Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 22


__ADS_3

Sinar pagi hari membangun Zen dari tidurnya, Zen bergegas mandi untuk pergi ke perusahaan nya.


Zen keluar dari kamar nya dengan pakaian formal khusus kerka nya, Zen melangkah menuju meja makan di dapati nya ibu beserta anak tiri nya.


"Morning grils" Sapa Bu Tari.


"Nenek kemana?" Tanya Zen.


"Nenek di rumah utama sejak tadi malam" Balas Bu Tari.


Zen beranjak untuk pergi ke kantor karena tidak nenek nya, membuat Zen tidak selera makan.


"Mari saya antar, adik!" Ucap Rey menekan kata adik nya.


"Tidak perlu, lagi pula saya tidak kenal anda" Balas Zen berlalu.


Zen berlalu keluar di dapati nya Ken yang sedang menunggu Zen.


Ken langsung melajukan mobil nya menuju perusahaan Zen.


Di perjalanan Ken menceritakan kabar bagus untuk perusahaan Zen.


"Nona" Ucap Ken.


"Iya Ken" Balas Zen memandang ke arah Ken.


"Ada kabar bagus untuk anda nona" Ucap Ken yang fokus menatap jalanan.


"Kabar bagus apa Ken?" Tanya Zen penasaran.


"Perusahaan anda kini kembali normal atas bantuan ayah anda nona" Balas Ken antusias.


"Apa?! Ternyata ayah tidak bohong Ken" Ucap Zen.


"Iya nona saya ikut bahagia" Balas Ken.


"Antar aku ke rumah nenek" Ucap Zen.


"Bukan kah nyonya ada di rumah tadi" Balas Ken.


"Kau salah Ken, kemarin aku ribut dengan ibu. Ibu membawa pria tak tahu malu ke rumah nenek, so nenek pergi ke rumah kedua nya" Ucap Zen.


"Kantor bagaiman?" Balas Ken


"Yasudah kita ke kantor dulu baru lah ke rumah nenek" Ucap Zen.


Ken melajukan mobil sport milik Zen yang berwarna kuning cerah itu.


Selang beberapa menit akhirnya Ken dan Zen tiba di perusahaan milik Zen.


Zen dan Ken melangkah memasuki loby perusahaan, ketika Zen dan Ken akan melangkah ke dalam lift salah satu resepsionis nya menyusul.


"Excutme Mrs. Zenaya" Ucap si resepsionis


Zen dan Ken saling pandang.


"Yes, What is up?" Tanya Zen.


"There is a middle aged man wants to see miss" Balas si resepsionis.


"Tell him to come to my room" Ucap Zen.


"Yes miss" Balas si resepsionis.

__ADS_1


Zen dan Ken kembali berlalu memasuki lift.


Ting..


Pintu lift terbuka Zen melangkah menuju ruangan nya di ikuti Ken mengekor di belakang Zen.


"Selamat pagi nona" Sapa Kenya.


"Pagi Kenya" Balas Zen ramah.


"Ah iya nona, ada pria tua ingin bertemu dengan nona" Ucap Kenya.


"Jika pria itu ada suruh menghadap saya" Balas Zen berlalu menuju kursi kebesaran nya dengan Ken yang masih mengikuti nya.


Zen duduk dari kursi kebesaran nya itu, denga Ken yang ikut ke duduk di sofa.


"Ken, apa kau tahu pria paruh baya yang di katakan Kenya dan si resepsionis?" Tanya Zen.


"Saya yakin pasti pria itu Kemal Aryan" Balas Ken menduga.


Ketika akan melontarkan pertanyaan lagi, pintu ruangan terketuk.


"Masuk" Teriak Zen.


"Maaf nona, pria yang mencari nona sudah ada di depan" Ucap Kenya.


"Suruh masuk" Balas Zen.


Pria parub baya itu masuk ke dalam ruangan Zen.


"Halo Mrs. Zenaya Callista" Sapa si pria itu.


"Berani sekali anda berkeliaran di area perusahaan saya, Kemal Aryan!" Ucap Zen menekan nama Kemal Aryan.


"Anda yang memulai pertama dengan mengambil sahan saya sebanyak 30% dan kini perusahaan anda yang di ambang ke bangkrutan memohon untuk di kembali kan saham anda! Tidak bisa secepat itu Kemal Arya!" Timpal Zen marah.


"Saya tahu anda Mrs. Zenaya bersekutu dengan ayah anda, Ali" Ucap Kemal Aryan tertawa.


"Yes sure, saya bersekutu dengan ayah saya karena ayah saya menanam kan saham nya 50% di perusahaan anda! Dan dengan gampang nya juga ayah saya membalikan ke adaan bahwa perusahaan anda sedang di ambang kebangkrutan!" Balas Zen memandang sinis Kemal Aryan.


"Ken bawa dia keluar, aku muak melihat tampang nya" Ucap Zen.


Ken melaksanakan perintah atasan nya itu, membawa Kemal Aryan keluar dari daerah perusahaan nya.


"Apa sudah beres Ken?" Tanya Zen.


"Yes miss" Balas Ken.


"Baiklah kita ke rumah nenek sekarang" Ajak Zen.


Ketika hendak keluar dari ruangan nya, sesosok pria tampan yang tak asing bagi Zen memghampiri nya dengan beberapa security yang mengikuti nya dari belakang.


"Ada apa ini?" Tanya Zen marah karena perusahaan nya menjadi gaduh.


"Sorry Mrs. Zenaya" Ucap si security.


"You and you back go" Balas Zen marah.


"Mari ikut saya ke ruangan saya" Ucap Zen.


Zen berjalan kembali memasuki ruangan nya di ikuti Ken dan pria tadi.


Zen duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


"Ada apa tuan Rey Kemal Aryan yang terhormat?" Tanya Zen ramah.


"Saya ingin 20% saham saya di kembali kan" Balas Rey marah.


"Tuan Rey yang terhormat, ketika anda mengambil saham saya sebanyak 30% di tambah dengan saham anda 2% dengan bantuan hacker, apa saya mengemis seperti anda sekarang?" Tanya Zen sinis.


"Karena mu perusahaan ayah, perusahaan saya dan perusahaan adik saya bangkrut!" Balas Rey marah.


"Amazing tuan Rey, permainan ini sudah dimulai oleh anda dan saya beserta ayah saya mengukiti acara permainan mu tuan Rey Kemal Aryan yang terhormat!" Ucap Zen menekan nama Rey.


"You crazy!" Balas Rey marah.


"Terserah anda, yang pasti saya mengikuti aturan main mu" Ucap Zen sinis berlalu dari ruangangan nya di ikuti Ken dan meninggalkan Rey.


Shit!. Guman Rey yang keluar dari ruangan Zen.


Zen melangkah kaki nya menaiki mobil sport berwarna kuning milik Zen.


"Kita ke rumah nenek, Ken" Ucap Zen.


"Baik nona" Balas Ken.


Ken menginjak pedal gas, mobil pun melaju membelah jalanan Inggris yang padat akan mobil yang berseliweran.


Selang beberapa Ken memasuki kawasan kediaman Nyonya Lista, yang lebih megah dan aweh dari kediaman nya yang sebelumnya.


Karena ini rumah utama Nyonya Lista, tidak sembarang orang bisa tinggal di kediaman yang mewah ini.


Gerbang di buka, Ken melajukan mobil nya memasuki halaman luas kediaman Nyonya Lista.


Zen turun dari mobil di ikuti Ken, Zen di sambut oleh para pelayan.


"Selamat datang nona" Sapa si pelayan yang berasal dari Indonesia.


"Iya, apa nenek ada?" Tanya Zen.


"Nyonya sedang merendam kaki nya di kolam renang nona" Balas si pelayan.


"Baiklah, Ken tolong siapkan jet pribadi nenek aku akan terbang malam ini ke Belanda" Ucap Zen.


"Baik nona" Balas Ken sigap.


Zen melangkah kaki nya menuju kolam renang, Zen menaiki tangga untuk menuju kolam renang.


Zen mendapati nenek nya yang sedang merendam kaki nya.


Zen berlari dan memeluk nenek nya dari belakang.


"Nenek.. " Ucap Zen manja.


"Nenek bangga dengan ayah mu yang telah membantu mu" Balas Nyonya Lista.


"Nek maaf kan Zen, Zen kemarin tidak bisa menerima bantuan nenek untuk membantu perusahaan ku bangkit. Akubtak ingin selalu mengandalkan nenek" Ucap Zen.


"Tak apa nenek tau" Balas Nyonya Lista.


"Pergilah ke Belanda jumpai ayah mu" Timpal Nyonya Lista.


"Baik nek" Balas Zen.


Zen pamit keluar menuju kamar tamu untuk merebah kan tubuh nya sejenak.


 

__ADS_1


__ADS_2