Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 51


__ADS_3

Ken mengejar Zen memasuki kamar, nampak yang sudah melahun laptop nya untuk pekerjaan yang Zen tinggalkan waktu itu.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tutur Ken menaiki ranjang nya.


.


"Berapa kali sih mas ngomong itu-itu aja" Balas Zen pada laptopnya.


Suasana di kamar sangat panas bahkan ac pun tak berpengaruh sama sekali, Ken menegak air liur yang membuat nafsu nya bangkit. Ken melihat Zen mengikar rambutnya, nampak leher yang sangat bersih.


"Sayang aku pengen" Rengek Ken manja.


"Mau apa?" Balas Zen tak tahu.


"Seperti tadi pagi sayang" Tutur Ken.


"Bekerjalah sana, kemudian malamnya kita maen" Balas Zen.


"Janji ya kita malem maen?" Balas Ken.


"Iya mas iya, cepat pergi aku akan mengantarmu menuju teras" Tutur Zen.


Ken sepakat untuk melakukannya pada malam hari, Ken di antar Zen menuju teras. Sampai di teras Ken mencium kening istrinya dan Zen mencium tangan suaminya.


"Baik-baik di rumah ya sayang" Tutur Ken.


"Okey" Balas Zen singkat.


Usai mobil Ken tak terlihat kemudian Zen berlari menuju kamar nya lagi, Zen menghentakan tubuh nya di ranjang lalu Zen membuka kembali laptop.


Yang Zen kerja kan ternyata bukan pekerjaan kantor melainkan Zen sedang mencari data pribadi sekretaris Ken yang baru.


Ternyata kamu janda ya, kamu memang cantik tak heran lelaki tergila-gila padamu. Aku berharap Ken tak tergila-gila padanya. Batin Zen gundah.


 


Satria yang sudan mengorol dengan Zen mencoba untuk mampir di kedian Nyonya Lista, Satria memasuki area rumah Nyonya Lista. Satria turun dari mobil menuju arah pintu, saat Satria ingin menekan bel tiba-tiba pintu terbuka menampakan Nyonya Lista dengan pembantu nya.


"Satria, kau ada di sini?" Tanya Nyonya Lista.


"Iya nyonya, kebetulan saya ada pekerjaan dekat kantor Zen. Sekalian tadi sayang mengobrol dengan Zen di cafe, dan ntah kenapa saya kemari. Mohon maaf Nyonya" Balas Satria sopan.


"Tak apa Satria datang kemari, pintu rumah saya selalu terbuka untuk keluarga" Tutur Nyonya Lista.


"Terimakasih nyonya" Balas Satria tersenyum.


Nyonya Lista sudah beroakaian dengan rapi sepertinya Nyonya Lista akan pergi.


"Nyonya mau kemana kalo saya boleh tahu?" Tanya Satria.


"Ah jangan panggil saya nyonya, panggil saja nenek seperti Zen. Ah iya nenek mau ke rumah sakit untuk memeriksa nenek, karena nenek mulai sekarang suka cape dan kelelahan" Balas Nyonya Lista.


"Kenap nenek tak memanggil saja dokter kemari" Tanya Satria.


"Nenek ingin melihat kota Inggris pada jam segini" Balas Nyonya Lista.


"Biar saya antar" Tutur Satria.

__ADS_1


"Boleh, ayo" Balas Nyonya Lista.


Satria pergi dengan Nyonya Lista sedangkan pelayan tadi yang akan menemani Nyonya Lista disuruh kembali bekerja karena Nyonya Lista di antar Satria hari ini.


--


Hari sudah gelap Ken dan staf pulang begitu juga dengan Siska.


"Ah beres juga nih kerjaa" Gumam Ken.


Ken keluar dari ruangannya, nampak Siska yang tengah menatap layar komputer nya.


"Ayo pulang" Ajak Ken.


Siska menoleh terlihat Ken yang sudah siap untuk pulang.


"Duluan saja Pak Ken, nanti saya pulang naik taxi" Balas Siska.


"Ini sudah malam, sudah waktu nya pulang saya belum bisa mengaji uang lembur mu nanti" Tutur Ken.


"Baiklah Pak" Balas Siska.


Ken menawarkan diri untuk mengantar Siska namun Siska menolak karena Siska tahu batasan antara atasan dan bawahan, Siska juga berpikir Ken yang sudah mempunyai istri dan Siska tak ingin di sebut wanita perebut suami orang.


 


1 Minggu berlalu.


Hari ini perusahaan Wijaya Group kedatangan CEO dari perusahaan yang akan berinvestasi di perusahaan Ken termasuk istrinya pula CEO ZEN Group.


Tadi nya Ken menolak istrinya untuk berinvestasi namun dengan Zen memaksa dengan berbagai cara mau tak mau Ken harus mengikuti kemauan istrinya.


Zen bersama dengan Kenya baru tiba di area kantor Ken, Zen dan Kenya turun bersama lalu berjalan memasuki kantor Ken.


"Suami nona hebat, perusahaan nya cukup besar walaupun masih besar punya nona" Tutur Kenya.


"Jangan berkata begitu di hadapan Ken, Ken pasti akan kecewa bagaimana pun, sekecil apa pun kantor Ken ini semua berkat usaha nya sendiri" Balas Zen tersenyum.


"Maaf nona" Tutur Kenya malu.


Zen dan Kenya tiba di lift, sebelumnya Zen dan Kenya di perintahkan untuk menemui sekretaris Ken.


Tingg..


Pintu lift terbuka tepat di lantai paling atas dari ujung koridor nampak wanita tinggi dan cantik menghampiri Zen dan Kenya.


"Permisi anda siapa?" Tanya wanita cantik itu.


Zen dan Kenya saling bertukar pandangan, kemudia Zen memberikan uluran tangannya.


"Saya Zenaya Callista, CEO ZEN Group dan ini Kenya sekretaris pribadi saya" Tutur Zen memperkenalkan diri.


"Saya Siska sekretaris Pak Ken" Balas Siska yang tak lain wanita yang tinggi dan cantik itu.


"Saya dan sekretaris saya di perintahkan pegawai lobi untuk bertemu anda karena saya akan berinvestasi disini" Tutur Zen tersenyum.


"Ah iya Pak Ken sudah menunggu di ruang meeting bersama yang lain, mari saya antar" Balas Siska.

__ADS_1


Siska menuntun Zen dan Kenya menuju ruang meeting, ruang meeting terletak tak jauh dari ruangan sang CEO.


Siska mengetuk pintu dan mempersilahkan Zen masuk sedangkan Kenya menunggu di luar dengan para sekretaris dari perusahaan lain.


Zen duduk di bangku sebelah Arul dan Avin, karena semua CEO dari perusahaan yang akan berinvestasi telah datang akhirnya nya Ken memulai profosal nya untuk menarik hati CEO.


--


Diluar ruangan meeting sangat ramai oleh sekretaris dari berbagai perusahaan.


"Kenya, nona Zen ikut berinvestasi di kantor suaminya?" Tanya Atala, sekretaris Arul.


"Ya nona ikut, nona berusaha keras untuk mendapatkan izin dari tuan Ken untuk berinvestasi di sini" Balas Kenya yang sibuk dengan tab nya.


Siska menguping percakapan antar sekretaris Zen dan Arul, seketika Siska kaget karena istri dari atasannya pembisnis yang handal.


Haduh mati aku, kenapa juga pak Ken tak memberitahukan ku kalau nona Zen istrinya, mungkin aku tadi akan lebih hormar padanya, kenapa juga petugas lobi memerintahakan nona Zen bertemu dengan aku. Batin Siska tak karuan.


Satu jam berlalu akhirnya meeting selesai tepat pada waktu makan siang, CEO lain sudah pamitn untuk pulang tinggallah ada Kevin, Aru, Avin dan Zen yang masih duduk di bangku nya karena mereka merencanakan untuk makan siang bersama.


"Ken, kau ikut dengan kami makan siang?" Tanya Arul.


"Tentu saja karena istri ku juga akan makan siang bersama" Balas Ken tersenyum pada Zen.


"Yaudah ayo pergi" Ajak Avin.


Mereke pergi keluar bersama saat hendak keluar dari pintu, pintu sudah terbuka menampakan Siska dengan perkataan nya yang membuat kaget.


"Pak Ken ayo makan siang bersama" Tutur Siska.


"What?! Makan siang bersama?" Balas Zen bingung.


Argh... Aku lupa jika ada istrinya Pak Ken disini. Batin Siska.


"Maksudnya apa? Ken bisa jelaskan?" Tutur Zen kesal.


"Zen mungkin sekretaris Ken tak sengaja mengatakan begitu" Tambah Kevin.


"Hentikan lah Kevin, aku ingin jawaban dari suamiku tapi dia malah diam saja" Tutur Zen marah.


"Zen bukan begitu, dengarkan aku" Balas Ken mencoba menjelaskan.


Zen pergi mengajak Kenya untuk kembali ke kantornya sedangkan Siska terdiam memantung dengan menundukan kepalanya.


"Sorry, aku tidak bisa makan siang bersama. Aku harus mengejar Zen dulu" Tutur Ken.


"Tak apa kejarlah" Balas Kevin.


"Semangat" Tambah Arul dan Avin.


"Pak saya ikut menjelaskan" Tambah Siska.


Saat Siska hendak berlari mengejar Ken, tangan Siska di pegang Avin.


"Jangan ganggu atasan mu!" Tutur Avin pergi.


"Ken sudah menikah!!!" Tutur Kevin pergi.

__ADS_1


Arul mengejar Avin dan Kevin yang telah dulu pergi dengan memberi peringatan pada Siska sekretaris Ken.


__ADS_2