Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 42


__ADS_3

Rara yang melihat perubahan wajah Bu Tari merasa heran mengapa Bu Tari tak bahagia mendengar anak nya akan menikah.


p"Ada apa bu?" Tanya Rara.


"Tak ada" Bu Tari berbohong.


Usai memesan gaun yang di pilihnya Rara pamit untuk menyusul anak dan suami nya menuju minimarket.


--


London, Inggris.


Ken sudah tiba di kedianan Nyonya Lista, Nyonya Lista menyambut Ken dengan senang.


"Masuklah Ken" Ajak Nyonya Lista.


Ken masuk mengikuti Nyonya Lista, Ken di persilahkan duduk sedangkan Nyonya Lista pergi memamggil Zen. Selang tak beberapa lama Zen datang dengan pakaian yang rapih namun Zen memakai atasan yang menampakan pundak nya.


"Ken kau sudah tiba" Tutur Zen.


"Sudah baru saja nona" Balas Ken.


"Ayo pergi" Ajak Zen.


"Tunggu nona saya mendapatkan pesan dari Kenya bahwa besok ada meeting penting dengan perusahaan dari Amerika" Balas Ken.


"Baik besok aku akan pergi ke kantor tapi sekarang mari kita pergi mengurus masalah pernikahan agar besok selesai" Tutur Zen.


"Baik nona" Balas Ken.


Ken dan Zen pergi menuju tempat WO lalu memboking hotel untuk di selenggarakan nya pesta pernikahan mereka. Usai semua beres Zen dan Ken mulai untuk fiting gaun dan jas untuk pernikahan mereka.


Semua masalah pernikahan sudah selesai dan besok Zen sudah bisa bekerja kembali, sebelum pulang Zen dan Ken mampir ke sebuah resto untuk mengisi peutnya karena sekarang sudah waktunya makan malam.


Zen dan Ken tengah menunggu makanan yang di pesannya, dalam hati Ken ada rasa gundah akan menjadi suami Zen karena Ken bekerja pada Zen.


"Nona" Tutur Ken.


"Ya, kenapa?" Balas Zen.


"Bisakah setelah kita menikah kita tak tergantung lagip dengan Nyonya Lista" Tutur Ken.


"Mengapa memang nya?" Tanya Zen.

__ADS_1


"Setelah menjadi suanona nafkah dari hasil kerja saya jika saya tergantung denganmi nona, saya ingin memberikan Nyonya Lista sama saja saya menafkahi nona dari uang nona sendiri karena yang menggaji saya nona" Balas Ken.


"Hem jadi begitu, lalu kau akan bekerja apa Ken?" Tanya Zen.


"Saya ingin merintis usaha saya sendiri, membangun kantor saya dan menafkahi nona dengan uang hasil saya sendir, saya mempunyai tabungan saya sendiri dan hak waris dari ayah saya. Saya menyimpan semua nya agar kelak saya menikah saya tak kesusahan" Balas Ken.


"Jika itu mau mu aku akan mengikutimu, dan perusahaan aku akan aku alihkan kepada nenek kembali" Tutur Zen.


"Terimakasih nona sudah mau mengerti saya" Tutur Ken tersenyum.


"Tak apa Ken" Balas Zen.


Makanan yang di pesan Zen dan Ken pun tiba, dengan lahap Zen menghabiskan makanan nya tak ada rasa malu bahwa Zen makan sangat terburu-buru di hadapan Ken dan Ken yanh melihat nya hanya tersenyum.


--


H-1 pernikahan Zen dan Ken, kini Zen tengah sibuk dengan rasa gugup nya untuk hari esok. Sahabat Zen yang tak lain ialah Rara dan Vanka datang menemui Zen di rumah Nyonya Lista.


Nyonya Lista yang sam sibuk nya dengan Zen karena kerabat dan keluarga besar nya datang, Pak Ali ayah nya Zen pun datang dengan keluarga nya.


Rara yang menuntun Vira bersama dengan Vanka yang tengah mengandung usia 1 bulan terlihat memasuki area rumah Nyonya Lista. Rara dan Vania di sambut oleh Elle ibu tiri Zen.


"Permisi apa saya bisa bertemu Zen?" Tutur Vanka.


"Boleh silahkan, Zen ada di kamarnya" Balas Elle.


"Ibu siapa mereka?" Tanya Jessie.


"Mereka teman kakak mu Zen" Balas Elle.


Elle beserta Rara dan Vanka meninggalkan Jessie yang sibuk membantu persiapan pernikahan Zen. Tak selang beberapa lama Elle tiba di depan kamar Zen, Elle membuka pintu dan nampak Zen melirik pada arah Elle.


"Zen sahabat mu kemari" Tutur Elle.


Rara dan Vanka berserta Vira masuk ke dalam kamar Zen, Zen senang sahabatnya datang kemari. Zen berlari memeluk kedua sahabatnya, Rara dan Vanka menyambut pelukan Zen.


"Aku rindu kalian" Tutur Zen.


Elle berpamitan untuk kembali membantu yang lainnya dan Zen mengizinkannya.


Rara dan Vanka duduk di ranjang king size Zen, sedangkan Vira bermain di kamar Zen.


"Bagaimana perasaan mu Zen, kau sebentar lagi akan menjadi istri" Tutur Vanka.

__ADS_1


"Aku kamu akan menjadi perawan tua" Ejek Rara.


"Kau ini Ra dari dulu suka saja mengejek, aku sangat senang Van tapi aku gugup" Balas Zen.


"Nanti juga ilang gugup nya Zen" Tutur Vanka.


Mereka saling asik membagi ceritanya masing-masing setelah menjalani kehidupan baru.


Tak beda dari keadaan Zen yang tengah gugup karena besok akan melepaskan masa sendiri nya, Ken yang tengah sibuk dengan rumah baru nya untuk di jadikan hadiah pada Zen, keluarga besar Wijaya yang berada di Paris tiba kemarin sore untuk menghadiri acara pernikahan Ken.


Ken yang masih tak percaya dengan semuanya bahwa ia akan menikah dengan pujaan hati nya dulu, dulu yang sempat di jodoh kan namun sama-sama menolak.


Saat sedang sibuk dengan persiapan pernikahan tiba-tiba ponsel Ken berdering menandakan ada yang menelponnya, dilihat nya layar ponsel dan tertera nama Arul yaitu sahabat Zen, Ken menekan panel ponsel menjadi hijau untuk mengangkatnya.


*Hallo Ken. Sapa Arul.


*Ya hallo tuan Arul. Balas Arul.


*Panggil aku Arul, Ken. Tutur Arul.


*Maaf baiklah Arul, ada apa?. Balas Ken.


*Vanka menelpon ku tadi, Vanka sedang bersama dengan Zen dan Vanka memberitahukan ku bahwa kau akan mendirikan perusahaan baru. Tutur Arul.


*Ya saya akan mendirikan perusahaan baru. Balas Ken.


*Kapan kau akan meresmikannya Ken?. Tanya Arul.


*Mungkin setelah pernikahan, kenapa memang. Balas Ken bertanya.


*Aku, Kevin dan Avin akan berencana menanamkan modal di perusahaan mu nanti, jadi kita bisa bekerjabersama. Tutur Arul.


Ken senang karena belum perusahaan nya di resmikan, Ken sudah mendapatkan modal usaha.


*Baiklah terimakasih atas rencana kalian, nanti saat perusahaan ku sudah resmi saya menerima modal pusaha kalian.


*Baiklah Ken cepat resmikan dan sampai berjumpa besok di pernikeahan mu. Tutur Arul.


Arul menutup telponnya nya, usai telponya di tutup oleh Arul perasaan Ken sangat senang sehingga membuat bibinya yang melihat tingkah laku Ken merasa heran, bibi Ken menghampiri Ken yang sedang melompat-lompat seperti anak kecil.


"Ada Ken rasa nya kau sangat senang" Tutur bibi Ken membuat Ken merasa malu.


"Bibi, aku tak apa bi" Balas Ken malu.

__ADS_1


"Kau ini Ken, Ken jika besok kau sudah menjadi suami sah dari cucuk Nyonya Lista bibi harap kau tak melukai hatinya atau pun meninggalkan nya. Dan untuk peresmian perusahaan mu setelah pernikahan bibi harap juga kau tak besar kepala atas apa yang kau punya sekarang. Ayah dan ibu mu pasi bangga putranya kini telah dewasa dan akan memiliki seorang istri" Tutur bibi Ken dengan menatap Ken.


"Bibi aku tak akan membuat Zen menangis atau pun meninggalkan nya dan aku pun tak akan besar kepala atas apa yang aku miliki sekarang dan juka aku selalu mendoakan ayah dan ibu agar tenang disana tak lupa pula aku mendoakan bibi dan paman yang telah merawat ku hingga aku dewasa" Balas Ken memeluk bibinya.


__ADS_2