Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 49


__ADS_3

Zen datang dengan dua jus jeruk lengkap dengan camilannya, kemudian Zen menaruh nya di meja.


"Nona tak perlu repot begitu" Tutur Kenya tak enak.


"Tak Kenya, aku kan tuan rumahnya jadi sudah seharusnya aku menghidangkan nya untuk mu" Balas Zen tersenyum kemudian ikut duduk di sebelah Kenya yang duduk di bawah sofa.


"Nona duduk di atas saja" Tutur Kenya.


"Tak apa kita teman" Balas Zen ramah.


Kenya sangat senang dengan Zen karena Zen orang nya baik dan tak pernah membedakan status mau kaya atau pun miskin Zen wellcome untuk semuanya.


"Nona ini izin penanaman saham dari perusahaan Amerika jadi nona tinggal tanda tangani jika nona setuju" Tutur Kenya menjelaskan.


"Apa perusahaan mereka tak sedang bangkrut Kenya?" Tanya Zen.


"Tidak nona perusahaan mereka sedang berjaya, mereka ada di tingkatan ke 5 terkaya setelah perusahaan Pak Arul, Pak Ravin, kemudian Pak Kevin dan perusahaan nona yang tertinggi" Balas Kenya.


"Baiklah aku akan tanda tangani penanam saham ini di perusahaan ku" Tutur Zen.


"Oh iya nona mingu depan perusahaan yang akan menanam kan saham nya di perusahaan tuan Ken akan melakukan kunjungan kesana" Tutur Kenya.


"Apa perusahaan Arul, Kevin dan Ravin akan ikut berkunjung?" Tanya Zen.


"Mereka sudah sepakat untuk ikut" Balas Kenya.


"Baiklah kita ikut, aku juga penasaran bagaimana kinerja suami ku saat membangun perusahaan nya sendiri" Tutur Zen.


"Baik nona" Balas Kenya.


Zen dan Kenya meneruskan pekerjaan nya sambil banyak berbincang kesana kemari bahkan membahas soal rumah tangga karena Kenya pun sudah menikah lebih dulu di banding Zen dan Ken.


--


Di kantor nya Ken sedang mewawancarai kenal Watren yang akan menjadi sekretaris baru nya, dan lowongan pekerjaan pun sudah di buka banyak yang akan ingin bekerja pada Ken namun Ken memilih nya dengan selektif di bantu staf bawaannya dari Paris.


"Permisi Pan Ken, ini kenalan saya Siska. Status dia single parents namun Siska tak mempunyai anak, umur nya tak jauh beda dengan mu Pak. Kualifikasi Siska sangat bagus, bahkan Siska menguasai 6 bahasa" Tutur Wastren.


"Baik saya lebih suka berbahasa Indonesia, apa anda bisa ibu Siska?" Tanya Ken pada Siska.


"Tentu saja saya bisa Pak" Balas Siska semangat.

__ADS_1


"Baiklah karena anda rekomendasi dari sahabat saya dan dengan resmi anda saya terima" Tutur Ken dengan tampang maco nya.


Kini Siska resmi menjadi sekretaris Ken untuk membantu jadwal apa saja yang harus Ken lakukan.


Pukul 12.00 di Inggris sudah menunjukan jam makan siang, Ken hendak bergegas makan siang di rumah karena Zen sedang libur bekerja namun saat hendak keluar ruangan nampak Siska menunggu nya di depan pintu ruangan Ken.


"Ibu Siska? Ada perlu dengan saya?" Tanya Ken.


"Tak ada Pak, sekarang waktu nya makan siang apa bapak mau makan dengan saya? Supaya hubungan atasan dan bawahan menjadi akrab" Balas Siska.


Ken setuju jika tujuan nya akrab dalam pekerjaan, Ken memasuki mobilnya dengan Siska kemudian Ken melajukan mobilnya menuju sebuah resto terdekat.


--


Jam istirahat tiba Kenya hendak pulang menuju kantor, karena Zen bosan di rumah akhirnya Zen meminta agar Kenya di antarkan ke kantor dan kebetulan juga Kenya tak membawa mobil.


"Baik Kenya tunggu sekejap aku ganti pakaian dulu" Tutur Zen berlari menuju kamarnya.


Nona Zen itu selalu baik hati pada siapa pun. Batin Kenya tersenyum.


Setengah jam berlalu akhirnya Zen turun dengan style kasualnya, sepatu snikers dipadukan dengan rok jamsuit yang lengan nya melebar tanpa menutupi bahu tangannya.


Zen mengantar Kenya menuju kantor, di dalam mobil Zen dan Kenya banyak mengobrol dengan santai tanpa ada batasan antara atasan dan bawahan. Selang beberapa lama akhirnya Zen tiba di kantor, Zen dan Kenya turun dari mobil memasuki area kantor.


"Kenya aku mengantarmu sampe lobi saja ya" Tutur Zen yang sudah mulai merasakan kesakitan di area ************ nya.


"Tak apa nona, terimakasih telah mengantar saya dan terimakasih untuk makan siang nya. Setelah jam pulang kantor tiba, saya akan melapor" Balas Kenya.


"Baik, semangat" Tutur Zen tersenyum.


Kenya sudah pergi menuju lift dan Zen masih terpaku di lobi meratap kantor yang megah namun Zen sebentar lagi akan meninggalkan kantor nya sungguh berat.


"Excusme, You craying Mr. Zenaya?" Tanya karyawan lobi nya.


"Oh no, I am no craying" Balas Zen tersenyum.


Zen pamitan untuk pulang karena hari ini Zen mengambil cuti, saat keluar dari kantor Zen bertemu dengan pria yang ia kenal akan memasuki kantor nya.


"Ka Satria?" Tanya Zen pada pria itu.


Pria itu menoleh pada arah Zen yang hendak keluar.

__ADS_1


"Zen" Balas Satria.


"Kaka ada apa ke kantor ku?" Tanya Zen.


"Aku disuruh Nyonya Lista Zen" Balas Satria.


"Oh nenek, aku sedang cuti kak kita ngobrol di cafe sebrang gimana?" Tawar Satria.


"Hem boleh deh ayo" Balas Satria.


Satria dan Zen menyebrang menuju caffe sebrang, tiba di caffe Zen dan Satria langsung memilih meja setelah dapat mereka pesan kopi pada pelayan.


"Ah iya kak ada apa nenek menyuruh kakak kesini?" Tanya Zen kembali.


"Maaf Zen tadi kakak berbohong Sebenarnya kakak kesini karena ada pekerjaan dan kebetulan tempat kakak bekerja dekat dengan kantor mu, kakak hanya ingin melihat mu karena setelah pernikahan mu kakak belum melihat mu lagi" Balas Satria.


"Kakak ini, jika kakak ingin melihat aku kakak tinggal datang aja ke rumah. Aku jarang ngantor kak" Tutur Zen.


"Lah kenapa?" Tanya Satria.


"Kakak ini mau tahu aja" Balas Zen tertawa.


Saat asik berdua pesanan Zen dan Satria tiba mereka minum bersama sambil mengobrol kesana kemari.


--


Vanka dan Arul yang tengah makan di resto yang berada di Inggris, Vanka dan Arul tak cepat pulang ke Indonesia karena Vanka ingin berada di sini alasannya karena di sini ada Zen sahabtnya sedangkan di Indonesia Vanka tak punya teman.


Vanka dan Arul memasuki resto bersama, Vanka kali ini mengindam ingin makan daging asap. Vanka dan Arul duduk di meja yang tersedia kemudian memesan makanannya, tengah menunggu pesanan nya Vanka mengenal sosok pria yang di kenal nya tengah makan bersama dengan wanita yang tak Vanka kenal.


"Sayang coba lihat kesana, apa itu Ken?" Tanya Vanka menunjukan pada Arul.


"Dari fashion dan tubuh nya sih memang mirip Ken, tapi siapa wanita yang bersamanya?" Balas Arul.


"Aku pun tak tahu, coba kau kesana dan pura-pura menanyakan pekerjaan. Aku menunggu disini" Tutur Vanka.


"Sayang ini bukan urusan kita" Balas Arul malas.


"Zenaya itu sahabat ku dan Ken juga sahabat ku. Jika Ken melakakukan kesalah aku sebagai sahabatnya harus menyadarkan Ken untuk kembali pada Zen" Tutur Zen dengan mata melotot.


Arul takut pada Vanka yang melotot langsung saja Arul mengikuti perintah istrinya itu yang sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2