Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 38


__ADS_3

Zen kembali menunju cafe namun sayang sahabat sudah pulang, hanya tinggal ada Arul dan Vanka yang menunggu Zen di depan cafe.


"Zen kau tak apa" Tutur Vanka khawatir.


"Aku tak apa Van" Balas Zen tersenyum.


"Aka kau mau minun?" Tawar Arul.


"Tak perlu, aku hanya ingin pulang. Bisa antarkan?" Tutur Zen.


Vanka dan Arul mengantar Zen pulang karena Ken sudah pergi atas keputusan yang Zen pilih dengan emosi dan sakit hati nya yang membara.


Tiba di depan rumah, Vanka dan Arul langsung berpamitan pulang karena sudah malam.


Zen masuk ke dalam rumahnya nampak nenek nya yang sedang duduk di sofa dengan secangkir teh, Zen datang dengan wajah kusat kemudian memeluk nenek nya.


"Kau Zen mengagetkan nenek" Tutur Nyonya Lista.


"Nek Zen mau cerita" Balas Zen.


Zen menceritakan tentang diri nya yang amat pecemburu berat, kemudia Nyonya Lista memberi saran agar Zen percaya pada Ken karena dengan ada nya kepercayaan hubungan Zen dan Ken tak akan serumit ini.


Usai mendapat ide dari nenek nya, Zen melangkah menuju kamar nya. Di kamar Zen sangat menyesali perbuatannya yang bisa di kategorikan pecemburu berat.


Zen mengambil yang ada di dalam tas nya, Zen menelpon Ken namun ponsel Ken sedang tidak aktif.


"Kenapa ponsel nya mati?" Gumam Zen.


Karena tak ada jawaban dari Ken, Zen langsung saja mandi untuk menyegarkan tubuh nya.


 


Ken tengah mengepak kopernya, malam ini Ken akan pulang menuju tanah kelahirannya.


Ken merasa bingung dengan Zen pasalnya jika Zen mencintai nya pasti Zen akan percaya pada nya dan menganggap perkataan Zavanya hanyalah gurauan anak remaja.


Ken telah siap dengan koper nya, Ken melakukan penerbangan mahal hari.


Saat hendak akan pergi, Ken mengirim kan pesan pada Nyonya Lista bahwa dirinya akan pulang ke kampung halamannya.


--


Pagi hari di kediaman Nyonya Lista, Nyonya Lista tengah melihat pesan masuk di layar ponsel nya, tertera nama Ken mengirim kan pesan. Nyonya Lista membuka lalu membacanya.


Ken:

__ADS_1


Maaf Nyonya, saya lancang memberi kabar melalui pesan. Saya mohon izin untuk pulang ke Paris, saya akan kembali jika nona Zen membutuhkan saya, saya mohon Nyonya tidak memberitahukan keberadaan saya pada nona Zen karena sekarang ada masalah yang sedang saya dan nona Zen hadapi.


Nyonya Lista tak membalas pesan dari Ken, namun Nyonya Lista akan menuruti permintaan Ken.


Zen keluar dari kamar nya dengan pakaian kantor nya, Zen melajukan langkah nya menuju meja makan. Nampak Nyonya Lista yang sedang duduk dengan fokus pada layar ponsel nya.


"Pagi nek" Sapa Zen.


"Pagi Zen" Balas Nyonya Lista masih fokus pada ponsel nya.


"Nenek sedang lihat apa sih di ponsel? Keliatannya nenek fokus banget" Tutur Zen memakan sarapannya.


"Tak ada Zen, makan lah sarapan mu dan bekerja dengan giat" Balas Nyonya Lista meninggalkan Zen.


Nenek hari ini aneh sekali, tak biasanya nenek memainkan ponsel nya. Batin Zen curiga.


Namun Zen menepis kecurigaanya, usai sarapan Zen pamitan pada nenek nya untuk berangkat menuju kantor.


Saat keluar dari rumah, nampak Pak Roy yang sedang menunggu Zen untuk diantarkan ke kantor.


"Pak Roy" Sapa Zen mendekat.


"Pagi nona" Balas pak Roy menyapa.


"Tunggu, tunggu Ken mana?" Tutur Zen bertanya.


Zen berpikiran positif, mungkin Ken tak bisa menjemput nya karena ada masalah.


"Bapa tak usah mengantar saya, saya berangkat sendiri" Tutur Zen meninggalkan Pak Roy.


Zen menghampiri mobil merah muda nya, kemudian Zen melajukan mobilnya menuju kantor.


Di perjalanan menuju kantor Zen terus memikirkan Ken, mengapa Ken tak menjemput nya seperti biasa. Satu jam di perjalanan karena kemacetan akhirnya Zen tiba di kantor.


Saat memarkirkan mobilnya, Zen tak melihat mobil milik Ken. Dengan cepat Zen memasuki kontor dan langsung pergu ke ruangan Ken.


Ting...


Pintu lift terbuka, Zen berlari menuju ruangan Ken. Zen membuka pintu ruangan Ken namun sayang tak ada Ken di dalam.


Zen keluar dari ruangan Ken menunu meja Kenya.


"Kenya apa Ken sudah datang?" Tanya Zen.


"Tuan Ken mengambil cuti untuk beberapa hari nona" Balas Kenya.

__ADS_1


"Apa? Cuti? Mengapa dia tak mengabari ku?" Tutur Zen kesal.


"Mungkin Tuan Ken lupa memberitahukan nona" Balas Kenya.


"Shit!! Apa kau tahu kemana Ken pergi?" Tanya Zen dengan kesal.


"Saya tak tahu nona" Balas Kenya.


Usai mendapat jawaban bahwa Ken cuti, Zen masuk ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


Zen melamunkan Ken yang pergi tanpa memberitahukan dirinya.


Kemana kau Ken?. iya Batin Zen bertanya.


Seketika Zen mengingat perdebatan nya dengan Ken semalam, bahwa jika Zen tak menjawab pertanyaannya Ken akan pergi. Dengan panik Zen keluar dari ruangannya dan menitipkan kantor pada Kenya.


Dengan buru-buru Zen keluar kantor, Zen melajukan mobilnya menuju apartemennya Ken. Di perjalanan pikiran Zen merasa kacau, karena ulah cemburu nya yang berapi-api membuat Ken pergi.


30 menit berlalu akhirnya Zen tiba di apartemen Ken, Zen memasuki area apartemen menuju kamar milik Ken. Saat tiba di koridor lantai kamar Ken terletak, nampak seorang perempuan sedang berdiri di depan pintu kamar Ken, Zen menghampiri perempuan itu yang tak lain ialah Zavanya anak dari sahabat nya.


"Tante" Sapa Zavanya.


"Zavanya, sedang apa disini?" Balas Zen bertanya.


"Aku ingin bertemu dengan pria tampan" Tutur Zavanya.


Zen menghirup udara dan menghembuskan nya dengan kasar, Zen merasa kesal dengan tingkah laku anak nya Kevin.


"Zavanya tante mohon jangan ganggu Ken" Tutur Zen.


"Kenapa? Pria tampan tak pernah marah aku mengganggu nya" Balas Zavanya dengan polosnya.


"Zavanya, tante kekasih nya jadi mohon jangan ganggu Ken" Tutur Zen menjelaskan.


"Kekasih? Apa tante dan pria tampan akan menikah" Balas Zavanya.


"Tentu saja" Tutur Zen berbohong, karena Zen tak tahu bagaimana jadi nya jika Zen berkata jujur bahwa dirinya belum tentu akan menikah dengan Ken.


Zavanya menundukan kepalanya dengan raut wajah sedih, Zen tak tega melihat Zavanya bersedih. Zen mengangkat dagu Zavanya.


"Kamu tak perlu bersedih, walaupun tak bisa menikah dengan pria tampan kamu bisa menjadi adik nya. Lebih bagus adik daripada istri" Hibur Zen.


"Benarkah?" Tanya Zavanya.


"Tentu saja" Balas Zen tersenyum.

__ADS_1


Kini Zavanya membiarkan Ken dengan Zen dan Zavanya bisa menjadi adik nya Ken. Usai menghibur Zavanya Zen mengetuk pintu apartemen Ken, namun tak ada sautan.


"Tante aku sudah mengetuk nya namun tak ada jawaban dari dalam" Tutur Zavanya.


__ADS_2