Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 34


__ADS_3

Kini Zen sudah benar-benar mengingat akan masa lalunya yang suram dan sangat menyedihkan, rasa cinta Ken yang dulu saat Zen amnesia kini pun telah di mulai kembali.


--


Ken melajukan mobil merah muda milik Zen menuju cafe, usai menempuh jarak yang jauh dari taman danau menuju kantor nya, rasa lapar Zen sudah tak tertahan. Karena kasian pada Zen, Ken langsung saja menepikan mobil yang di kemudi nya menuju cafe yang di lewati nya.


"Ken, kenapa kita menepi" Tanya Zen.


"Perut nona terus berbunyi, mungkin sudah sangat lapar" Balas Ken dengan tawa nya.


"Masa sih?" Tanya Zen tak percaya.


Karena tak mau Zen banyak bertanya, Ken langsung saja mengajak Zen untuk turun dan masuk ke dalam cafe, satu jam setelah makan akhirnya Zen merasa kenyang, Zen langsung mengajak Ken untuk pulang kembali ke kantor.


--


Avin kini berada di dalam lobi kantor Zen, Avin mengamuk ingin bertemu dengan Zen bagaimana pun caranya.


Kenya selaku sekretaris Zen sudah mengatakan jika Zen sedang tak ada di tempat.


"Maaf pak, nona Zen sedang tak ada di tempat" Tutur Kenya dan para security menenangkan Avin.


Dari arah parkiran mobil berwarna merah muda sudah terparkir dengan rapih, Zen dan Ken keluar dari mobil seketika Zen dan Ken merasa heran karena kantor milik Zen ramai di area lobi.


Dengan gesit Zen dan Ken berlari menuju lobi kantor, saat masuk Ken berteriak pada semua karyawan agar Zen mendapat jalan masuk.


"STOP!" Teriak Ken.


Seketika semua karyawan melirik kearah kedatangan Zen dan Ken begitu pun dengan Avin dan Kenya.


"Syukurlah nona Zen tiba" Gumam Kenya pelan.


Zen menghampiri Kenya dan Avin.


"Kau membuat onar di kantor ku!" Tunjuk Zen marah pada Avin.


"Zen aku ingin berbicara dengan mu sebentar saja" Balas Avin memohon.


"Kenya bubar semua karyawan, dan Ken bawa dia menghadap ku" Tutur Zen.


"Baik nona" Balas Ken dan Kenya serentak.


Zen pergi dahulu menuju ruangannya, tak lama dari Zen pergi, Ken menyusuk dengan membawa Avin untuk menghadap pada Zen.


Saat Ken dan Avin masuk ke dalam lift, Avin banyak melontarkan pertanyaan pada Ken.


"Maaf tuan, apakah Zen sudah kembali ingat pada masa lalunya?" Tanya Avin.

__ADS_1


"Ya, nona sudah ingat" Balas Ken sinis.


"Syukurlah, semoga Zen masih ingat dengan kenangan manis kami" Tutur Avin.


Perkataan Avin membuat hati Ken sakit karena bisa saja Zen kembali mencintai Avin.


Ting...


Pintu lift terbuka langsung saja Ken membawa Avin menuju ruangan Zen, di ketuk nya ruangan Zen dan Zen memperbolehkan masuk.


"Zen aku ingin berbicara dengan mu" Tutur Avin memohon.


"Silahkan" Balas Zen santai.


"Aku ingin kita mengobrol berdua" Pinta Avin.


Ken tahu bahwa kehadirannya tak di inginkan, dengan tanpa di suruh Ken pamit untuk keluar namun di tahan oleh Zen.


"Tak perlu sungkan, Ken asisten ku dan dia harus selalu di samping ku" Balas Zen mulai mendekat pada Ken.


"Tapi Zen ini masalah pribadi" Tutur Avin.


"Dengan Ken atau tidak sama sekali" Balas Zen mulai menggandeng tangan Ken.


"Apa-apaan ini! Kenapa kau mengandeng tangan asisten mu? Itu tidak pantas Zen!" Tutur Avin marah.


"Aku masih mencintai mu, aku mau kita bersama. Soal Rara aku akan menceraikan nya hari ini juga" Tutur Avin.


"Tak perlu, aku sudah tak mencintaimu. Kini aku sudah mempunyai pendamping hidup ku sendiri" Balas Zen acuh.


"Siapa? Siapa pendamping mu Zen?" Tutur Avin bertanya.


Zen melirik pada Ken.


"Pendamping ku adalah dia" Balas Zen menunjuk pada Ken.


Ken tersenyum dengan jawaban yang di lontarkan Zen, membuat hati Ken panas dingin.


"Apa? Asisten mu? Hubungan macam apa itu Zen? Tak seharusnya kau berdampingan dengan asisten mu, dia itu bawahan mu" Tutur Avin marah sambil menunjuk Ken.


"Lalu kenpa jika dia bawahan ku? Tak ada pasal yang melarang atasan dan bawahan memiliki hubungan khusus" Balas Zen dengan nada marah.


"Kau sudah seperti perempuan murahan saja Zen, selera mu sangat rendah!" Tutur Avin mencaci Zen.


Ken tak kuasa mendengar cacian nya pada Zen membuat amarah Ken melonjak.


"Beraninya kau!!" Teriak Ken memukul Avin.

__ADS_1


Avin tak terima yang di pukul Ken langsung memukul balik Ken sehingga membuat perkelahian di ruangan Zen, securiti datang melerai perkelahian Ken dan Zen, Avin di bawa securiti untuk diminta nya tidak menginjakan kaki nya lagi di perusahaan ZEN Group.


Zen menangis melihat wajah Ken yang tampan kini banyak luka dan darah mengucur akibat pukulan Avin. Ken yang melihat Zen menangis mencoba menenangkan nya.


"Janganlah menangis nona, lupakan ocehan tuan Avin tadi" Tutur Ken menghibur.


"Dasar bodoh! Aku menangis bukan karena ocehan Avin, aku menangis karena kasihan pada wajah tampan mu" Balas Zen menangis.


Ken tertawa dengan alasan Zen yang menghawatir kan wajah tampannya.


"Nona ini, tak apa jika saya tak tampan nanti saya akan oprasi plastik agar kembali tampan untuk nona" Gombal Ken.


"Biarlah wajah mu tak tampan ini bukti bahwa kau melindungi ku Ken, aku harap kau akan selalu ada di sisi ku selamanya" Tutur Zen tersenyum manis.


"Saya berjanji tak akan pernah meninggalkan nona" Balas Ken.


 


Avin merasa kesal dengan Zen yang memilih asisten nya itu ketimbang dirinya, sepanjang perjalanan Avin terus uring-uringan.


"Aku pernah menjadi orang baik namun sayang kebaikan ku menghianti diriku sendiri, dan sekarang aku akan menjadi jahat merebut mu kembali pada ku Zen dan menyingkirkan asisten pujaan hati mu" Gumam Avin.


--


Ken mengantar pulang Zen menuju kediaman Nyonya Lista, dan Nyonya Lista sudah terlihat di depan teras menunggu kedatangan cucuk nya.


Ken dan Zen keluar dari mobil, tampak dari turun mobil Nyonya Lista memandang wajah Ken yang babak belur.


"Astaga Ken.. wajah tampan mu mana?" Tanya Nyonya Lista.


"Tadi Ken berkelahi dengan Avin nek" Balas Zen menunduk.


"Saya tak apa Nyonya" Tambah Ken.


"Kau sudah obati luka nya Ken" Tanya Nyonya Lista.


"Maaf Nyonya wajah ku yang babak belur tak usah di bahas. Saya mempunyai kabar baik untuk Nyonya" Balas Ken tersenyum.


"Kabar baik? Apa?" Balas Nyonya Lista penasaran.


"Ingatan nona Zen telah pulih" Tutur Ken memandang Zen.


"Apa? Benarkah Zen?" Balas Nyonya Lista.


"Iya nek" Tutur Zen singkat.


Nyonya Lista amat teramat senang ingatan cucunya telah pulih, di bawa nya Zen masuk kedalam beserta Ken.

__ADS_1


Nyonya Lista memberitahukan ayah dan ibu Zen dan tanggapan mereka sangat senang, dalam tempo yang sangat dekat pula ayah dan ibu Zen akan datang ke Inggris untuk melihat Zen.


__ADS_2