Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Pertemuan Tak Di Sangka


__ADS_3

Wellcome to Anak Broken Home Musim Ke 2 guys!!!


Apa kabar kalian? Rindu sama author gak? Maaf ya karya yang lain gak di lanjutin:( Author lagi banyak kesibukan:(.


 


Pertemuan yang tak di sangka-sangka setelah sekian lama Zen dan Ken berpisah dan kini tanpa di rencanakan Zen dan Ken bertemu.


"Nona" Tutur Ken.


"Ken" Tutur Zen bersamaan.


Mantan suami istri bertemu, apa yang akan terjadi kali ini. Batin Vanka khawatir.


Zen hendak pergi namun Ken dengan sigap meraih tangan Zen.


"Tunggu" Tutur Ken.


Zen menoleh kemudian mematung.


Kenapa kau datang kembali Ken? Cinta ini baru saja akan menghilang. Batin Zen menangis.


Kau masih sama seperti dulu nona, cantik dan senyuman mu kembali melelehkan hati ku. Batin Ken.


Vanka memandang Zen dan Ken yang masih mematung memandang satu sama lain, Vanka beranjak dari duduk nya.


"Eheem.. " Vanka berdehem.


Lamunan Ken dan Zen buyar saat Vanka berdehem, Ken melepaskan pegangannya pada tangan Zen.


"Kalian berbicara lah dulu, Zen aku tunggu di mobil" Tutur Vanka meninggalkan Zen bersama dengan Ken.


Zen mempersilahkan Ken duduk di meja barusan Vanka dan Zen, mereka duduk bersama dengan keadaan yang canggung. Ken memulai membuka suara kepada Zen.


"Apa kabar nona?" Tutur Ken sedikit canggung.


"Panggil aku Zen, sekarang aku bukan atasan mu lagi" Balas Zen.


"Maaf, baik lah Zen. Bagaimana kabar mu?" Tutur Ken bertanya


"Seperti yang kau lihat sekarang, kabar ku baik-baik saja" Balas Zen tersenyum.


"Bagus lah" Balas Ken.


"Kabar mu? Aku lihat perusahaan mu kini berkembang dengan pesat" Tutur Zen bertanya.


"Kabar ku baik, ya perusahaan ku berkembang namun belum cukup untuk menandingi perusahaan mu yang besar" Balas Ken tertawa kecil.


Saat Zen hendak bertanya kembali ponsel Zen berdering, dengan cepat dengan meminta izin untuk mengangkat telpon yang masuk.


*Ya hallo. Sapa Zen.


*Zen bisa kah kau pulang sebentar, Sean merengek ingin bermain dengan mu. Balas Nyonya Lista.


*Aku masih bekerja nek. Tutur Zen.


*Mommy aku mau bermain bersama mommy. Tutur Sean menangis.

__ADS_1


Zen tak mendengar perkataan anak nya karena banyak yang datang ke resto sehingga suara anak nya tak terdengar, Zen melospeaker ponsel nya agar suara anak nya terdengar.


*Coba katakan lagi. Tutur Zen.


*Mommy pulang, Sean ingin main dengan mommy. Balas Sean.


Ken yang tengah asik dengan ponsel nya seketika berhenti lalu melihat ke arah Zen.


Mommy? Apakah itu suara anak ku? Jika benar sungguh aku rindu pada mu nak. Batin Ken rindu pada sosok anak nya.


Zen usai dengan telponnya, kemudian Zen berpamitan pada Ken dengan alasan ada kliennya namun dengan sigap Ken mengejar Zen.


Zen tiba di mobil dengan Vanka yang tengah menunggu nya, saat hendak masuk mobil tangan besar Ken memegang pintu mobil Zen sehingga membuat Zen terkejut.


"Ken, ada apa?" Tanya Zen keluar dari mobil.


"Apa yang tadi menelpon mu anak ku?" Tutur Ken.


"Telpon apa? Itu dari klien ku" Balas Zen santai.


"Apa kau bodoh? Ponsel mu membuka speaker tadi dan yang berbicara bukan lah orang dewasa melainkan anak kecil yang menyebut mu mommy" Tutur Ken.


Argh bodoh sekali, aku lupa. Batin Zen menyesal.


Zen terdiam tak menjawab pertanyaan Ken.


"Apa kau melarang aku untuk bertemu dengan anak ku sendiri?" Tanya Ken.


"Iya!! Iyaa itu anak mu, aku tak melarang nya namun aku belum siap untuk melihat reaksi Sean menemui ayah nya" Balas Zen sedikit berteriak.


Zen membuka pintu mobil kemudian memasuki nya dan memerintah Vanka untuk menjalankan mobil nya.


Namamu Sean nak? Pasti kau tampan dan juga lucu. Daddy akan menemui nak. Batin Ken tak kuasa senang karena mendengar berita anak nya.


Ken berlari menuju mobilnya kemudian melaju menuju kediaman Nyonya Lista.


 


Di dalam mobil Zen kesal dengan kehadiran Ken kembali, Zen memukul-mukul ac mobil nya membuat Vanka geram dan tak fokus menyetir.


"Tenanglah Zen, apa yang membuat mu gusar" Tanya Vanka geram.


"Kenapa dia muncul lagi? Aku baru saja akan melupakannya Vanka. Apalagi sekarang dia tahu akan Sean" Balas Zen tak tenang.


"Itu takdir, takdir Zen. Nah jika masalah Sean, tak apa Ken bertemu dengan darah daging nya. Toh juga Sean pasti senang bertemu dengan ayah nya, lagian kalian bercerai itu karena salah paham Zen" Balas Vanka.


"Ah entah lah Vanka, aku benci situasi ini" Tutur Zen menyandarkan punggung nya dengan rileks.


"Kemana kita sekarang?" Tanya Vanka.


"Ke kantor dulu mengantar kan mu kemudian aku akan pulang karena Sean meminta bermain bersama dan mungkin Ken juga pasti akan menemui Sean" Balas Zen.


"Baik bos" Tutur Vanka.


 


Ken telah tiba di kediaman Nyonya Lista, Ken memasuki kawasan rumah Nyonya Lista. Ken rindu dengan rumah Nyonya Lista karena dulu hampir setiap saat Ken kemari.

__ADS_1


Ken keluar dari mobil dengan membawa papper bag di tangannya, Ken menekan tombol bel di depan gerbang. Tak lama satpam yang terlihat baru untuk Ken menemui nya.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu" Tutur si satpam.


"Ya, saya Ken. Saya ingin bertemu dengan Nyonya Lista" Balas Ken.


"Apa sudah ada janji" Tanya si satpam.


"Belum ada pak" Balas Ken.


Saat si satpam hendak memberi pertanyaan kembali, datang si kepala pelayan yang mengenal Ken.


"Tuan Ken, silahkan masuk" Tutur si kepala pelayan.


"Terimakasih Pak" Balas Ken memasuki area rumah Nyonya Lista.


Ken berjalan tanpa mobil nya menuju teras rumah Nyonya Lista di temani si kepala pelayan. Ken menunggu di depan pintu sedang kan si kepala pelayan memanggil Nyonya Lista.


Nampak Nyonya Lista sedang beramian dengan Sean dan baby sister Sean di dekat kolan renang.


"Mohon maaf Nyonya mengganggu, di depan ada tuan Ken" Tutur si kepala pelayan.


"Ken?" Balas Nyonya Lista.


"Iya Nyonya, tuan Ken" Tutur si kepala pelayan.


"Baiklah suruh dia masuk" Balas Nyonya Lista.


Ken? Apa Ken kembali? Apa Zen sudah tahu? Bagaimana dengan Sean bahwa Sean akan bertemu dengan sosok ayah nya?. Batin Nyonya Lista.


"Suster tolong Sean di ganti baju nya, saya mau menemui tamu dulu" Tutur Nyonya Lista.


"Baik Nyonya" Balas Suster.


Nyonya Lista menemui Ken yang tengah menunggu di ruang tamu.


"Ken" Sapa Nyonya Lista.


Ken menoleh kemudia menyalami Nyonya Lista dan memeluk nya.


"Nyonya semakin hari semakin cantik" Tutur Ken bercanda.


"Kau ini Ken, duduk lah" Balas Nyonya Lista mempersilahkan.


--


**Haii haii readers kuuuuu yang tercintaa...


Bantu author dong dengan cara vote, like dan juga tambah kan ke daftar favorite agar kalian bisa dapet notifikasi jika author up bab baru.


Maaf jika karya author ini gak asik maklum author juga manusia yang tak luput dari kesalahan, author juga baru belajat nulis jadi maaf kalo gak asik gak rame dan gak berkesan:( Author udah kerja keras untuk membuat karya ini, di mohon untuk yang suka karya author tolong di vote dan like nya🙏


Note: Dimasa pandemi ini kalian kesayangan author harus pandai-pandai menjaga kesehatan agar terhindar dari covid-19.


-Pakai masker


-Cuci tangan

__ADS_1


-Jaga jarak.


Semoga kalian sehat sehat ya sayangg**..


__ADS_2