
*London, Inggris.
Pagi hari Ken sudah bersiap menggunakan setelan jas nya untuk berangkat menuju perusahaan Zen.
Ken hirup udara dan membuang nya dengan kasar, untuk kesekian kali nya Ken tak bersemangat pergi ke perusahaan karena tak ada Zen.
Namun Ken tetap memaksakan pergi karena Zen memberikan kepercayaan untuk mengurus perusahaan nya selagi Zen berada di Belanda.
---
*Rotterdam, Belanda.
Zen terbangun dari tidur nya karena Elle membuka gordeng membiarkan cahaya masuk menyeruak ke dalam kamar yang di tempati Zen.
Elle melirik ke arah Zen yang sudah bangun dari posisi rebahan nya.
Elle menghampiri Zen dan duduk di sisi ranjang yang Zen.
"Kau terbangun karena cahaya itu sayang? Maaf kan ibu, ibu hanya ingin kamu sehat sayang karena cahaya pagi sehat untuk tulang mu" Ucap Elle menyibakan rambut kecil Zen ke telinga Zen.
"Tak apa ibu, aku senang ibu melakukan itu. Ibu ku bahkan tak pernah melakukan nya" Balas Zen tersenyum.
"Bergegaslah mandi, nanti Satria dan Jessie akan mengajak mu berkeliling Belanda" Ucap Elle tersenyum.
"Baik bu" Balas Zen berlalu menuju kamar mandi.
Elle membereskan kamar Zen karena di rumah ini Elle tidak memperkerjakan pelayan, Elle ingin mengurus semua nya sendiri seperti ibu rumah tangga pada umumnya yang jarang menggunakan pelayan.
Elle menyiapkan makanan di atas meja makan, sudah ada Pak Ali dengan stelan jas kerjanya, Jessie keluar dari kamar nya dan ikut bergabung dengan ayah ibu nya.
Satria keluar kamar nya bersamaan dengan Zen, Satria memberi senyuman kepada Zen dan Zen membalas senyuaman Satria.
Satria dan Zen tiba di meja makan bersama bergabung dengan ayah, ibu beserta Jessie.
"Mengapa pakai pakaian kerja, Satria?" Tanya Elle heran.
"Ah iya maaf bu hari ini Satria ada meeting penting di kantor, jadi Satria tidak bisa mengantar Jessie mengajak Zen berkekeling Belanda" Balas Satria memakan roti nya.
"Yah kakak kok gitu, terus keliling Belanda nya gimana? Jessie kan gak bisa bawa mobil sendiri" Ucap Jessie sedih.
"Don't sad Jessie, kakak bisa mengemudikan mobil" Balas Zen menghibur.
"Iya kah kak?" Tanya Jessie tak percaya.
"Yes sure" Balas Zen tersenyum.
"Nah kan Zen bisa mengemudi, Zen pakai mobil koleksi ku saja semua nya ada di garasi pilih saja yang kau mau. Aku pergi dulu" Ucap Satria berlalu dari meja makan.
__ADS_1
Pak Ali pun berpamitan menyusul putra nya menuju kantor.
Zen dan Jessie sudah selesai sarapan, Jessien pamit pada ibunya di ikuti Zen.
Jessie mengajak Zen menuju garasi tempat kakak nya menyimpan koleksi mobil nya.
Zen takjub dengan mobil mewah yang Satria koleksi.
"Kakak pilih saja mobil nya, kunci ada di setiap mobil" Ucap Jessie duduk di atas kap mobil milik Satria.
Zen berjalan melihat mobil mewah yang ada di depannya, Zen bisa saja mengoleksi mobil mewah ini sama seperti Satria namun Zen tidak tertarik untuk mengoleksi nya.
Setelah melihat beberapa mobil akhirnya pilihan Zen jatuh pada Mclaren F1, tampak dari luar bagian interior mobil ini sangat kental sekali dengan model high-end F1.
Mobil unik yang memikat hati Zen karena letak kemudi yang berada di bagian tengah mobil membuat mobil ini kian mewah. Ditambah lagi bodynya yang sporty membuat Zen terpesona dengan mobil Mclaren F1.
"Pilihan yang tepat kak" Ucap Jessie.
"Mobil ini unik Jess, kemudinya ada di tengah" Balas Zen tersenyum
"Tak hanya itu saja kak, mobil ini juga ditambahi dengan foil emas di sekitar mesin yang berfungsi sebagai pelindung suhu tinggi yang diakibatkan oleh putaran mesin 6.1L BMW V12" Ucap Jessie menjelaskan.
"Dari mana kamu tau itu Jess?" Tanya Zen heran.
"Itu ada buku panduan nya di sana, kebetulan aku lagi baca halaman tentang mobil ini" Balas Jessie menunjukan arah buku panduan nya dengan tertawa.
Zen melajukan mobil nya dengan Jessie yang duduk di jok belakang.
"Kanal Amsterdam dulu kak" Balas Jessie.
Zen melajukan mobil yang Zen kemudikan menuju Kana Amsterdam dengan melihat maps Zen melajukan mobil mewah ini dengan penuh gaya.
Tak beberapa lama, akhir nya Zen dan Jessie tiba di Kanal Amsterdam .Kanal Amsterdam merupakan kanal alir yang berlokasi di Kota Amsterdam. Kanal ini dibangun secara khusus sebagai sarana untuk mengalirkan air ke daerah – daerah pertanian yang ada di sekitar Kota Amsterdam.
Zen memarkirkan mobil mewah milik Satria, Zen dan Jessie menyewa kapal seperti rakit untuk mengarungi aliran air Kanal Amsterdam.
Zen dan Jessie kini berada di atas perahu tersebut mengarungi aliran air Kanal Amsterdam. Jessie banyak menceritakan tentang keluarga nya yang berubah setelah kehadiran ayah nya Zen yaitu Pak Ali.
-----
*London, Inggris.
Di perusahaan milik Zen, Ken sibuk dengan kedatangan Avin dari Indonesia.
"Excutme miss, I can meet to Mrs. Zenaya?" Tanya Avin.
"Mrs. Zenaya don't not in the room" Balas resepsionis.
__ADS_1
Avin putus asa karena Zen tidak ada di perusahaan nya.
Dari arah lift Ken keluar dari dalam lift di ikuti Kenya asissten Zen.
Ken berjalan, saat menoleh meja resepsionis terlihat pria yang pernah Ken lihat di Skotlandia.
Ken menghampiri Avin dengan di ikuti Kenya dari belakang nya.
"Excutme Mr. Avin?" Tanya Ken menepuk pundak Avin.
"Yes sure" Balas Avin menelaah wajah Ken.
"Remember me?" Tanya Ken.
"Asisten Zen?" Tanya balik Avin.
"Iya betul, ada keperluan apa tuan kemari?" Tanya Ken.
"Apa saya bisa bertemu dengan Zen?" Tanya balik Avin.
"Nona sedang tidak ada, beliau sedang bertemu dengan ayah" Balas Ken.
Dari arah luar perusahaan seorang wanita bersama anak kecil yang tak lain ialah Rara beserta anak nya Vira.
"Avin apa kau tak kasihan dengan anak mu" Tanya Rara menangis.
"Hentikan Rara, jika aku tau kau menjebak ku, aku tak akan cinta padamu dan aku tak akan menikahi mu" Balas Avin kejam.
"Bagaimana dengan Vira" Tanya Rara.
"Berhenti tuan dan nona, jangan membuat keributan di perusahaan nona Zen. Anda bisa keluar sendiri jika tidak bisa saya panggilkan security" Ucap Ken geram.
Avin kesal dengan Ken yang sok memimpin perusahaan Zen padahal Ken hanya asisten nya Zen.
Avin keluar membawa Vira yang berada dalam dekapan Rara.
Avin berlalu meninggalkan Rara, Rara menatap wajah Ken marah.
"Kau asisten wanita sialan itu, jangan biarkan wanita sialan itu merusak rumah tangga ku!" Ucap Rara berlalu.
"Ada apa ini tuan Ken?" Tanya Kenya bingung.
"Tak ada apa-apa, mari kita selesai kan meeting lagi" Ajak Ken.
Ken dan Kenya berlalu keluar dari perusahaan menuju cafe yang akan di jadikan tempat bertemu nya klien.
**Haii readers yuu dukungan buat author nya mana nih);
__ADS_1
Yuu readers jika berkenan mampir ke karya author yang baru
Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner**.