
*Rotterdam, Belanda.
Pak Ali beserta istri baru nya Elle memasuki rumah yang bisa terbilang megah, Zen mengekor di belakang ayah nya.
Zen tiba di ruang tamu rumah ayah nya, istri ayah nya Zen masuk ke dalam untuk memanggil anak-anak nya, sedangka Pak Ali menemani Zen putri kandung satu-satu nya.
Tak selang beberapa lama Elle datang bersam kedua anak nya, Elle bersama kedua anak nya ikut bergabung dengan suaminya beserta Zen.
"Zen, kenalkan ini anak tiri ayah tapi ayah menganggap nya anak kandung seperti mu, mereka menyayangi ayah seperti kamu menyayangi ayah" Ucap Pak Ali mengelus kepala anak tirinya.
Hati Zen sedikit terenyuh keluarga ayah nya yang baru sungguh harmonis tidak seperti keluarga nya yang hancur berantakan.
Air mata Zen turun membasahi pipi Zen, Pak Ali tahu apa yang membuat Zen menangis. Pak Ali mendekat ke arah Zen dengan sigap memeluk nya dalam dada nya.
"Jangan tangisi keluarga kita yang hancur nak, ayah tak selingkuh dari ibu mu justru ibu mu yang pertama kali selingkuh dengan anak dari musuh nya kakek mu, usai bercerai ayah menjalankan kembali perusahaan ayah sampai saat ini perusahaan ayah berdiri dengan megah, ayah bertemu dengan Elle yang menyemangati ayah saat ayah sedang terpuruk karean percerain dengan ibu mu" Ucap Pak Ali menjelaskan.
Elle sama-sama menangis memeluk kedua anak nya yang kini berusia sama dengan Zen.
Zen melepaskan pelukan ayah nya, Zen menatap Elle yang sama menangis dengan sigap Zen memeluk Elle.
"Thank's you, nyonya Elle telah menemani ayah saat ayah sedang terpurul. Aku sayang padamu seperti aku menyayangi ayah ku" Ucap Zen dengan tangisan.
Elle melepaskan pelukan Zen menatap mata Zen dan menghapus air mata Zen yang membasahi pipi nya.
"Tak perlu berterimakasih sayang, panggil aku ibu. Ibu akan senantiasa memani ayah mu, dan ingat sayang ibu dan anak ibu juga menyayangi kamu" Balas Elle.
Zen menatap kedua anak Elle.
"Namaku Jessie kak" Ucap Jessie anak kedua Elle.
"Namaku Satria" Timpal Satria.
"Aku Zenaya panggil saja Zen" Balas Zen tersenyum.
"Kami akan menyayangi kamu seperti kami menyayangi ayah mu" Ucap Satria membalas senyuman Zen.
"Iya kak, aku senang memiliki kakak baru" Timpal Jessie.
Zen memeluk Satria dan Jessie yang kini menjadi saudara baru nya, Elle dan Pak Ali senang melihat keakraban anak-anak nya.
"Makan malam sudah siap, makan yuk" Ajak Elle.
__ADS_1
"Ayo makan" Ajak Jessie pada Zen.
Zen menanggaguk dan langsung mengikuti langkah keluarga baru nya menuju meja makan.
"Makanlah nak ini masakan Indonesia, ayah mu yang mengajar kan ibu" Ucap Elle bangga pada suaminya.
"Ayo makan, aku dan Jessie juga menyukai masakan Indonesia" Timpal Satria.
Waktu makan malam selesai, Satria mengantarkan Zen menuju kamar nya,tepat di depan kamar yang akan Zen pakai.
"Ini kamar mu, jika ada apa-apa panggil saja aku. Kamar ku ada di sebelah kamar mu" Ucap Satria ramah.
"Terimakasih kak" Balas Zen tersenyum.
"Tak perlu berterimakasih, aku menyayangi mu sebagai adikku seperti Jessie" Ucap Satria tersenyum.
"Baiklah kak aku masuk dulu" Balas Zen memasuki kamar nya.
Satria masih mematung di depan kamar Zen, Satria tersenyum membayangkan Zen.
Argh.. dia adik mu Satria. Batin Satria menepis pikiran nya.
Satria berlalu memasuki kamar nya sendiri.
----
Malam hari di Inggris, Ken memandang keindahan Inggris pada malam hari di balkon apartemennya di temani kopi latte kesukaannya.
Ken memadang ke depan arah lurus pandangan nya menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya kasar.
Nona apa yang sedang anda lakukan disana? Saya rindu nona. Batin Ken merana.
Ken masuk ke dalam apartemen nya karena angin sudah bertiup kencang menghembus tubuh kekar Ken.
----
Bu Tari menyesal dengan semuanya, anak dan suami yang dulu begitu ceria di dalam keluarga yang utuh kini semuanya hancur.
Zenaya anak satu-satu nya Bu Tari telah membenci nya bahkan Bu Tari juga di tinggalkan oleh ibu nya yang tak lain Nyonya Lista, Pak Ali mantan suami Bu Tari sudah bahagia dengan keluarga baru nya.
Keluarga Bu Tari yang sekarang hancur, karena Kemal Aryan menikahi nya karena ingin balas dendam pada ayah nya.
__ADS_1
Bu Tari menangis di dalam kamar nya, menangisi penyesalan nya membuang keluarga yang harmonis.
Bu Tari memandang foto keluarga nya nampak wajah cantik, bersih anak nya.
Ya tuhan andai kan saja waktu berputar kembali, aku tidak akan meninggalkan keluarga kecil ku. Batin Bu Tari menangis.
----
Zen sudah bersiap dengan pakaian tidur nya, pintu kamar di ketuk dengan sigap Zen membuka pintu nya, nampak Elle membawakan susu hangat untuk Zen.
Zen memperboleh kan Elle masuk ke dalam kamar nya, Elle duduk di pinggiran kasur di temani Zen yang duduk di sampinya nya.
"Minumlah sayang, ayah mu berkata waktu kecil kamu selalu di bawakan susu oleh ibu mu saat akan tidur" Ucap Elle menyodorkan susu nya.
Zen menerima susu nya dan meminum nya dengan habis tak tersisa.
"Itu dulu ibu, saat ibu kandung ku tak berselingkuh dan meninggalkan ayah kemudian menelantarkan ku, aku hidup tanpa kasih sayang ibu dan ayah. Aku bekerja paruh waktu sampai lulus kuliah, usai lulus aku kembali ke Inggris memulai dari awal dengan kasih sayang nenek" Balas Zen tersenyum.
"Kau sungguh anak yang kuat sayang, kau tumbuh tanpa kasih sayang ibu dan ayah mu tetapi kini kamu menjadi anak yang mandiri" Ucap Elle membelai rambut Zen.
"Berjanjilah ibu jaga ayah untuk ku" Balas Zen menggenggam tangan Elle.
"Ibu berjanji sayang" Ucap Elle.
"Sudah tidurlah, besok kamu jalan-jalanlah bersama Satria dan Jessie megelilingi Belanda" Ucap Elle tersenyum menyelimuti Zen dan mencium kening Zen.
Zen senang karena hari ini Zen mendapatkan kasih sayang dari seseorang yang di sebut nya ibu, walaupun bukan ibu kandung tetapi Zen sangat senang dan bahagia.
Elle berlalu menuju dapur menyimpan gelas dan mencuci nya, Pak Ali datang dari arah kamar menghampiri Elle.
Pak Ali memeluk Elle dari belakang membuat Elle tersenyum manis dengan perlakuan suami nya.
"Terimakasih Elle, kau sudah menyayangi anak ku" Ucap Pak Ali.
"Sudah kewajiban ku menyayangi Zen walaupun Zen bukan anak kandung ku, dan kau sama sayang telah menyayangi anak ku dengan kasih sayang" Balas Elle berbalik menatap wajah suami nya.
Pak Ali mengecup bibir Elle dengan mesra, hingga kecupan itu meminta nya lebih.
"Ayo ke kamar kita buat adik untuk Satria, Zen dan juga Jessie" Ucap Pak Ali genit.
Elle tersenyum mendengar perkataan suami nya itu, dengan sigap Pak Ali membopong tubuh Elle menuju kamar nya.
__ADS_1
**Haii readers mampir yu ke karya author yang baru.
Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner**.