
Pagi hari yang cerah Zen terbangun dari kecelakaan yang di alami nya, Zen menetral kan mata nya yang masih kabur.
Perlahan Zen melihat sekekeling ruangan yang Zen tempati, mata Zen terhenti pada wanita yang tak terlalu tua sedang terlelap tidur di sofa.
Zen mencoba bangun dari rebahan nya, saat memcoba bangun kepala Zen terasa sakit membuat mulut Zen reflek mengerang yang membuat wanita yang adi sofa terbangun.
"Aww sakit.." Ringis Zen kesakitan.
Wanita yang sedang tidur itu terbangun dan langsung menghampiri Zen.
"Zen, kau sudah bangun nak" Ucap Bu Tari senang.
Wanita yang tertidur tadi ialah Bu Tari, ibu Zen yang setia menemani Zen.
"Siapa Zen, dan maaf siapa anda?" Tanya Zen bingung.
Bu Tari terdiam sejenak dan memikirkan bahwa Zen amnesia.
"Oh iya, kamu adalah anak ku. Aku ibu mu, nama ibu adalah Tari dan kamu anak ibu yang bernama Zenaya Callista. Kemarin kamu mengalami kecelakaan mobil yang membuat kamu lupa ingatan" Balas Bu Tari menjelaskan.
Zen mencoba mengingat nya namun tak kuasa kepala Zen terasa sakit yang membuat Zen meringis kesakitan.
Bu Tari panik dengan keadaan Zen, dengan sigap Bu Tari memanggil dokter dan tak lama dokter pun tiba dengan seorang perawat.
"Doctor what happened to my child" Tanya Bu Tari khawatir.
"Ma'am, calm down first, and please wait outside and the doctor will examine it" Balas si perawat menyuruh Bu Tari untuk keluar.
Bu Tari terpaksa keluar dan membiarkan dokter memeriksa keadaan Zen.
Dari arah ujung koridor terlihat Nyonya Lista dan Ken yang di ikuti Pak Ali dan Elle di belakang nya.
"Tari mengapa kau di luar? Bagaimana dengan Zen?" Tanya Nyonya Lista heran.
Bu Tari menangis memeluk ibu nya.
"Tadi Zen bangun, tapi Zen tak mengenali ku bu dan sekarang dokter sedang memeriksa Zen" Balas Bu Tari.
Selang beberapa menit dokter dan perwat keluar dari ruangan Zen.
"How is the doctor?" Tanya Nyonya Lista
"Patient is okay, madam, just don't be forced to remember about him. And one more thing the patient will remember someone who was last seen" Balas dokter seraya berpamitan untuk kembali bekerja.
"Siapa yang terakhir bertemu dengan Zen?" Tanya Nyonya Lista.
"Saya terakhir bertemu nona Zen di loby hotel saya dan setelah itu saya mendapatkan Zen kecelakaan" Balas Ken.
"Em dan sekarang kau yang harus membantu Zen mempulihkan ingatan nya" Ucap Nyonya Lista serius.
__ADS_1
"Baik nyonya besar" Balas Ken tersenyum pasrah.
-----
Hari ini Vanka dan juga Arul sedang melakukan honey moon nya di London, Vanka memilih London agar Vanka bisa bertemu dengan Zen karena sekarang Vanka mengikuti Arul tinggal di Indonesia.
Kemarin Vanka dan Arul sudah menginjakan kaki nya di London, sekarang Vanka dan Arul bersiap untuk menuju kantor milik Zen untuk bertemu nya di sana.
Arul melajukan mobil yang di beli nya untuk di pakai saat di sini saja.
Vanka mengarah alamat ke pada Arul menuju kantor milik Zen, selang setengah jam akhir nya Vanka dan Arul sampai di kantor Zen.
Arul dan Vanka menginjak loby kantor dan tanpa di sengaja Vanka dan Arul berpapasan dengan Kenya yaitu sekretaris Zen.
"Halo nona Vanka" Sapa Kenya ramah.
"Halo Kenya, mau kemana nih sibuk banget kayak nya?" Balas Vanka bertanya.
"Hehe nona bisa aja" Balas Kenya tersenyum.
"Oh ya Kenya, kenalkan ini Arul suami ku plus sahabat Zen" Ucap Vanka memperkenalkan Arul.
"Salam kenal tuan, saya Kenya sekretaris nona Zen" Ucap Kenga sopan.
"Baik" Balas Arul datar.
"Apa Zen ada?" Tanya Vanka.
"What?! Kemana mereka? Jangan-jangan mereka pacaran yah?" Balas Vanka bertanya.
"Ish.. Bukan nona Vanka. Tapi yang benarnya adalah nona Zen mengalami kecelakaan tuan Ken di rumah sakit untuk melihat nona Zen" Balas Kenya.
Vanka dan Arul sempat kaget mendengar Zen kecelakaan, dan dengan sigap Vanka meminta alamat rumah sakit tempat Zen di rawat setelah mendapatkan alamat nya Vanka dan Arul pamit untuk menemui Zen.
Arul melajukan mobil nya menuju rumah sakit yang tertera di alamat yang di berikan Kenya, cukup jauh jarak kantor Zen menuju rumah sakit nya hingga memakan waktu selama satu jam.
Selang satu jam Arul dan Vanka sampai di rumah sakit, dengan buru-buru pasangan suami istri itu melangkah kan kaki nya memasuki loby rumah sakit dan bertanya pada resepsionis.
Saat akan bertanya, Vanka memlihat sosok Nyonya Lista dan Bu Tari akan keluar dari rumah sakit, dengan sigap Vanka menghampiri nya dan meninggal Arul di meja resepsionis.
"Nyonya Lista" Teriak Vanka.
Nyonya Lista dan Bu Tari menghentikan langkah nya kemudian menoleh pada sumber suara. Di lihat nya Vanka yang tergesa-gesa menghampiri nya.
"Vanka, kau di sini?" Tanya Nyonya Lista.
"Iya nyonya" Balas Vanka dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Ada apa? Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Bu Tari.
__ADS_1
"Begini nyonya besar dan nyonya muda, Vanka ke sini buat honeymoon sama suami rencanya Vanka mau bertemu Zen, Vanka datang ke kantor Zen lalu bertanya pada Kenya terus kata Kenya, Zen kecelakaan ya udah Vanka ke sini" Balas Vanka panjang lebar.
"Jadi cerita nya kau ingin menjenguk Zen?" Tanya nyonya Lista.
Bu Tari langsung memberikan alamat ruang inap Zen, dan langsung menarik ibu nya untuk langsung pergi ke kantor Zen.
Usai mendapat kan alamat nya, Vanka menarik Arul yang masih diam mematung di meja resepsionis.
Vanka dan Arul memasuki lift menekan tombol menuju lantai 3 ruangan VVIP.
Ting...
Pintu lift terbuka, Vanka menuntun Arul menuju ruangan Zen terlihat di ujung koridor ada Ken yang duduk di bangku rumah sakit.
"Ken.." Teriak Vanka.
Ken menoleh dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Nona Vanka" Balas Ken.
"Zen dimana?" Tanya Vanka khawatir.
"Ada di dalam, mari" Ajak Ken menuntun Vanka dan Arul.
Saat masuk di dapati nya Zen yang sedang melamun melihat ke sembarang arah.
"Nona" Ucap Ken lembut.
Zen menoleh ke arah Ken.
"Ya ada Ken?" Tanya Zen.
"Nona kedatangan dua sahabat nona, nona Vanka dan juga tuan Arul" Balas Ken mengingatkan.
"Sungguh aku tak ingat jika mempunyai sahabat Ken" Balas Zen menangis.
"Kenapa Zen, Ken?" Tanya Arul.
"Nona mengalami kecelakaan yang membuat ingatan nya hilang, nona hanya ingat pada saya yang terakhir kali di lihat nya" Balas Ken.
Vanka tak kuasa melihat Zen yang amnesia, kepala nya di selimuti perban putih.
Kenangan Vanka dan Zen saat kecil harus terhapus, Vanka menangis dalam pelukan suami nya, suami Vanka pun ikut bersedih karena suami Vanka pun adalah sahabat Zen.
----
Haii raeders ku, maaf nih author jarang up di karena kan kuota author abis);
Eh tapi dukungan redaers buat author jangan ikutan abis juga dong); yuu dukung author dengan cara komentar, like dan vote nya jika berkenan.
__ADS_1
Dan jangan lupa buat mampir ke karya author yang baru nih tinggalkan jejak juga di sana yah.
Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner.