Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 16


__ADS_3

Setelah beberapa jam di pesawat, akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna. Zen dan Ken telah turun dan membawa koper nya masing-masing, Ken mencari taxi agar mengantar Zen dan dirinya ke hotel yang telah di boking.


Usai mendapatkan taxi, taxi meluncur menuju tempat yang akan di tuju. Suana negara ini sangat berbeda dengan negara nya Zen, Inggris.


Membuat Zen ingin pindah dari Inggris ke Dublin-Skotlandia tetapi pasti Nyonya Lista akan menentang ide nya Zen.


30 menit akhirnya Zen dan Ken tiba di hotel yang sudah di boking sebelumnya oleh Ken, Ken memberi ongkos beberapa lembar mata uang di negara ini.


Dengan sigap Zen dan Ken memasuki loby, Ken mendatangi meja resepsionis untuk reservasi kamarnya dan kamar Zen. Setelah sielesai, Zen dan Ken memasuki lift. Lift terbuka Zen dan Ken masuk bersama.


Setelah menemukan kamarnya masing-masing Zen dan Ken berpisah. Zen masuk kedalam kamar nya dan langsung mandi karena cuaca di Skotlandia sangat panas hari ini, tak jauh dari Zen, Ken pun sama mengguyurkan tubuhnya di bawah shower karena tubuh nya sudah sangat lengket.


Usai Zen mandi, Zen memilih dres yang ia bawa, yang cocok di pakai dengan cuaca panas. Zen keluar dari kamar nya lalu mengetuk pintu kamar Ken yang bersebrangan dengan kamarnya.


Tok...Tok...Tok..


Pintu kamar Ken di ketuk dengan sigap Ken membuka pintu nya, penampilan Ken yang sangat menawan dengan pakian kasual menambah daya tarik Ken.


Ya ampun Ken.. Argh kau sangat tampan. Im really love you. Batin Zen.


Ken yang sedari tadi sudah membuka pintu bingung dengan perilaku Zen yanh diam mematung memandang dirinya.


"Nona.. " Ucap Ken.


Lamunan Zen buyar, Zen malu menatap Ken karena tingkah nya yang barusan pasti membuat Ken bingung.


"Nona kenapa? Dan ada apa nona ke kamar saya?" Tanya Ken menggoda.


"Ah aku gak apa-apa Ken, ayo jalan antar aku makan di caffe dekat sini. Aku sudah lapar" Ajak Zen sedikit malu


"Baik nona" Balas Ken singkat.


Zen dan Ken beriringan berjalan keluar dari lift, ketika hendak keluar dari wilayah hotel spontan Ken berteriak membuat Zen berbalik menghampiri Ken.


"Ada apa sih Ken? Kok teriak?" Tanya Zen penasaran.


"Saya akan mengantar nona keluar tapi saya


tidak tahu akan menggunakan kendaraan apa sedanga mobil nona dan mobil saya ada di Inggris" Balas Ken bingung.

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan Ken disini masih ada taxi dan lainnya, tapi untuk hari ini aku ingin berjalan kaki Ken" Ucap Zen tersenyum.


Zen melangkah kan kaki nya keluar kawasan hotel yang diikuti Ken dari belakangnya.


"Berjalan di samping ku Ken" Ucap Zen menoleh ke arah Ken yang sedang mengikuti nya.


"Tapi nona" Balas Ken bingung.


"Ayolah" Ucap Zen menggandeng tangan Ken.


Stop please nona. Nona membuat saya jatuh cinta kepada nona.Batin Ken.


Ken yang sangat bahagia ketika tangannya digandeng Zen namun Ken menyembunyikan kebahagiaan nya di dalam raut wajah yang dingin.


"Ken kita kesana dulu yah" Ajak Zen melihat lautan luas yang membentang dari bawah dengan banyak pagar di atas nya untuk pembatas dan ada bangku yang di sediakan karena tempat nya cocok untuk melihat sunset di sore hari.


"Baiklah nona" Balas Ken mengikuti Zen.


Zen melihat pemandangan laut yang terhampar luas sedangkan Ken duduk di bangku yang di sediakan.


Zen menghampiri Ken yang sedang duduk dan menebar senyumnya kita Zen menghampiri nya.


"Saya ingin bertanya nona" Ucap Ken serius.


"Silahkan saja" Balas Zen masih tetap memandang lautan.


"Apa nona pernah mersakan rasa nya di cintai dan mencintai" Tanya Ken.


"Aku tau, karena aku pernah mencintai seseorang namun orang tersebut pergi dan menikah dengan orang lain. Jika kau ingin tau rasanya pasti itu sangat sakit Ken" Balas Zen mata nya berkaca-kaca.


"Nona saya sedang mencitai seseorang tapi saya tidak tahu wanita itu cinta saya atau tidak" Ucap Ken gugup.


"Benarkah? Bawa wanita itu bertemu dengan ku Ken" Balas Zen semangat.


Arghh Ken, siapa wanita itu aku sangat mendengar perkataan mu. Batin Zen.


"Wanita sekarang bersama saya, di depan saya" Ucap Ken malu karena tidak sepantas nya Ken berucap begitu.


"Aku" Balas Zen kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Maafkan saya nona, karena saya sudah lancang mencintai nona. Segera saya akan mengajukan pengunduran diri pada Nyonya Lista" Ucap Ken beranjak dari duduk.


"Tunggu Ken" Balas Zen manahan tangan kekar Ken agar tidak pergi.


"Maafkan saya nona" Ucap Ken menunduk.


Zen memeluk tubuh Ken dari belakang membuat Ken kaget dan bahagia, tetapi Ken merasa malu atas kejujurannya pada Zen.


"Don't go please, Ken" Ucap Zen masih dengan pelukannya.


"Nona" Teriak Ken.


"Aku mencitai mu Ken, sangat mencintaimu" Teriak Zen dengan tangisan.


Ken membalikan tubuh karena mendengar isakan tangis Zen yang membasahi baju kasualnya.


Zen menatap lekat mata indah Ken dan kembali menitikan air mata.


Ken sigap memeluk tubuh Zen, Zen berlabuh pada dada bidang Ken.


"Berjanjilah tidak akan pergi, aku mencintai mu Ken" Ucap Zen dalam pelukan Ken.


"Saya terlalu rendah nona untuk bisa mencintai nona, walaupun saya tahu hati saya benar-benar ingin memiliki nona" Balas Ken.


"Berhentilah berucap begitu, meskipun kau bawahan ku. Tapi aku tidak sepicik itu untuk tidak menyukai mu Ken" Ucap Zen.


"Nyonya Lista?" Tanya Ken ragu.


"Nenek pasti bisa menerima keputusan ku Ken, dan kau masih ingat sewaktu nenek menjodoh kita tetapi kita sama-sama menolak? Jadi please Ken jangan pergi, kau satu-satu nya pria yang menyayangi ku dengan tulus bahkan ayah ku saja tidak menyayangi ku Ken" Balas Zen.


Ken mengangkat wajah sayu Zen, Ken menghapus air mata Zen yang membasahi pipi Zen.


"Saya tak akan pergi nona, karena saya mencintai anda" Ucap Ken menatap mata Zen.


"Aku tau pasti kau akan berkata seperti itu" Balas Zen kembali memeluk tubuh kekar Ken.


"Berhentilah menangis nona, ayo kita makan di caffe dekat hotel" Ajak Ken menggandeng tangan Zen.


Zen dan Ken berjalan menuju caffe yang dekat dengan hotel, karena Zen dan Ken berjalan jadi mereka memilih tempat yang dekat dengan lautan luas tadi dan hotel yang ada di sebrang bangku berjejer arah ke laut.

__ADS_1


Zen dan Ken merasa bahagia karena masing-masing dari mereka bisa menyatakan perasaan nya masing-masing.


__ADS_2