
Zen berteriak dengan tangisannya, Zen merasa kesepian tak ada Ken di dekat nya.
--
Ken tengah tiba di taman yang selalu Zen dan Ken kunjungi, saat tiba Ken melihat Zen menangis dengan teriakan nya yang merindukan akan sosok nya.
Perlahan Ken mendekati Zen yang duduk di bangku depan danau, Zen terlihat menangis sambil menundukan kepala nya. Ken memegang bahu Zen dengan perlahan, seketika Zen kaget karena ada yang memegang bahu nya. Zen melihat ke belakang dan alangkah terkejut nya Zen melihat sosok pria yang di rindu kan tengah berdiri di hadapannya.
Zen bangkit dari duduk nya, Zen tak percaya jika Ken tengah menatap nya sekarang.
"Ken apa ini kau?" Tanya Zen tak percaya.
"Ini aku nona, Ken" Balas Ken tersenyum.
Zen menangis karena rindunya akan sosok Ken kini terbayar, dengan sigap Zen memeluk Ken dan Ken membalas pelukan Zen, pelakun Zen kini terlepas Zen menatap Ken dan mulai mengeluarkan wajah kesal nya.
"Kemana saja kau? Tega nya kau meninggalkan ku" Tutur Zen dengan kesal sambil membuang tatapan dari Ken.
Ken tersenyum dengan tingkah laku Zen.
"Apa nona perlu tahu alasannya?" Balas Ken menggoda.
"Ken!!" Tutur Zen marah.
Ken makin tersenyum dengan kelakuan Zen yang kini membelakanginya.
"Will you meried me?" Tutur Ken dengan keseriusannya.
Zen yang tengah membelakangi Ken merasa terkejut dengan perkataan Ken, dengan cepat Zen membalikan tubuh nya melihat Ken.
"Apa kau sedang melamarku?" Tanya Zen.
"Ya nona" Balas Ken singkat.
"Kau pergi tanpa memberitahukan ku dan sekarang kau kembali dengan melamarku, aku tak habis pikir dengan mu Ken. Memang aku mau?" Tutur Zen.
Ken yang mendapat jawaban tak enak dari Zen membuat keberanian nya melemah, Ken menundukan kepalanya karena perasaan malu.
"Maaf nona, saya hanya ingin mengutarakan niat baik saya dan jika nona tak mau pun saya terima" Balas Ken kecewa.
"Tentu saja aku tak mau!" Tutur Zen.
"Tak apa nona, saya mohon izin untuk kembali pulang" Balas Ken pergi meninggalkan Zen.
Saat Ken hendak pergi Zen berteriak membuat hati Ken senang.
"Tentu saja aku tak mau Ken, tak mau menolak mu" Teriak Zen dengan tertawa.
Ken membalikan tubuhnya melihat ke arah Zen.
"Jadi nona mau?" Tanya Ken tak percaya.
"Tentu saja aku mau, aku mencintai mu Ken dan maaf karena kecemburuan ku yang berlebihan membuat mu pergi" Balas Zen menyesal.
__ADS_1
"Tak apa nona, terimakasih telah menerima saya" Tutur Ken.
Ken memeluk Zen dengan rasa yang senang karena hari ini Zen menerima Ken untuk dinikahinya.
--
Ken mengantar Zen pulang menggunakan mobilnya sedangkan mobil Zen diambil oleh Pak Roy supir pribadi Nyonya Lista.
Di dalam mobil pandangan Zen tak lepas melihat Ken yang sedang fokus pada jalanan, sesekali Ken pun melirik Zen yang sibuk memperhatikannya.
"Jangan melihat saya terus nona" Tutur Ken.
"Kenapa?" Balas Zen bertanya.
"Jika nona melihat saya terus, saya jadi tak fokus karena wajah cantik nona" Tutur Ken tersenyum.
1 jam berlalu Zen dan Ken tiba di kediaman Nyonya Lista, Nyonya Lista menyambut kedatangan mereka dengan senang hati.
Zen keluar dari mobil di bantu oleh Ken yang membukakan pintu nya, Zen tersenyum pada Ken kemudian berlari menuju nenek nya dan mendarat kan pelukan hangat pada nenek nya.
"Grandma, I am so really happy" Tutur Zen senang.
Ken yang menyusul Zen menghampiri Nyonya Lista ikut tersenyum melihat tingkah laku Zen.
"Apa yang membuat senang nak?" Tanya Nyonya Lista.
"Ken melamarku dan kami akan menikah" Balas Zen melepaskan pelukannya dan melirik pada Ken.
Menjelang Pernikahan Ken dan Zen.
Zen kini tengah sibuk dengan persiapan pernikahannya dengan Ken, sedangkan Ken menghandle kantor Zen untuk beberapa saat.
Siang ini Zen tengah istirahat di kamar nya, kemudian Zen membuka grup whatsapp sabahat nya.
Zenaya:
Guys datanglah minggu depan ke pernikahan ku.
Rara:
Apa aku gak mimpi nih? Kau mau menikah?.
Arul:
Syukurlah lah kau akan menikah, aku kira kau akan menjadi perwan tua.
Zenaya:
@Rara kau tak bermimpi, @Arul brengsek banget nih sahabat.
Kevin:
__ADS_1
Sorry guys aku lagi kerja dulu, selamat buat kamu Zen dan akan ku pastikan aku dan keluarga bakal datang.
Zenaya:
Datanglah, acara pernikahan ku di selenggarakan di salah satu hotel di Inggris oke.
Usai memberitahukan sahabatnya, Zen pun memberitahukan ayahnya kemudian ibu nya pula. Ada rasa kecewa karena ibu Zen tak bisa berjanji untuk datang karena banyak kesibukan.
Jam dinding di kamar Zen telah menunjukan pukul 5 sore, Zen buru-buru mandi karena Ken akan datang kemari untuk mendatangi pihak WO.
--
Ken sudah selesai mengerjakan pekerjaan Zen, Ken bersiap untuk pulang menemui Zen. Ken keluar dari ruangannya dan berpapasan dengan Kenya sekretaris Zen.
"Sore tuan Ken" Sapa Kenya.
"Sore Kenya" Balas Ken.
"Maaf tuan Ken, besok nona ada meeting dengan perusahaan microsoft yang ada di Amerika" Tutur Kenya.
"Baik Kenya, saya akan sampaikan pada nona Zen. Saya duluan Kenya" Balas Ken.
Ken melangkah kaki nya meninggalkan Kenya untuk segera pulang, Ken keluar dari area perkantoran menuju parkiran. Ken melajukan mobil nya menuju apartemennya lalu pergi menemui Zen.
Jakarta, Indonesia.
Bu Tari tengah sibuk dengan butik nya kini, Bu Tari mempunyai butik yang cukup besar namun tak sebesar kantor milik Zen anak nya.
Bu Tari membuka butik nya hasil menjual rumah nya yang ada di Indonesia, jika Bu Tari mau butik yang besar ia tinggal meminta nya saja lalu ibunya Nyonya Lista akan mengabulkannya, namun sayang Bu Tari masih mempunyai malu. Usai cerai dari Kemal Aryan, Bu Tari meninggalkan Zen bersama nenek nya bahkan saat Zen ingatan nya telah kembali dan sekarang Zen akan menikah Bu Tari enggan menemui nya karena rasa malu.
Bu Tari tengah sibuk dengan beberapa pesanan costumer nya, Bu Tari memiliki 5 pekerja yang semua nya wanita. Saat sedang sibuk di ruangannya, pintu ruangan Bu Tari di ketuk dengan senang hati Bu Tari memgizinkan nya masuk, nampak lah Sisaka salah satu pegawai Bu Tari.
"Permisi bu, ada seorang wanita yang ingin memesan gaun dengan model terbaru" Tutur Siska.
"Oh begitu, biar saya yang menemuinya" Balas Bu Tari.
Bu Tari keluar dari kantornya menuju costumernya, saat Bu Tari tiba dilihat nya Rara sahabat dari anak nya.
"Rara" Sapa Bu Tari.
"Bu Tari? Ibu Zen?" Balas Rara menebak karena Rara jarang melihat Bu Tari.
"Iya Ra, kesini sama siapa Ra" Tutur Bu Tari.
"Aku ke sini sama anak dan suami tapi mereka sedang beli es krim di minimarket" Balas Rara.
"Oh begitu, mau beli gaun Ra?" Tanya Bu Tari.
"Iya bu, aku ingin beli gaun desain terbaru disini untuk aku kenakan nanti di pernikahan Zen" Balas Rara.
Bu Tari terdiam karena ingin rasa nya ia datang namun Bu Tari enggan.
__ADS_1