Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Kebodohan Zen


__ADS_3

Pagi hari yang indah dimana hari ini ialah hari libur bagi yang bekerja, Zen masih berguling kesana kemari di atas ranjang nya. Sean yang sudah aktif berjalan menuju kamar Zen dangan Tari di belakang nya untuk mengawasi.


Sean naik ke atas ranjang lalu menganggu Zen untuk bangun.


"Mommy jalan-jalan, mommy bangun" Teriak Sean(Ngomong nya ala anak kecil yab guys).


Zen membuka perlahan matanya, nampak sang buah hati sedang memainkan wajah Zen.


"Sayang" Tutur Zen mencium bibir Sean.


"Mommy jalan-jalan" Balas Sean merengek.


"Zen, ibu ke depan yah" Tutur Tari.


"Ah iya bu" Balas Zen.


Zen bangun dari tidur nya, kepala Zen sedikit pusing namun Zen masih bisa menahan nya.


"Mommy jalan-jalan" Rengek Sean.


"Sean.. Sean mau jalan-jalan udah mandi belum" Balas Zen.


"Udah mommy, udah" Rengek Sean.


"Mana mommy cium, wangi nggak yah" Balas Zen menciumi putra nya.


Zen menggendong Sean keluar dari kamar nya, saat keluar kamar nampak Ken sudah ada di ruang tamu bersama dengan nenek nya.


"Daddy" Teriak Sean, Akia menurun kan Sean. Sean berlari menghampiri Ken.


Ken menyambut putra nya dengan tangan melebar untuk pelukan.


"Daddy, mommy ayo jalan-jalan" Rengek Sean.


"Pergilah berpiknik lah Zen, Sean pasti sangat merindukan kasih sayang orang tuanya" Tambah Nyonya Lista.


"Zen ada kesibukan nek, Jessie dan Satria akan berkunjung kemari" Balas Zen melenggang pergi.


Sean sedih karena Zen tak mau jalan-jalan bersama, Ken memandangi putra nya.


"Sayang kita jalan-jalan berdua saja, pasti asik nanti daddy belikan mainan yang banyak untuk Sean" Hibur Ken.


Sean pun tersenyum dan menggauk, kemudian Ken menggendong Sean.


"Ken maaf kan Zen" Tutur Nyonya Lista.


"Tak apa Nyonya, saya dan Sean pamit untuk jalan-jalan" Balas Ken.


"Baiklah, have fun Sean. Jangan nakal yah nak" Tutur Nyonya Lista.


"Oke oma" Balas Sean.


Ken dan Sean berlibur bersama tanpa Zen yang menemani nya.

__ADS_1


Zen tengah sarapan dengan roti sanwich nya di tambah susu hangat untuk menghangatkan tubuh nya.


"Ibu kira kamu sudah berhenti mabuk" Tutur Tari yang sibuk memasak.


"Ibu jangan bahas masalah semalam, aku gak mabuk-mabuk banget bu buktinya aku pulang sendiri" Balas Zen.


"Pulang sendiri? Ngaco kamu tuh, kamu tuh pulang di gendong Ken" Tutur Tari.


"What!! Ken" Balas Zen kaget.


Zen mengingat bagaimana kejadian semalam, usai mengingat semua Zen merasa malu karena banyak mengoceh perihal Ken, dan Zen pula mengatakan bahwa ia masih mencintai Ken.


Ahh bodoh banget, Ken mendengar gak yah? Berharap sih nggak. Batin Zen malu.


"Masih suka kan sama Ken?" Tanya Tari penasaran.


"Ibu jangan ngaco deh, ayah Kim kemana?" Balas Zen bertanya.


"Ayah Kim ke gym olahraga" Tutur Tari.


"Ah iya bu nanti Jessie dan Satria kemari" Tutur Zen.


"Iya ibu tahu, tadi Elle memberitahukan ibu" Balas Tari.


"Bagus deh, aku mandi dulu bu" Tutur Zen pergi menuju kamar nya.


--


"Ken" Teriak Zavanya.


"Zavanya sedang apa?" Balas Ken menggendong Sean.


"Biasa memotret, siapa dia?" Tutur Zavanya menunjuk pada Sean.


"Anak ku, namanya Sean" Balas Ken, Sean melambaikan tangannya pada Zavanya.


"Hai Sean, kenalin calon mamah kamu. Mamah Zavanya" Tutur Zavanya mencium tangan Sean.


Ken terkejut dengan pernyataan Zavanya, tapi Zavanya berkata jika itu untuk menyenangkan hati Sean yang bermain tanpa ibunya.


Di arah lain nampak Vanka bersama dengan Arul dan Vio tengah bertamasya bersama, Vanka melihat Ken dan Sean serta juga Zavanya tengah bermain bersama.


Vanka memotret foto kebersamaan itu kemudian mengirim nya pada Zen.


"Sayang jangan ikut campur dengan masalah Zen dan Ken" Tutur Arul.


"Zen dan Ken sahabat ku sayang" Balas Vanka terus fokus pada Ken dan Sean.


"Terserah kau saja" Tutur Arul mengajak Vio bermain.


--


Selesai berdandan suara ponsel Zen berdering, Zen melihat nya nampak pesan dari Vanka. Saat membuka nya emosi Zen memuncak karena putra nya di sentuh oleh Zavanya.

__ADS_1


Dengan bergegas Zen berlari keluar rumah melewati Nyonya Lista dan juga Tari yang tengah menikmati teh bersama.


Zen melajukan mobilnya menuju taman kota yang Vanka sherlock ke ponsel nya, karena jarak nya yang dekat membuat waktu Zen singkat sampai.


Zen keluar dari mobil kemudian memasuki area taman, Zen melirik sekitar untuk mencari Sean dan ketemu. Zen dengan gesit berlari kemudian mengambil Sean paksa.


"Jangan sentuh anak ku!!" Tutur Zen menggendong Sean.


"Apa-apaan sih Zen, kami hanya bermain" Balas Ken.


"Jangan pernah datang menemui Sean kembali!!" Teriak Zen.


Sean menangis melihat pertengkaran antara Zen dan Ken.


"Mommy jangan marah, Sean nggak nakal, Sean main sama daddy dan mamah" Tutur Sean menangis.


Vanka dan Arul beserta Vio ikut mendekat pada Ken dan Zen yang tengah bertengkar.


"Bawa Sean ke mobil Van" Teriak Zen marah.


Vanka, Arul beserta Vio dan Sean kembali menuju mobil Zen.


"Apa yang kau ajarkan pada anak ku? Mamah? Kau mau jadi mamah Sean? Tidak bisa Zavanya!" Tutur Zen marah.


"Tante kenapa sih kaya yang gak suka Zavanya deket sama Ken" Balas Zavanya acuh.


"Liat calon istri mu! Tidak tahu sopan santun!!" Teriak Zen.


Ken meminta Zavanya untuk pulang, Ken tak mau jika Zen mengamuk di area umum.


"Maaf Zen, aku tak tahu jika Zavanya kemari! Dan aku tekan kan bahwa aku tak menyukai Zavanya. Dia aku anggap sebagai keponakan" Tutur Ken membela.


"Masa bodo! Jangan pernah datang menemui Sean lagi!! Nama Sean akan aku ganti, dan aku pastikan tidak akan ada Wijaya di dalama nama Sean!!" Balas Zen emosi.


Zen pergi meninggalkan Ken, Ken mengejar nya kemudian memegang tangannya.


"Apa kau tak kasian pada Sean? Sean akan sedih jika kau menjauhkan kami" Tutur Ken.


"Nanti aku bilang pada Sean bahwa ayah mati!" Balas Zen.


"Apa kau sungguh membenci ku? Apa rasa cintamu padaku hilang?" Tanya Ken.


"Pertanyaan bodoh! Jawaban iya!" Balas Zen melepaskan pegangan tangan Ken.


Aku percaya kau tak membeci ku, dan aku percaya rasa cintamu padaku belum hilang Zen. Batin Ken.


--


Ayo dong guys dukung Zen dan Ken dengan like dan vote kalian, satu klik like dan vote kalian sangat berarti buat author.


Author merasa senang jika kalian mensupport author dengan like dan vote kalian.


Gomawo chingu.

__ADS_1


__ADS_2