
Hari berganti, bulan berganti dan tahun pun berganti. Ken selalu ada di sisi Zen maupun Zen sedang sedih atau bahagia. Trauma Zen akan perceraian orang tua nya berangsur hilang, walaupun Zen selalu sakit hati karena ayah dan ibunya lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga barunya. Begitupun trauma Zen dengan lelaki yang ia cintai, kini Zen bisa ikhlas akan semua nya.
Pagi hari yang cerah tepat hari Minggu, Zen dan Ken beserta Nyonya Lista sedang lari pagi di taman. Ketika sedang lari santai, Zen berpapasan dengan Vanka yang sedang lari pagi juga.
"Ah Zennnnn" Teriak Vanka berteriak sambil memeluk.
"Vankaa" Balas Zen sama heboh nya dan membalas pelukan Vanka.
Ken melihat kelakuan Zen dan Vanka agak terlihat risih dan bingung.
Apa semua perempuan sama seperti nona Zen dan nona Vanka jika bertemu berteriak histeris seperti itu?. Batin Ken bertanya.
"Apa kalian akan mengobrol?" Tanya Nyonya Lista.
"Tentu saja nek, iya kan Vanka?" Balas Zen bertanya kepada Vanka.
Vanka menganggukan kepala.
"Baiklah jika begitu, nenek pulang duluan di antar Ken. Nanti Ken kembali lagi kesini untuk menjemput mu" Ucap Nyonya Lista.
"Baiklah nek" Balas Zen.
Nyonya Lista diikuti Ken berlalu meninggalkan Zen dan Vanka. Setelah dipastikan nenek dan Ken pergi, Zen mengajak Vanka duduk di sebelah nya.
"Kamu kemana Vanka, aku rindu" Ucap Zen berkaca-kaca.
"Maaf kan aku Zen, setelah aku mengundurkan diri dari kantormu, aku pindah ke Indonesia di ajak ibu. Disana aku menjadi model Zen" Balas Vanka.
"Mengapa tidak bilang sih, aku khawatir" Ucap Zen sebal.
"Maaf kan aku Zen" Balas Vanka memeluk Zen.
"Sudah jangan lama memeluk ku nanti kita di kira wanita gak normah" Ucap Zen tertawa.
"Kau ini Zen" Balas Vanka.
"Eh bukan kah kamu pindah ke Indonesia? Lalu kenapa kamu ada di sini Van?" Tanya Zen bingung karena semua keluarga Vanka berada di Amsterdam dan sekarang Vanka pindah ke Indonesia.
"Aku disini untuk menemui mu Zen, tadi nya aku akan ke kantor mu besok eh tapi sudah ketemu disini" Balas Vanka.
"Ah kau ini Van, memang nya ada apa kau ingin bertemu dengan ku?" Ucap Zen bingung.
"Aku ingin memberi undangan untukmu, minggu depan aku akan menikah" Balas Vanka antusias.
"Kau serius?" Tanya Zen kaget.
"Tentu saja Zen aku serius" Balas Vanka serius.
"Wah aku ikut bahagia ya Vanka" Ucap Zen ikut senang.
"Datanglah Zen acaranya di adakan di adakan di Dublin-Skotlandia" Balas Vanka.
__ADS_1
"Aku akan sempatkan datang untuk sahabatku" Ucap Zen.
"Kau akan pergi dengan siapa Zen?" Tanya Vanka.
"Aku akan pergi bersama Ken" Balas Zen tersenyum.
"Apa kau dan Ken ada hubungan spesial... " Tanya Vanka penasaran.
"Huss aku dan Ken hanya sebagai kakak beradik" Balas Zen ragu.
Sebenarnya Van, aku ingin jujur padamu aku sangat mencintai Ken. Namun aku takut ingin mengungkap kan nya. Batin Zen.
*Flassback on.
Pagi hari yang cerah, Vanka menekan tombol lift ia menuju lantai direktur perusahaan yang tak lain ialah Zen sahabatnya.
Pintu lift terbuka, Vanka keluar dari dalam lift menuju ruangan Zen dari ujung koridor terlihat Kenya sedang duduk di depan komputer nya.
"Selamat pagi Kenya" Sapa Vanka mengagetkan.
Seketika Kenya menoleh ke arah sumber suara, ketika yang dilihat Kenya adalah Vanka sahabat atasannya, Kenya sigap berdiri dan menunduk.
"Selamat pagi nona Vanka, maaf saya tidak melihat nona kemari" Balas Kenya menunduk.
"Gak usah gitu ekspresi nya Kenya, aku dan kamu ini sama hanya bawahan jadi jangan perlakukan aku sama dengan Zen atasan kita walaupun aku sahabatnya tapi tetap saja dia atasan aku. Dan satu lagi panggil aku Vanka! Tidak usah di tambahi nona di depannya" Ucap Vanka panjang lebar.
"Baik no.. eum Vanka" Balas Kenya gugup.
"Nah gitu kan enak, eh iya Zen ada?" Tanya Vanka menunjuk arah ruangan Zen.
"Oh gitu, aku nitip ini yah kasihin ke Zen. Aku pergi dulu yah Kenya, terimakasih" Ucap Vanka tersenyum kemudian berlalu dari hadapan Kenya.
Satu jam kemudian Zen dan Ken kembali, Ken telah masuk ke dalam ruangan nya untuk melakukan pekerjaan.
"Apa pertemuan hari ini Kenya?" Tanya Zen Kenya sebelum memasuki ruangan nya.
"Tidak ada nona, tetapi ada titipan" Balas Kenya.
"Titipan apa? Dari siapa?" Tanya Zen penasaran.
"Map nona tapi saya tidak tahu apa isinya, dari nona Vanka" Balas Kenya menyodorkan map yang dititipkan Vanka tadi.
"Baiklah terimakasih" Ucap Zen mengambil map yang di berikan Kenya kemudian berlalu memasuki ruangannya.
Zen duduk di kursi kebesarannya, kemudian Zen membuka map yang di berikan Kenya. Alangkah terkejut nya Zen melihat surat pengunduran diri Vanka. Zen menangis seketika karena sahabat baiknya meningglkan dirinya untuk melanjutkan karier nya.
*Flassback off.
Di dalam mobil menuju kediaman nyonya Lista, Ken fokus mengemudikan mobil yang dibawanya.
"Ken?" Ucap Nyonya Lista.
__ADS_1
"Iya nyonya" Balas Ken fokus pada jalanan.
"Apa kau dan Zen sudah saling mencintai?" Tanya Nyonya Lista.
Apa-apaan nyonya? Nanyain hal yang gak mungkin nona Zen inginkan. Batin Ken.
"Nyonya ada-ada saja, saya dan nona Zen hanya sebatas bawahan dan atasan dan jika lebih pun itu sebagai kakak beradik" Balas Ken tertawa.
"Dasar bodoh! Kau membohongi dirimu sendiri! Jangan kau simpan sendiri! Ungkapkan pada Zen keburu nanti kau menyesel" Ucap Nyonya Lista keras.
Mengapa nyonya bisa tau kalau aku mencitai Zen? Argh... . Batin Ken.
"Nyonya ini.. " Balas Ken tersenyum.
Kini Vanka telah berpamitan pulang ke apartemennya, tadi nya Vanka menawari Zen agar pulang bersama tetapi Zen menolak karena takut Ken kemari dan melihat nya tidak ada.
Zen menunggu Ken di tempat pertama kali Zen bertemu Vanka, setelah menunggu hampir 25 menit Ken datang dengan sedikit berlari menghampiri Zen.
"Maaf nona saya telah membuat nona menunggu, tadi di jalan Nyonya Lista mampir ke minimarket dulu" Ucap Ken menjelaskan.
"Tak apa Ken aku tau nenek memang suka begitu" Balas Zen mengerti.
"Nona ingin saya antarkan kemana lagi" Tanya Ken.
"Kerumah saja, nanti sore kau kembali lagi kerumah ku yah" Balas Zen.
"Baik nona" Ucap Ken sigap.
~
*Indonesia.
Arul bahagia sekali karena seminggu yang akan datang Arul akan melepaskan masa lajang nya, pernikahan nya akan di adakan di luar negri karena semua permintaan calon sang mertua.
*Kehidupan Avin dan Rara.
Kini Avin telah bisa menerima kehadiran Rara sebagai istrinya, Avin dan Rafa telah di karuniai seorang anak balita cantik bernama Vira.
"Rara.. " Teriak Avin.
"Iya ada apa? Aku gak budeg gak usah teriak!" Balas Rara yang repot dengan anak nya.
"Gak ada apa-apa, aku hanya ingin mengerjaimu" Ucap Avin tertawa.
"Gak lucu! Oh iya aku ada undangan pernikaha dari sahabat ku di Amsterdam, apa kamu akan ikut?" Tanya Rara.
"Tentu saja aku ikut dengan istriku" Balas Avin.
"Baiklah" Balas Rara.
Tak jauh berbeda dengan kehidupan Avin dan Rara, Kini Kevin bersama istrinya Rose, istri pilihan orang tuanya telah mempunyai anak gadis yang cantik, bernama Zavanya.
__ADS_1
Usia pernikahan Rara dan pernikahan Kevin terpaut sangat jauh sehingga Kevin lebih dulu mempunyai anak dan sekarang sudah tumbuh menjadi anak gadis.
Yuu dukungan nya mana biar author semangat nih up nya.