
H-1 pernikahan Arul, Avin termenung di kamar mencerna perkataan Zen tempo hari itu. Avin memandang sekumpulan baju yang belum Rara bereskan, Rara beserta Vira gadis balita nya sedang berbelanja gaun untuk besok menghadiri acara pernikahan Arul.
Kita Avin sedang membereskan baju ada undangan pernikahan Arul, Avin memandang undangan tersebut setelah berpikir leras Avin tau bahwa Rara sahabat Arul begitu juga Zen.
Avin berlalu ke luar hotel dan melajukan mobil nya menujku hotel tempat akan berlamgsungan nya pernikahan.
25menit menempuh perjalanan akhir nya Avin tiba di hotel tempat acara pernikahan Arul dan benar saja filling Avin tepat bahwa Arul ada di loby hotel sedang mengecek pekerjaan WO.
Avin berjalan memasuki loby dan berjumpa dengan Arul.
"Tuan. Arul" Ucap Avin.
"Panggil aku Arul, aku sahabat istrimu" Balas Arul.
"Apa ada waktu? Aku ingin mengajak mu berincang di caffe sana" Ucap Avin menunjuk caffe sebrang hotel.
"Of course, go" Balas Arul.
Avin dan Arul berjalan menyebrangi jalanan untuk menuju caffe yang di tuju, mereka masuk ke dalam caffe beriringan.
Avin dan Arul memilih meja yang dekat dengan jalanan yang di lapisi dengan tembok kaca.
"Mau minum apa?" Tanya Avin.
"Hot coklat" Balas Arul.
"Baiklah" Ucap Avin.
Avin melambaikan tangannya memanggil pelayan dan pelayan pun dengan sigap menghampirinya.
"Hot chocolate and juice manngo" Ucap Avin mengancung jari nya satu-satu.
"Oke, wair mr" Balas si pelayan ramah.
"Ada apa Vin?" Tanya Arul penasaran.
"To the point saja, apa kau kenal dengan nama Zenaya Calista" Tanya Avin.
"Tentu saja dia sahabat ku, sahabat istrimu juga waktu kuliah" Balas Arul.
__ADS_1
Avin mengajukan pertanyaan yang menghiasi otak nya, dan Arul menjawab semua pertanyaa yang Avin tanyakan dan betul saja yang dikatakan Zen bahwa Rara menjebak nya agar dapat di nikahi oleh Avin.
Readers bisa bayangin sendiri gimana rasa nya di jebak biar bisa dinikahi;')
Avin geram bercampur marah atas apa yang telah Rara lakukan, bertahun-tahun Avin menjalani hidup dengan istri yang telah menjebaknya.
Usai semua pertanyaan do tanyakan Avin berlalu menuju taman, Avin ingin menenangkan hatinya.
~
Zen dan Ken siang ini sedang pergi ke butik yang terkenal di kota Dulin ini, Zen memilih gaun yang cocok begitu pun Ken memilih jas yang senada dengan gaun Zen, awalnya Ken tidak ingin memilih jas yang senada dengan Zen namun Zen memaksa nya dan akhirnya Ken setuju.
"Ken ini bagaiman?" Tanya Zen memperlihat gaun warna navy yang menjutai ke bawah dengan sobekan di sisi kanan sampai paha nya dan punggung nya yang sedikit berlubang.
"Baiklah nona itu cocok" Balas Ken menatap kagum penampilan Zen dengan gaun yang dipilih nya.
Sudah beres dengan gaun Zen, Zen mencarikan jas yang senada dengan gaun Zen, semua masalah tentang gaun dan jas telah selesai kini Zen dan Ken melangkah keluar daro butik, kemudian Ken mencari taxi untuk mengantar ke restauran karena perut Zen yang sudah memerlukan asupan.
Singkat cerita, Zen dan Ken tiba di sebuah restauran. Zen dan Ken berdua memesan makanan yang diingin, sambil menunggu makanan tiba Zen dan Ken sama-sama mengecek ponsel pintar nya.
"Nona, ada masalah di perusahaan" Ucap Ken.
"What? Masalah bagaimana Ken" Balas Zen kaget.
"Seperti nya kita harus kembali ke Inggris"Balas Zen yang tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Begitu lebih baik nona, pernikahan nya?" Tanya Ken bingung.
"Besok kita akan datang dulu, setelah beres kita langsung pulang ke Inggris. Telpon nenek perintah kan jet pribadinya agar menjemput kita besok" Ucap Zen panik.
"Baiklah nona" Balas Ken.
Makanan tiba, Zen dan Ken melupakan dulu sejenak masalah perusahaan nya karena sekarang perut Zen dan Ken merasa ingin diisi.
Makanan dilahap nya dengan habis, Ken hendak memanggil pelayan untuk membayar tagihan nya, tiba-tiba sosok wajah yang di kenal Zen yaitu Rara ikut bergabung bersama Zen dan Ken.
"Hallo Mrs.Zenaya Callista wanita pendiri perusahaan microsoft ZEN Corp." Ucap Rara menatap sinis Zen.
"Pergilah Rara aku tidak menyukai suami mu!" Balas Zen marah.
__ADS_1
"Ken Wijaya, asisten pribadi Mrs. Zenaya Callista yang menggantikan ayah nya mengabdi pada Nyonya Lista Pramita" Ucap Rara yang tambah menatap sinis Zen dan Ken.
"Apa yang anda inginkan nona?" Tanya Ken ramah.
"Tari Callista Pramita, ibu yang berselingkuh dan menikahi pria duda asal Turki, Kemal Aryan. Kemal Aryana pria berstatus duda mempunyai anak dua, Rey Kemal Aryan dan Kanya Kemal Aryan" Ucap Rara.
"Apa mau mu Rara!" Bentak Zen marah ketika mendengar nama ibu nya dilontarkan.
"Tidak ada! Aku hanya balas dendam padamu, karena mu Avin berpisah ranjang dengan ku. Dan untuk perusahaan ZEN Corp. perusahaan microsoft terbesar itu belum seberapa" Ucap Rara berlalu.
"Arghh... " Ucap Zen frustasi.
"Tenang diri anda nona, saya mencoba mencari tau apa maksud perkataan nona Rara barusan" Balas Ken menenangkan.
"Sebaiknya kita pulang ke hotel dulu nona" Ajak Ken.
Zen dan Ken pulang kembali ke hotel untuk mencari tau apa yang terjadi dengan perusahaam nya dan apa maksud dari perkataan Rara tadi.
~
*Flassback on.
Rara mengikuti kemana suaminya pergi, Rara terkejut atas pertanyaan dan jawaban yang di lontarkan suami nya dan sahabat nya.
Setelah Avin tahu bahwa ia di jebak oleh Rara, Avin mengambil keputusan untuk pisah ranjang dan setiba nya di Indonesia akan menceraikan nya.
Rara menjadi benci dan geram kepada Zen karena perkataan nya yang membuat Avin mengorek masa lalu bahwa ia di jebak.
Rara melajukan mobil nya menuju arah yang tak tentu, Vira di titipkan pada baby sister yang khusus Rara bawa Indonesia. Rara melajukan mobil nya menyusuri kota Dublin-Skotlandia, Rara tidak tahu akan menepi dimana yang Rara tahu Rara ingin balas dendam pada Zen.
Lamunan membuat Rara tidak konsen menyetir, Rara menabrak mobil berwarna gold yang ada di depan mobil nya, dengan sigap Rara turun untuk mengganti rugi karena seseorang yang mobilnya Rara tabrak menggedor kap depan mobil nya.
"You can't speaking Indonesia?" Tanya wanita yang Rara tabrak mobil nya.
"Yes, I can" Balas Rara.
"Apa kau tidak mempunyai mata? Mengemudikan mobil seenak jidat! Apa kamu kira ini jalanan milik nenekmu!" Ucap wanita yang Rara tabrak marah.
"Sorry, saya sedang banyak masalah. Masalah dengan suami saya dan masalah dengan sahabat saya" Balas Rara merogoh tas jinjing dan mengeluarkan mata uang Skotlandia. Karena merasa gugup dan kaget semua benda yang ada di dompet Rara berjatuhan termasuk foto bersama sahabat nya yaitu Zen, Arul dan Kevin.
__ADS_1
Dengan sigap wanita itu mengambil secarik foto yang jatuh dari dompet Rara.
"Itu foto sahabat saya tapi dari salah satu dari mereka kini menjadi musuh saya" Ucap Rara sambil mengbil kembali foto nya dari tangan wanita itu.