
Beberapa bulan dari pertengakaran Zen dan Ken.
Hari berganti sampai detik ini Zen belum ingin mendengarkan penjelasan Ken, niat Zen untuk bercerai sudah bulat bahkan minggu yang akan datang Zen dan Ken harus menghadiri sidang pertama perceraian nya.
Zen yang tengah mengandung dengan usia kandungan yang akan menginjak 5 bulan masih giat bekerja di kantor nya sendiri.
Zen tengah di sibukan dengan dokumen yang menemupuk di meja nya, sampai ketukan di pintu ruangan Zen mengejutkan Zen.
"Masuk" Teriak Zen.
"Maaf nona, nanti siang ada rapat bersama petinggi saham di sebuah resto" Tutur Kenya.
"Baik lah Kenya" Balas Zen yang masih fokus dengan tumpukan dokumen.
Kenya yang sudah selesai melapor undur diri untuk melanjutkan pekerjaan nya, usai Kenya keluar tak beberapa lama datang lah Vanka.
"Haii bumil!!" Teriak Vanka.
"Pelankan suara mu, kau mengganggu anak ku" Balas Zen.
"Maafkan" Tutur Vanka.
Vanka duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Ada apa?" Tanya Zen.
"Makan siang bareng" Balas Vanka manja.
"Aku ada rapat" Tutur Zen melirik pada Vanka.
"Yah, eh ngomong-ngomong kau jadi bercerai dengan Ken" Tutur Vanka.
"Aku sudah memikirkan nya sejak 4 bulan terakhir, dan aku juga sudah mengatakannya berkali-kali" Balas Zen menekan.
"Apa kau tak ingin mendengarkan penjelasan Ken?" Tanya Vanka.
"Tak mau, buang-buang waktu saja" Balas Zen cuek.
"Bagaimana jika kau salah paham?" Tanya Vanka.
"Aku sudah bulat dengan keputusan ku dan aku akan menanggung frekuensi nya" Balas Zen.
"Baiklah aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga mu" Tutur Vanka berdiri dari duduk nya melangkah pada Zen kemudian memeluk nya.
--
Ken tengah merenung di meja kerja nya sampai ketukan di pintu ruangan Ken membuyarkan lamunan Ken.
"Permisi Pak Ken tadi saya sudah mengetuk namun Pak Ken tak menjawab" Tutur Arga sekretaris Ken yang baru karena Sarah sudah di cepat.
"Ya ada apa?" Tanya Ken.
"Siang nanti ada rapat dengan petinggi saham di resto yang sudah di tentukan" Balas Arga.
__ADS_1
"Baiklah" Tutur Ken.
Arga berpamitan untuk bekerja kembali sedangkan Ken kembali melanjutkan lamunan nya.
Apa-apaan ini? Aku mengalami rumah tangga yang hancur!! Bahkan sekarang Zen sedang mengandung anak ku!!!. Arghh sialannn!!. Batin Ken murka.
Ponsel Ken berdering menandakan ada yang menelpon dengan cekatan Ken meraih nya, tertera nama Nyonya Lista di layar ponselnya.
*Ken. Sapa Nyonya Lista.
*Ya nek?. Balas Ken.
*Bagaimana kelanjutan kau dan Zen?. Tanya Nyonya Lista.
*Saya tak tahu nek karena sampai saat ini Zen pun enggan bertemu dengan saya, saat saya menghampiri kantornya malah banyak bodyguard yang menghadang saya. Minggu depan saya harus mendatangi sidang pertama perceraian saya. Tutur Ken sedih.
*Nenek akan membantu mu Ken, membatu semampu nenek. Balas Nyonya Lista.
*Terimakasih nek. Tutur Ken.
*Yasudah nenek tutup telpon nya. Balas Nyonya Lista.
Ken membuka laci meja nya, kemudian Ken mengambil surat dari pengadilan Inggris. Ken menangis melihat surat yang berisi perihal perceraian nya.
Ken berteriak meratapi rumah tangganya yang hancur, teriakan Ken terdengar sampai ke meja Arga sekretaris nya.
Arga tahu apa yang sedang Ken hadapi karena Arga masuk kantor Ken atas rekomendasi Arul dan Arul menceritakan permasalahan Ken dan Zen.
Arga ikut sedih karena atas kesalahan pahaman nya Ken dan Sarah membuat tekad Zen bulat untuk bercerai tanpa Zen mendengarkan alasan Ken.
--
Nyonya Lista dan Tari ikut sedih dengan keputusan anak nya yang masih labil, keputusan yang di ambil tanpa kepala dingin.
"Bagaimana ini bu, Zen dan Ken minggu depan akan ada sidang pertama?" Tutur Tari cemas.
"Ibu tak bisa menghalangi Zen, kau tahu sendiri bagaimana sikap Zen yang masih labil" Balas Nyonya Lista sama cemas nya.
Nyonya Lista dan Tari sudah memperingati Zen dengan keputusan yang Zen ambil namun Zen tetap pada pendirian nya, sampai Zen muak mendengar nenek dan ibu nya dan memilih Zen minggat dan sekarang Zen tinggal di apartemen.
--
Jam istirahat kantor tiba Zen dan Kenya sudah siap untuk datang ke resto tempat bertemunya dengan para petinggi saham.
Zen dan Kenya akan mempersentasikan kinerja perusahaan nya untuk mendapatkan investasi saham yang lebih besar lagi.
Zen dan Kenya memasuki mobil milik Zen yang berwarna gold, mobil milik Zen ini keluaran terbaru.
"Nona jangan ngebut, ingat nona sedang hamil" Tutur Kenya memperingatkan.
"Terimakasih Kenya, aku tahu itu" Balas Zen tersenyum.
Zen melajukan mobil nya menuju resto yang telah di tetapkan.
__ADS_1
Satu jam di perjalanan akhirnya Zen dan Kenya tiba, saat keluar dari mobil Zen berpapasan dengan Arul dan Kevin.
"Ibu pemilik ZEN Group" Teriak Arul.
"Makin buncit aja Zen" Tambah Kevin.
"Sahabat ku, Avin mana?" Balas Zen.
"Avin di Dubai, buka cabang baru" Tutur Kevin.
"Wih makin pesat aja" Balas Zen.
"Tapi masih pesat ZEN GROUP, perusahaan terbesar se-Asia" Tutur Arul.
"Bisa aja" Balas Zen tersenyum.
"Yu masuk" Ajak Kevin.
Arul dan Kevin tak ingin membahas tentang perceraian Zen karena Arul dan Kevin tak ingin membuat Zen sedih.
Sahabat lama itu bersamaan masuk ke dalam resto VVIP yang sudah di pesan oleh pihak pemegang saham, sekretaris masing-masing pun ikut bersama dengan CEO nya.
Zen duduk di apit oleh Arul dan Kevin dan tak lama kemudian rapat akan segera di gelar, saat memberikan kata pembuka pintu ruangan VVIP di ketuk, dengan sigap si bodyguard membuka nya nampak Ken dan Arga sekretaris nya.
"Maaf saya terlambat" Tutur Ken.
"Tak apa Pak Ken, silahkan masuk" Balas si petinggi saham.
Zen bertatap dengan Ken yang status nya bakal menjadi mantan suami, sedang kan Ken yang melihat wajah istrinya ingin sekali mengecup dan memeluknya.
Tersirat dari tatapan Ken bahagia ketika melihat kandungan Zen sehat.
Aku rindu tatapan mu di setiap bangun dan tidur ku dulu. Batin Ken menangis.
Aku masih mencintai mu tapi tak tahu mengapa penghianatan yang kau sebut salah paham itu masih membekas di hati ini. Batin Zen.
Ken duduk di sebrang Zen bersama dengan sekretaris nya.
"Bakal ada perang rumah tangga" Tutur Arul berbisik pada sekretaris nya.
Sekretaris Arul hanya memberi senyuman karena sekretaris Arul tahu bahwa bos nya itu doyan bergosip.
Usai semua tamu lengkap si petinggi mulai acaranya dengan memberi salam pembuka, lalu setiap perusahaan menjelaskan bagaimana kinerja perusahaan nya masing-masing sehingga kinerja nya menarik si petinggi agar berinvestasi lebih.
---
Vote dan like nya yuu kencengin napasi.
Buat musim pertama bakal banyak adegan kontra nya yaa..
Yuu follow akun media sosial author.
fb: Rsmnttan
__ADS_1
Ig: @tannrsmt_