Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 35


__ADS_3

Pagi hari di Inggris, Avin bangun dari tidur nya dengan tubuh dan wajah yang sakit. Nampak di kamar hoyel nya ada baju istri dan anak nya karena setahu Avin, Avin tak mengajak anak dan istrinya.


Avin keluar dari kamar nya, terlihat istrinya yang tak lain ialah Rara dab anak nya, Rara yang sibuk memasak dan Vira anak yang kini sudah berusia 5 tahun sedang asyik menonton acara kartun.


"Kenapa kau tahu aku ke sini?" Tutur Avin duduk di mini bar.


"Tentu aku tahu, kau akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan Zen kembali" Balas Rara masih fokus dengan masakannya.


"Tentu saja dia cinta pertamaku, dan kau hanya wanita licik yang mejebakku!" Tutur Avin menyindir.


Rara berbalik menghadap Avin.


"Jika inginmu memiliki Zen kembali cerai kan aku, Vira akan aku bawa" Tutur Rara mulai menangis.


"Apa hak mu mengatur ku?!" Balas Avin bertanya dengan nada sentakan.


"Aku istrimu! Istri sah mu, Zen memiliki hidup yang baru dengan pasangannya dan kau harus mengerti akan keadaannya sekarang!" Tutur Rara menangis.


Saat sedang bertengkar hebat, Vira yang menyaksikan perdebatan orang tuanya merasa takut dan menangis, Rara mematikan kompor nya dan menghampiri Vira yang sedang menangis.


Seketika Avin terdiam melihat istri dan anak nya, seperti nya Avin memang tak harus mengusik Zen karena Zen telah menemukan pilihan hati nya.


Avin berjalan menghampiri Rara dan Vira yang menangis bersama di depan televisi, Avin menghapus air mata istri dan anak nya, perlahan Avin memeluk istri dan anak nya.


"Maaf kan aku, aku hanya terobsesi dengan Zen sehingga aku lupa akan kau dan Vira" Tutur Avin menyesal.


Rara terkejut dengan keputusan Avin kali ini, bahwa Avin akan mengikhlas kan Zen dengan pasangannya sekarang.


"Kau berjanji" Tanya Rara meyakinkan.


"Ya aku berjanji" Balas Avin mencium kening Rara.


 


Zen tengah sarapan dengan nenek nya seperti biasa.


"Zen, apa kau tak mau menikah?" Tanya Nyonya Lista.


Zen yang tengah asik menguyah makanan nya mendadak tersedak mendengar pertanyaan nenek nya, Zen mengambil air susu yang ada di hadapan nya.


"Nek apaan sih pertanyaan kok gitu" Tutur Zen.


"Usia mu sudah matang, teman-teman mu kini sudah menikah bahkan ada yang sudah memiliki anak" Balas Nyonya Lista.


"Aku ingin menikah dengan seseorang nek, tapi aku takut nenek akan menentangnya" Tutur Zen.


"Siapa?" Balas Nyonya Lista penasaran.


"Ken" Tutur Zen singkat.


"Sudah nenek duga pasti kau dan Ken saling mencintai" Balas Nyonya Lista senang.

__ADS_1


"Nenek tak marah?" Tanya Zen meyakinkan.


"Kenapa nenek harus marah? Dulu saja kalian pernah di jodoh kan namun sama-sama menolak nya" Balas Nyonya Lista.


Dengan jawaban yang memuaskan bagi Zen dari nenek nya membuat hati Zen yakin untuk menjalin ikatan yang sah dengan Ken.


Usai sarapan Zen balik menuju kamar nya karena hari ini hari libur jadi Zen santai di rumah.


Zen berbaring di ranjang king size nya, diarah ponsel nya yang masih di carger. Saat menyalakan ponselnya nampak ada notifikasi dari Zen dan grup para sahabat nya.


Mr. Tampan.


Selamat pagi nona, selamat weekend.


Zen membalas pesan dari pujaan hatinya, usai dengan pesan Ken, Zen membuka grup sahabatnya.


Arul:


Reuni yu, rindu nih aku sama istri ada di Inggris nih lagi holiday.


Rara:


Ayo, aku dan suami juga lagi di Inggris nih.


Kevin:


Aku di Inggris lagi ada kerjaan, paling kalo mau reuni nanti malem.


Rara:


Zen, kamu ikut?.


Tertera Rara memangil nama Zen di dalam teks percakapan grup.


Zenaya:


@Rara, aku ingin ikut karena ingatan ku sudah pulih, namun aku takut akan suami mu.


Arul:


Wii, keren nih sahabat aku yang satu ini udah pulih.


Kevin:


Ayo gas aja kita reuni.


Rara:


Tak apa Zen, kini Avin sudah mengikhlas kan mu dengan pria lain.


Zenaya:

__ADS_1


Iyakah, baiklah nanti kita reuni di cafe langganan aku.


Zen bersyukur karena Avin kali ini sudah bisa melepaskannya.


Waktu siang hari tiba, Zen tertidur setelah berbincang dengan sahabat nya di grup whatsapp nya.


 


Ken sedang merapihkan pakaian kasulnya di apartemen nya, usai di lihat nya rapih Ken bergegas pergi menuju parkiran mobil, terparkir mobil sport warna hitam milik Ken yang di beli dengan uang nya sendiri hasil dari kerja kerasnya.


Ken melajukan mobilnya dengan senyuman manis nya dengan wajah yang masih ada luka bekas perkelahian tempo hari itu tak memudar kan ketampanan seorang Ken Wijaya.


Ken mampir sebentar ke toko souvenir, Ken melihat kotak musik kecil yang bisa merikues nama untuk cover kotak nya.


Ken membeli kotak musik itu dengan yang bertuliskan ZK yang artinya Zen Ken, Ken meminta pelayan toko untuk membukus nya. Setelah selesai Ken kembali melajukan mobil nya menuju kediaman Nyonya Lista.


Setengah jam perjalanan akhirnya Ken tiba di kediaman Nyonya Lista, satpam yang Ken kenal membuka pintu pagar untu Ken.


Ken memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah Nyonya Lista bersandingan dengan mobil spory merah muda milik Zen.


Saat turun dari mobil, Ken melihat Nyonya Lista sedang menyiram tanaman nya di taman yang ditumbuhi rumput hijau halus dan berbagai macam bunga.


Ken menghampiri Nyonya Lista.


"Siang Nyonya" Sapa Ken ramah.


Nyonya Lista melihat pada arah sumber suara.


"Ken, bukan kah hari ini hari libur? Kenapa kau datang?" Balas Nyonya Lista bertanya.


"Saya hanya ingin bertemu dengan nona Zen" Tutur Ken.


Nyonya Lista melihat Ken membawa paperbag yang sangat cantik.


"Ken, apa kau tak mau menikahi Zen?" Tanya Nyonya Lista.


Apa? Kenapa Nyonya bertanya begitu? Apa Nyonya tak merestuiku dengan Zen. Batin Ken.


"Maksu Nyonya?" Balas Ken bertanya balik.


"Aku tahu kau menyukai Zen, Zen tadi pagi jujur jika dirinya menyukai mu" Tutur Nyonya Lista.


"Ya benar Nyonya saya dan nona Zen saling menyukai, namun saya tahu posisi saya" Balas Ken menunduk.


"Jika kau serius nikahi dia, usia kau dan Zen sudah sangat matang untuk membina rumah tangga" Tutur Nyonya Lista tersenyum.


"Apakah Nyonya merestui saya?" Tanya Ken.


"Tentu saja Ken dan jangan sakiti hati Zen" Perintah Nyonya Lista.


Dari teras nampak Zen keluar dengan pakaian kaos dan celana pendek nya sedang menguap, Nyonya Lista dan Ken yang melihat Zen keluar dengan keadaan kumel menjadi tertawa.

__ADS_1


"Lihat anak itu, selalu begitu dari dulu" Tutur Nyonya Lista dengan tawa nya.


__ADS_2