Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Sean bersedih


__ADS_3

Di kediaman Nyonya Lista nampak semua penghuni rumah sedang khawatir dengan Sean yang menghilang. Tari mencoba menelpon Ken atau pun Zen namun ponsel mereka sedang tidak aktif.


"Bagaimana apa Zen dan Ken membawa Sean?" Tutur Nyonya Lista khawatir.


"Ponsel mereka tidak aktif bu" Balas Tari sama khawatir nya.


Dalam kepanikan pelayan datang menghampiri Nyonya Lista dan Tari.


"Maaf Nyonya, tuan muda Sean ada di taman belakang" Tutur si pelayan.


Dengan cepat Nyonya Lista dan Tari beralih menuju taman belakang, sampai di taman Nyonya Lista dan Tari melihat Sean menangis di bangku taman.


Nyonya Lista dan Tari mendekati Sean, Nyonya Lista duduk di samping Sean sedang kan Taria berjongkok di hadapan Sean.


"Cicit oma kenapa menangis sendirian di sini" Tanya Nyonya Lista mengelus kepala Sean.


"Sean sedih oma, grandma" Balas Sean menangis.


"Sean sedih kenapa? Apa penghuni rumah memarahi Sean?" Tanya Tari menghapus air mata Sean.


"Teman-teman selalu mengejak Sean, mommy dan daddy Sean berpisah sejak Sean belum lahir kan? Sean malu oma, grandma. Teman-teman Sean kalau bermain selalu di temani mommy dan daddy nya sedang kan Sean selalu di temani oma, grandma, dan suster" Balas Sean menangis tersedu.


Tari ikut menangis namun dengan cepat menghapus air mata nya.


"Yang di katakan teman Sean itu bohong, bukti nya mommy dan daddy tidak berpisah mereka sering berjumpa, mommy dan daddy bekerja untuk mendapat kan uang setelah punya uang mommy dan daddy akan bersama mengajak Sean jalan-jalan" Tutur Tari menghibur.


"Yang di kata kan grandma betul sayang, mommy dan daddy sedang bekerja mencari uang" Tambah Nyonya Lista.


"Iya kah oma, grandma" Balas Sean melirik pada Nyonya Lista dan Tari.


"Iya sayang, sekarang Sean sama suster ke main di kamar yah. Grandma dan oma nanti menyusul" Tutur Tari menghapus air mata Sean.


Sean di gendong suster memasuki rumah meninggalkan Tari dan Nyonya Lista yang masih duduk bersama di taman.


Tari menangis usai Sean memasuki rumah, Nyonya Lista menepuk punggung Tari agar Tari merasa tenang.

__ADS_1


"Apa ini karma ibu? Dulu aku dan Ali menelantarkan Zen, dan sekarang Zen sedikit mengabai kan Sean dengan hobi gila mengoleksi mobil dan juga gila akan kerja" Tutur Tari menangis.


"Jangan berpikir begitu Tari, jangan sama kan cara mendidik Sean seperti cara mendidik Zen dulu" Balas Nyonya Lista.


"Tapi ibu, ibu lihat sendiri bagaimana kelakuan Zen kini. Bahkan Zen selalu tak ada waktu bersama dengan Sean, hari libur pun Zen selalu sibuk. Apa mungkin Sean akan mengalami broken home seperti Zen dulu" Tutur Tari.


"Ibu yakin Zen belajar dari masa lalu nya jika menjadi anak broken home tidak nyaman" Balas Nyonya Lista.


Tari menghapus air mata nya, mencoba menguat kan diri agar Zen tak seperti dirinya dulu. Tari mengajak Nyonya Lista kembali ke dalam rumah untuk menyusul Sean.


--


Acara pembelian saham pun di mulai, para CEO perusahaan besar memberikan visi dan misi jika saham nya dapat di beli.


Mereka semua berlomba karena harga saham kali ini turun dari harga pasaran biasanya, 35% saham bukan lah saham yang sedikit dengan harga murah, maka dari itu Zen antusias dalam memberikan visi dan misi nya mewakili perusahaan nya sendiri yaitu ZEN Group.


Satu jam berlalu dan saham pun jatuh pada tangan Zen bersama dengan team nya, Zen bersorak karena Zen bisa mengalah kan Ken.


Zen beserta Kenya dan Arkas keluar dari ruangan, bersamaan dengan Kevin dan teamnya. Bukan nya menyapa Kevin, Zen malah sibuk dengan layar ponsel nya yang banyak menunjukan panggilan terlewat dari ibu nya.


Apa ada yang salah dengan ku? Mengapa Zen selalu menghindar dari ku, apa ini ada sangkut paut nya pada Ken atau Zavanya. Batin Kevin menebak.


"Kenya, Arkas kalian duluan ke kantor memakai taksi tak apa kan?" Tutur Zen.


"Ada apa nona?" Balas Kenya.


"Tidak ada, aku hanya ingin pulang sebentar melihat keadaan Sean" Tutur Zen.


"Baik nona" Balas Kenya.


Ken mendengar sekilas bahwa Zen sedang khawatir pada Sean, Ken melihat Zen berlari meninggalkan Kenya dan Arkas. Ken pamit pada team nya untuk pulang ke kantor lebih dulu, sedang kan Ken mengejar Zen yang berlari menuju area parkiran.


Saat Zen hendak membuka pintu mobil tiba-tiba tangan Ken menghentikan nya. Zen menoleh pada tangan seseorang yang menghalangi jalan masuk ke dalam mobil nya.


"Kau!! Apa mau mu?" Tanya Zen kesal.

__ADS_1


"Kita masih ada meeting, kenapa kau pergi?" Balas Ken.


"Aku janji aku akan tepat waktu" Tutur Zen.


"Ada apa kata kan lah?" Paksa Ken.


"Apa peduli mu?" Balas Zen acuh.


Ken sudah tak bisa menahan emosi nya.


"Aku peduli padamu! Aku peduli pada Sean!! Karena aku masih mencintai mu!! Karena Sean putra ku!! Apa kau puas nona?" Tutur Ken membentak.


Zen diam di tempat tanpa sepatah kata pun, Zen baru kali ini di bentak oleh Ken, pasal nya Ken selalu baik pada nya.


Apa benar ini kau ken? Kau masih mencintai ku?. Batin Zen.


"Ji-jika kau tahu keadaan Sean datang lah ke rumah" Balas Zen memasuki mobil nya.


Mobil Zen sudah melaju meninggalkan Ken yang lega karena masalah hati nya telah tersampai kan, urusan Zen menerima nya lagi atau tidak itu urusan belakangan.


Apa aku menakuti nya? Apa aku terlalu keras membentak nya? Oh Zen-ku kau pasti sangat takut. Batin Ken khawatir.


Ken berlari menuju arah mobilnya menyusul mobil Zen yang telah dulu pergi.


--


Di dalam mobil Zen masih terdiam dengan perkataan Ken yang membuat hati nya senang dan sedikit takut karena baru pertama kali bagi diri nya Ken membentak nya.


"Dasar pria itu, jika masih cinta menyampaikan gak usah membentak gitu" Gerutu Zen.


Tak lama di perjalanan Zen tiba di area kawasan kediaman Nyonya Lista, Zen memarkirkan mobil nya kemudian memasuki rumah dengan buru-buru.


Zen berlari menuju kamar Sean, saat tiba nampak Tari dan suami nya sedang bermain dengan Sean, Zen memasuki kamar Sean sedang kan Tari dan suami nya berpamitan keluar. Saat keluar datang lah Ken dan Nyonya Lista, Zen dan Ken di biarkan berbicara pada Sean di dalam kamar nya.


Sean yang tadi nya sedang bermain senang seketika terdiam di atas ranjang nya, Zen dan Ken mendekat pada Sean.

__ADS_1


--


Like dan vote nya dong gais:(


__ADS_2