Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : kekecewaan sakti


__ADS_3

William murka saat bagian IT mengatakan bahwa kehancuran ini ulahnya Wijaya Group.


namun tentu saja William tidak tahu jika sekarang Wijaya Group yang memimpin saat ini adalah Alvian Tungga Putra, bocah remaja yang beberapa bulan lalu ingin ia lenyapkan karna telah merusak rencana kecilnya yang mengungkap seorang perawan yang telah dia beli seharga seratus juta dimuka oleh paman dan bibi tirinya tsb dan ternyata keduanya kabur namun berhasil di tangkap dan ditembak oleh team Alfa yang William miliki hingga tewas. team Alfa tsb berupa bodyguard kelas kakap yang sengaja ia datangkan dari Britania, negara asalnya


segera Wiliam mendatangi Wijaya grup dengan perasaan marah dan kalut hingga sekuriti Wijaya grup yang terdiri dari empat orang pun tak dapat menghalau William


" dimana bos kalian" ucap William ketika sampai di ruang CEO lantai teratas


" maaf anda siapa?? apa sudah buat janji??" Adimas bertanya kepada William namun bukannya jawaban malah pukulan yang tak terelakan


buggghhh


"f*ck aku tanya dimana bos kalian"


" aku disini" Al datang dengan gaya elegan dan memasukannya tangannya ke dalam saku dengan tatapan dingin dan menghunus kacamata tebalnya sengaja ia tanggalkan membuat kesan tegas dan tampan berbalut menjadi satu


" kau .."


" ya aku lah pimpinan grup Wijaya" William tidak menyangka bocah yang ingin ia binasakan sejak dulu sekarang adalah rival namun apa hubungannya dia dengan sakti??


" kau.. kau anak sakti?? bukannya dia memiliki anak perempuan??" William masih terkejut saja


" kenapa?? aku siapa?? apa itu penting?? ah baiklah akan aku perkenalkan namaku Alvian Tungga Putra, aku CEO sekaligus anak pemilik dari Wijaya grup"


darah William mendidih bocah tengil ini bagaimana bisa menjadi seorang CEO?? benar benar diluar dugaannya


" jadi benar kau yang menghancurkan perusahaanku??"


" see... yes i did"


segeralah William menghajar Alvian namun ditepis oleh Adimas. Adimas memang jago bela diri sengaja sakti pilihkan untuk anaknya agar dirinya merasa aman juga tenang saat dirinya tidak berada didekat anaknya


dengan kode, Al menyuruh Adimas dan sekuriti membawanya keluar gedung dan mengirim ke penjara dan membuat permohonan agar dilakukan ekstradisi (Ekstradisi adalah proses di mana seorang tersangka yang ditahan negara lain yang kemudian diserahkan kepada negara asal tersangka untuk di sidang sesuai perjanjian yang bersangkutan.)

__ADS_1


dengan bukti yang kuat dimana dia melakukan kecurangan untuk melakukan kontrak kerjasama yang merugikan pihak klien hingga persoalan kasus percobaan pembunuhan yang menewaskan sang istri. tentu saja semua sudah campur tangan dari Ahmad karna dirinya adalah tokoh dibalik layar.


" terimakasih ayah" ungkapan tulus dari Al menelpon sang ayah sambung karna membantunya menangani kasus besar seperti ini


" nggak masalah, kamu anak ayah juga datanglah ke rumah jangan bekerja terus"


" pasti ayah"


sakti yang mendengarkan penuturan dari Adimas (karna Adimas juga memberi kabar mengenai hal apa saja yang terjadi di kantor tanpa sepengetahuan Al tentunya) langsung datang ke kantor semua orang terkejut atas kedatangan sang pemilik perusahaan apakah ada kesalahan yang diperbuat Al sehingga sakti sendiri datang ke kantornya


" brakkkk" pintu ruangan terbuka dengan paksa membuat Al terkejut dilihatnya sakti datang dengan raut merah padam menahan emosi nya dibelakang diikuti Adimas sebagai sekertaris sekaligus asisten Al


melihat Adimas dibelakang, Al memberi kode untuk pergi meninggalkan keduanya tentu Adimas langsung paham dan pergi meninggalkan keduanya.


" apa apaan kamu" sakti langsung berucap namun Al hanya menanggapinya dengan menaiki alis matanya saja


" jangan pura pura tidak tahu, kasus besar baru saja kamu tangani dan papa tidak dilibati" Al sudah menduga dirinya marah lantaran tidak dilibatkan mengenai perusahaan William yang ia buat bangkrut memang dirinya bekerja sendiri entah ia malas mengabari sang ayah tsb


" itu terlalu berbahaya Al, bagaimana jika sampai gagal"


" kenapa?? kenapa kamu bicara seolah tahu bagaimana papa bereaksi??"


Al menatap ayahnya dibalik kacamata tebalnya "karna aku kenal tanpa harus bertanya ke papa" Al kembali mengerjakan projek baru yang dia terima dari luar negeri melalui perusahaan e-sports nya yang ia kembangkan di Stanford bersama beberapa temannya.


" tapi Al itu beresiko bagaimana jika semua terjadi tidak sesuai dengan kemauan, bahaya banget itu" Al berdiri menatap sakti dengan malas " kalo papa selalu berpikir demikian, kebenaran nggak pernah akan terungkap" Al keluar untuk ke pantry dia butuh ketenangan kedatangan ayahnya hanya membuat dirinya jenuh dan emosi. ia akan buktikan dengan tangan dan pikirannya sendiri, dia akan membawa Wijaya grup bukan dikenal sebagai perusahaan properti saja namun multinasional.


.


.


saat ini, Al tengah menuju ke kediaman mama dan ayah sambungnya, ia juga bosan di apartemen karna kegiatannya hanya bermain saham di luar negeri setelah itu memantau sedikit projek yang sedang dia garap mulai dari bisnis ritel berbasis e-commerce, ritel berbasis keperluan rumah, dan pariwisata karna bisnis pariwisata akan berhubungan dengan bisnis properti bagian hotelnya dan ia memilih Bogor, Magelang dan Wakatobi sebagai tempat yang pas mengingat bisnis pariwisata bukan dirinya saja bisa dibilang Wijaya grup sebagai pemeran baru dalam dunia pariwisata dan rencananya satu Minggu lagi dia akan terbang menuju kota kota tsb yang sudah melalui penggarapan dan mencapai lima puluh persen, kekuatan dirinya menganalisa orang orang kepercayaan memang tidak diragukan, selain memang dapat dipercaya, dirinya selalu mengawasi track record orang orang tsb katakan Al tidak percaya pada siapapun termasuk papa kandungnya sendiri bahkan kepercayaan terbesar ada pada sang ayah.


ya dirinya bekerja sama dalam membangun sebuah system dimana dia bisa mengecek track record seseorang tanpa ada yang curiga dan tahu. aplikasi yang dibuat dulu di Stanford telah dikembangkan Ahmad dan kini sistem tersebut sudah sempurna.

__ADS_1


kembali lagi ke Al yang sedang mengendarai mobilnya, meskipun kekayaan Al sangat banyak, dirinya tidak ingin memperlihatkannya karna baginya ketika dia memperlihatkan apa yang dipunya, maka sama saja menarik musuh dalam selimut makanya mobil yang dia punya hanya satu yaitu mobil SUV dengan harga kisaran delapan ratus juta. itupun mobil yang diberikan sakti sebagai tanda selamat datang ke perusahaan, sakti dan Al memiliki kepribadian yang sama yaitu tidak ingin terlihat mencolok hanya saja satu kekurangan Al yaitu hobi mengoleksi jam tangan mahal.


Al datang dengan beberapa kantong belanjaan berisi Snack, minuman dan beberapa kue favorit mamanya yaktu cheese cake dan Red Velvet


" assalamualaikum" ucap Al saat telah tiba menapaki rumah besar milik sang mama yang Al berikan beberapa bulan lalu sedangkan rumah lamanya akan ia berikan kepada putri tertuanya Sherina yang selalu mengatakan ingin mandiri


" waalaikumsalam, yaampun Al apa kabar??" seorang wanita parubaya namun tetap cantik menyambutnya dengan senyum dan pelukan hangat


" aku baik" melepas pelukan


semua orang yang mendengar Al datang turun dari kamar masing masing dan berhamburan memeluk Al


" Abang" sejak kejadian kecelakaan tsb dirinya begitu disayang oleh adik adik tirinya dan Al walaupun cenderung lebih diam dari sebelumnya bukan berarti dirinya tidak peduli


" Devan apa kabar?? gimana belajarnya"


" Abang nanyanya belajar Mulu nih, kapan kita Mabar??" tanya Devan pemuda 14 tahun tsb memang paling dekat dengannya


" nanti ya nih Abang bawa camilan, hai bakpao??" gadis 10 tahun bernama Nina tsb memanyunkan bibirnya "Abang kebiasaan bawa banyak camilan bisa gagal diet aku" namun bukannya menolak justru kantong yang berisi makanan Snack terbanyak berhasil dia bawa dan Al hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum itu bukan hal yang baru lagi baginya.


" Sherina sama ayah kemana mah??"


" mereka ke cafe akhirnya Sherina mau urus cafe dalam waktu dekat dia ngerasa nggak sanggup kerja sama orang, kamu tahu kan Sherina kaya apa orangnya??" yang Al tahu dari dulu Sherina manja, tak bisa bekerja dengan orang lain dalam arti sebagai bawahan seseorang dirinya lebih suka bekerja sendiri dan hobby menulis di sebuah situa berbayar pun selalu ia lakukan jika mengisi luang. definisi seorang kreator dan aktifis seni ada dalam diri Sherina.


" yaudah kamu udah sarapan??" tanya Rahayu dan digelengkan oleh Al sambil tersenyum


" mama nggak akan maksa buat kamu cari istri tapi jaga kesehatan kamu lihat badanmu nampak kurus sekarang ini akibat lelah bekerja" Rahayu menatap anaknya dan menangkup kedua pipi Al yang terlihat tirus dari sebelumnya


" urusan aku lagi banyak dikantor, makan aja kalo inget" Al menghampiri meja makan dan memakan sarapan berupa opor ayam dan lontong yang masih tersaji disana


" makanya tinggal disini rumah yang kamu kasih ini masih banyak yang kosong kok" Al hanya menjawab dengan senyum mengembang mamanya menawarkan tentu Al tidak mau dirinya ingin ketenangan dan kesunyian disini terlalu banyak warga rumah Al tidak menyukainya.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2