
Jam di dinding kantor sudah menunjukan pukul 12.00 siang dimana para karyawan beristirahat sejenak, Zen beranjak dari kuris keluar dari ruangan.
Saat Zen keluar ruangan nampak Vanka tengah berjalan dari ujung lift menghampiri nya, Zen berjalan kemudian menemui Vanka.
"Tau gitu, aku gak usah ke atas" Tutur Vanka kesal.
"Siapa juga yang nyuruh ke atas" Balas Zen mengelak.
Saat sedang bertengkar masalah sepele dari ruang asisten keluar lah Arkas dengan beberapa map coklat. Arkas menoleh ke arah keributan, dan nampak lah Zen dan Vanaka, Arkas berjalan menghampiri Zen dan Vanka.
"Nona maaf, ini map lamaran yang sudah saya pilih sesuai dengan kualifikasi perusahaan ini" Tutur Arkas sopan.
"Oh iya, simpan saja di atas meja ku nanti aku akan periksa lagi. Dan Arkas sudah waktu nya makan siang, mau gabung?" Balas Zen menoleh pada Vanka.
Vanka yang tak tahu Arkas itu siapa hanya diam menyimak.
Saat sedang berbincang, Kenya keluar dari meja kerja nya.
"Nona maaf saya istirahat dulu, dan jangan lupa noan nanti habis makan siang ada meeting di perusahaan cabang Wijaya Corp" Tutur Kenya memberitahukan.
"Baik, pergi lah istirahat" Balas Zen tersenyum.
Kenya pun pamit pergi meninggalkan Zen, Vanka dan juga Arkas yang masih berbincang.
"Jadi bagaimana Arkas mau ikut?" Tanya Zen.
"Oh iya nona jika tak merepotkan" Balas Arkas sungkan.
"Baiklah aku tunggu di lobi" Tutur Zen.
Zen dan Vanka pergi meninggalkan Arkas, sedangkan Arkas menuju ruangan Zen untuk menaruh map coklat lamaran usai selesai Arkas buru-buru menyusul Zen dan Vanka.
Di dalam lift Vanka banyak bertanya.
"Siapa itu Arkas?" Tanya Vanka penasaran.
"Oh dia asisten baru ku, rekomendasi dari kakak ku" Balas Zen fokus pada ponselnya.
"Kenapa tak memberitahukan karyawan" Tutur Vanka yang sama sibuk pada ponselnya.
"Selesai meeting aku akan mengumumkan nya" Balas Zen menoleh pada Vanka.
"Baiklah jika begitu" Tutur Vanka.
Ting...
Pintu lift terbuka Zen dan Vanka keluar dari lift menunggu Arkas menemui nya.
"Excutsme mrs. Zenaya" Sapa karyawan yang berlalu.
__ADS_1
"Yes sure" Balas Zen tersenyum.
Tak lama menunggu Arkas datang menghampiri Zen dan Vanka.
"Maaf nona menunggu lama" Tutur Arkas.
"Tak apa, ayo pake mobil ku. Kau yang menyetir" Balas Zen memberi kunci mobilnya pada Arkas.
Zen dan Vanka berjalan lebih dulu dengan Arkas yang mengekor di belakang nya, saat sampai parkiran Vanka terkejut dengan mobil baru nya lagi.
"You crazy?" Tutur Vanka terkejut.
"Nggak lah, ayo masuk" Balas Zen mengajak Vanka masuk karena Arkas sudah membuka kan pintu mobil untuk nya.
Usai siap mobil pun melaju dengan sempurna.
"Ini mobil ke 10, dasar emang janda anak satu ini kaya nya gak ketulungan" Tutur Vanka takjub.
"Udah ah" Balas Zen.
"Arkas ke resto seafod yah, hari ini aku mau makan kepiting" Tambah Zen semangat.
"Baik nona" Balas Arkas.
--
Lain hal dari Zen yang tengah menikmati makan siang nya, Ken buru-buru datang ke kediaman nya Nyonya Lista untuk bertemu dengan si buah hati tercinta.
"Nyonya maaf karena banyak mengundang masalah dengan kehadiran saya" Tutur Ken sopan.
"Tak apa Ken, Sean malah senang daddy sering kemari malah Sean ingin kalian tinggal bersama" Balas Nyonya Lista yang berharap Ken kembali pada Sean.
"Nyonya saya akan berusaha untuk membangun kembali rumah tangga saya dengan Zen, dan saya akan berusaha juga untuk mendapatkan Zen kembali karena saya tahu Zen masih mencintai saya" Tutur Ken yakin.
"Nenek akan mendukung mu" Balas Nyonya Lista mengusap tangan Ken.
Asik berbincang serius, datang lah Sean dengan teriakan nya yang membuat Ken selalu rindu.
"Daddy, I really miss you" Tutur Sean memeluk Ken dengan kerinduan.
"Daddy juga rindu Sean yang tampan ini, Sean lihat daddy ada hadiah untuk Sean" Balas Ken memberikan papper bag yang ia bawa kepada Sean.
Sean dengan senang nya menerima kemudian membuka isi nya, dalam papper bag itu nampak pesat terbang komplit dengan remot nya.
"Thanks daddy" Tutur Sean memeluk Ken.
"Your welcome" Balas Ken kembali memeluk.
"Ayo kita main" Ajak Ken.
__ADS_1
"Ayo" Balas Sean semangat.
Waktu istirahat Ken, ia habis kan bermain bersama dengan putra tercinta nya. Hingga jam meeting tiba Ken pamit pada Sean dan juga dengan orang rumah.
Usai itu Ken melajukan mobilnya menuju perusahaan yang akan menjual saham, kemudian di lanjut dengan meeting nya dengan perusahaan Zen terkait masalah perusahaan Ken yang akan menanam kan saham nya di perusahaan Zen.
--
Zen sudah tiba di perusahaan property milik tuan Jung, Zen datang bersama dengan Kenya dan Arkas. Zen toba lebih awal dari Ken, nampak ada Arul, Kevin, Apin dan CEO dari berbagai macam perusahaan.
Zen berkumpul dengan Arul dan Avin, saat Kevin hendak bergabung Zen malah mendengus kesal.
"Ikut gabung dong guys" Tutur Kevin tertawa.
"Sini-sini" Balas Avin antusias.
"Aku ke Arkas dan Kenya dulu yah" Tutur Zen melenggang.
Kevin dan Avin merasa aneh namun tidak dengan Arul, Arul tahu jika Zen kesal pada Kevin karena anak nya mendekati Ken.
"Si Zen kenapa sih? Datang aku kok malah pergi" Tanya Kevin penasaran.
"Iya aneh banget" Tambah Avin.
"Mungkin Zen lagi punya masalah anak nya" Balas Arul berbohong.
Zen menghampiri Arkas dan Kenya, saat berkumpul bertiga Kenya pamit untuk pergi ke toilet dan tinggal lah Zen dan Arkas.
Dari arah luar datang Ken bersama dengan asisten nya, Ken langsung mengarah kan pandang nya pada Zen yang sedang berdiri bersama seorang pria asing.
Siapa pria itu? Apa Zen melupakan ku?. Batin Ken bertanya.
Saat melamun kan Zen, lamunan Ken terbuyar kan oleh Arul.
"Baru datang udah ngelamun aja" Tutur Arul, arul melihat tatapan Ken pada Zen yang sedang bersama pria.
"Hem tahu dah ini, jangan cemburu Ken. Pria yang bersama Zen itu adalah asisten baru Zen rekomendasi kakak tirinya" Tutur Arul tahu akan kegundahan Ken.
"Aku tak peduli!" Balas Ken melenggang pergi meninggalkan Arul, lalu bergabung dengan Kevin dan Avin.
Jadi pria itu asisten mu syukurlah. Batin Ken lega.
"Yah aku juga tahu kau cemburu namun kau malu untuk mengakui nya kan" Gerutu Arul.
Arul menyusul Ken bergabung dengan Kevin dan Avin.
Kenya sudah balik dari toilet kemudian setelah itu, Zen beserta Kenya dan Arkas menyiapkan taktik untuk dapat memebeli saham tuan Jung.
--
__ADS_1
Ayo dong vote dan like jangan berhenti