Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 56


__ADS_3

Jam makan siang tiba, Vanka datang mengajak Zen makan siang bersama dengan senang Zen tak menolak ajakan sahabat nya itu.


Di salah satu resto dekat kantor, Zen dan Vanka tengah memesan makan siang nya, Vanka sibuk memilih menu sedang kan Zen hanya memesan jus mangga saja.


"Zen gak makan?" Tanya Vanka.


"Gak nafsu Van" Balas Zen.


"Gak baik ibu hamil kurang gizi, lagian tuh muka kenapa dari pagi kaya banyak yang di pikirin cerita kenapa sih kan sama sahabat ini" Tutur Vanka.


"Gini Vanka, Ken tuh sibuk belakangan ini yah semenjak aku hamil aja gitu terus pulang suka larut malan sarapan aja gak pernah di rumah, eh terus pagi-pagi ada Kenya nangis katanya suami Kenya selingkuh sama rekan kerja nya. Aku takut Ken gitu" Balas Zen khawatir.


"Coba telpon ajak makan siang bareng" Usul Vanka.


Zen mencoba menelpon Ken namun tak mengangkat nya.


"Gimana?" Tanya Vanka.


"Gak ada jawaban" Balas Zen.


Seketika Zen terdiam kemudian dengan rusuh Zen meninggalkan Vanka, Vanka yang takut Zen kenapa-napa dengan sigap menyusul nya sebelum menyusul Zen, Vanka membayar pesanan yang tak jadia ia makan.


Zen masuk ke dalam mobil nya di ikuti oleh Vanka yang juga masuk.


"Ngapain masuk?" Tanya Zen.


"Ngikut lah, kamu itu hamil gimana kalo kenapa-napa" Balas Vanka.


"Yaudah pake sabuk pengaman" Tutur Zen.


"Siap bu bos" Balas Vanka.


Zen mengemudikan mobil nya menuju kantor milik Ken, setengah jam di perjalanan akhirnya Zen dan Vanka sampai.


Zen keluar dari mobil menuju lobi kantor Ken, Vanka menyusul Zen dengan berlari kecil.


"Permisi, apa pak Ken ada di tempat?" Tanya Zen pada petugas lobi.


"Pak Ken sedang makan siang dengan bu Sarah sekretaris nya" Balas petugas lobi.


"Baiklah, terimakasih" Tutur Zen.


Vanka yang baru sampai harus mengejar Zen kembali.


"Zen pelan napa sih, aku lapar" Tutur Vanka.


"Yaudah maaf, ayo makan di resto sebrang" Ajak Zen.

__ADS_1


Zen mengendari mobilnya menuju resto di sebrang kantor Ken, Zen dan Vanka turun dari mobil lalu masuk ke dalam resto. Saat masuk ke dalam Vanka terkejut dengan sosok pria yang ia kenal sedang memengang bibir wanita.


"Zen apa itu Ken?" Tutur Vanka.


Zen melirik pada arah yang Vanka tunjukan, benar saja yang Vanka lihat ialah Ken, dengan sigap Zen menghampiri meja tempat makan Ken yang di ikuti oleh Vanka di belakang nya.


"Ken!" Tutur Zen.


Ken melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Sayang kau di sini?" Balas Ken mengelus rambu Zen.


"Gak usah sentuh!! Jadi gini kelakuan kamu di belakang aku!" Tutur Zen marah.


"Zen udah" Tambah Vanka melerai.


"Maksud kamu apa sih sayang" Balas Ken tak tahu.


Zen melirik pada sekretaris Ken yang tak lain ialah Sarah.


"Senang kamu dapat perhatian dari suami saya?!" Teriak Zen.


Sarah yang malu karena di teriaki Zen angkat suara, karena sudah tanggung malu akhirnya Sarah membalas Zen.


"Jelas senang, siapa yang tak senang jika di perhatikan oleh suami tampan mbak! Lagian Pak Ken banyak menghabiskan waktu dengan saya!" Balas Sarah.


"Sarah! Keterlaluan! Sayang aku bisa jelaskan semuanya ini tuh gak seperti yang kamu pikirkan sayang!!" Tutur Ken menjelaskan.


Ken di buat rungsing dengan rumah tangga nya begitu pun dengan Sarah.


"Sarah besok jangan datang lagi ke kantor ku! Kau sekarang saya pecat!" Tutur Ken.


Ken mengejar Zen namun sayang mobil Zen telah pergi, dengan cepat Ken mengendarai mobilnya mengejar Zen.


Di dalam mobil Zen menangis dengan tangisan yang tersakiti sedang kan Vanka menenangkan Zen dengan semampu nya.


"Sekarang kau mau kemana Zen?" Tanya Vanka.


"Entah" Balas Zen.


"Turun aku di kantor, aku akan mengurus masalah kantor, kau tenang kan diri saja" Tutur Vanka.


"Terimakasih" Balas Zen tersenyum.


Zen menurun kan Vanka di kantor milik Zen, sedangkan Zen memilih pulang untuk mengemasi pakaian nya kemudian pulang ke rumah nenek nya.


--

__ADS_1


Ken lebih dulu tiba di rumah, Ken duduk di tepi ranjang menunggu kepulangan Zen. Setengah jam menunggu akhirnya Zen pulang, Zen melihat suaminya tengah duduk di tepi ranjang.


Zen mengacuhkan Ken kemudian Zen berlari menuju ruang ganti pakaian dengan sigap Ken mengikuti nya.


"Kau salah paham Zen!" Tutur Ken.


"Salah paham? Aku melihat dengan mata ku sendiri!!" Balas Zen marah.


"Aku capek!! Capek dengan sikap kau yang kekanak-kanakan!!" Tutur Ken.


"Terserah!! Aku mau kita pisah!! Aku pulang ke rumah nenek!" Balas Zen yang sudah siap dengan koper nya.


"Sudah ku bilang kau salah paham Zen!!" Tutur Ken dengan emosi.


Zen melenggang pergi meninggalkan Ken dengan amarah nya, Ken berlari mengejar Zen. Zen memasuki mobil nya meninggalkan rumah Ken sedang Ken yang ingin mengejar nya merasakan kesakitan di area ulu hati nya dengan begitu Ken tak dapat mengejar Zen.


--


Zen menangis di sepanjang jalan sampai Zen tiba di kediaman Nyonya Lista. Zen mengetuk pintu dan nampak Tari yang membukakan nya pintu, Tari tak terkejut dengan kedatangan Zen karena sebelumnya Ken sudah menelpon pada Nyonya Lista bahwa ada kesalah pahaman di antara rumah tangga nya.


"Ibu ..." Tutur Zen menangis memeluk Tari.


"Ibu tahu, mari masuk" Balas Tari mengajak masuk.


Zen sudah di tunggu oleh Nyonya Lista di ruang keluarga lengkap dengan Kim ayah tiri Zen.


"Nek.. Zen lihay Ken selingkuh nek, percaya pada Zen nek" Tutur Zen memeluk Nyonya Lista dengan tangisan.


"Nenek percaya, sebaiknya sekarang kau istirahat kasihan janin yang ada di perut mu" Balas Nyonya Lista.


Zen terdiam, Zen merasa perut nya sakit. Nyonya Lista, Tari dan juga Kim panik karena Zen mendadak perut nya sakit.


Dengan cepat Kim menelpon dokter dan meminta nya datang kemari, Tari dan pelayan lainnya membantu mengangkat Zen untuk di baringkan di tempat tidur nya. Karena sakit yang amat sangat menerpa Zen, Zen pingsan tak sadarkan diri membuat semuanya panik.


Tak beberapa lama datanglah dokter wanita lengkap dengan alat medis nya, dokter pun memeriksa keadaan Zen. Setelah di periksa dokter tersebut menjelaskan bahwa Zen kelelahan, kekurangan gizi dan mengalami depresi ringan. Dokter menyarankan agar Zen banyak beristirahat, memakan makanan yang bergizi dan tidak memikirkan hal yang berat.


Usai pemeriksaan selesai dokter tersebut pun pamit undur diri dengan tak lupa memberi obat vitamin untuk Zen minum.


--


Vote dan like nya dong, author update ngebut nih ngejar eps.


Buat readers yang pengen deket atau pun pengen temenan sama author boleh follow ig author, nomber whatsapp juga boleh tapi itu privasi ya bincang-bincang nya.


Oh iya ada yang satu daerah sama author? Author dari Cimahi-Jawa Barat, bagi yang deket boleh nih kita meet menuangkan isi pikiran bersama hobah...


Note: Jangan lupa follow akun media author:')

__ADS_1


Fb: Rsmnttan


Ig: @tannrsmnt_


__ADS_2