidak gangguan,


jiwa jiwa keibuannya sedang diujii, Ina baru saja selesai mandi dan sedang berceloteh tentang situasi sekolah hati ini tentu Rahayu menyukainya kadang ia berandai apakah jika ia tidak bekerja apakah Alvian akan seperti ini??


.


" hallo Rahayu" sakti menelpon Rahayu tepat pukul 18.30 malam saat Rahayu memberi Ina makan malam


" ia tuan selamat malam, ada apa?? apa terjadi sesuatu pada Alvian??" Rahayu sangat membentengi dirinya kepada sang mantan suami bukan tanpa alasan, wanita tanpa suami seperti dirinya mudah di fitnah terlebih sakti masih sah menjadi suami orang namun sejujurnya sakti merasa sedikit kecewa


" bisa kamu mengikis sedikit jarak padaku Rahayu?? sakti memohon


" maaf aku tidak bisa, ada hati yang harus dijaga" sakti menyadari Vania lah atau Rahayu punya kekasih??? "baiklah aku hanya ingin meminta ijin apakah aku sudah diperbolehkan mendekati Alvian?? maksud aku memperkenalkan pada dunia bahwa Alvian anakku?? dan juga aku ingin mendekatinya sebagai seorang ayah, aku juga ingin merasakan andil sebagai figur seorang ayah" sakti meminta, memang seharusnya sedari dulu begitu namun Rahayu begitu egois dengan menyembunyikan figur seorang ayah Alvian ia juga bersalah, jika memang Alvian dinasehatinya untuk berdamai dengan masa lalu maka ia pun juga harus berdamai dengan masa lalunya


"aku mohon" sakti menghela nafas dan memohon karna tak ada ucapan balasan dari Rahayu

__ADS_1


" baik. kau bisa lakukan pendekatan dengan Alvian namun aku mohon jangan memaksa jika dia belum siap. lakukan secara perlahan."


" kalau begitu aku akan meminta ijin untuk aku bawa ke rumah utama dan juga menjenguk mama, tak apa kan??"


" lakukanlah jika Alvian memang mau"


" kapan kau akan kembali ke Bandung??"


" apa sudah selesai??"


" Jumat aku akan kembali ke Bandung"


" bisakah kau kembali di hari Minggu saja?? aku akan antar ke Bandung jika tidak keberatan" Rahayu geram mengapa sakti terus saja mencoba mengikis jarak antara dirinya dengannya


" tolong ada hati yang harus dijaga. jangan konyol"

__ADS_1


" aku sedang proses perceraian"


" aku tidak ada urusan dengan itu, aku hanya ingin menjaga hati tidak mau menimbulkan fitnahan, oke Sabtu aku kembali karna aku juga butuh istirahat"


sakti lupa jika Rahayu belum lama ini keluar dari rumah sakit. "baiklah maafkan keegoisan diriku Rahayu, aku akan mengajak Alvian selama dia ada dijakarta," sakti sebenarnya ragu akan penuturan dirinya yang mau mengajak Alvian terlebih Alvian masih menjaga jarak antara dirinya dengannya. tapi ia akan tetap bertekad, ia merasa Tuhan masih baik memberikan kesempatan selagi anaknya masih ada dijakarta.


" ingat jangan dipaksa jika tidak mau adanya penolakan, aku tutup selamat malam,"


"malam" panggilan terputus, ada rasa gusar pada diri Rahayu mengingat untuk pertama kalinya Sakti meminta haknya sebagai figur ayah, apakah anaknya akan menolak, ntahlah ia hanya mencoba berpikir positif biar bagaimanapun Alvian adalah darah dagingnya sakti, ia tidak mau dibilang egois.


" semoga tidak terjadi apa apa" gumam Rahayu dalam hati


tbc


13 Oktober 2021

__ADS_1


__ADS_2