Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 23


__ADS_3

Malam hari Zen sudah bangun dan bersiap untuk pergi menuju Belanda.


Jet pribadi Nyonya Lista sudah terparkir di Bandara London-Inggris.


"Nek, Zen pamit menemui ayah. Zen titip perusahaan kepada nenek dan juga Ken" Ucap Zen.


"Apa kamu tidak akan membawa Ken?" Tanya Nyonya Lista.


"Tidak nek, Ken sengaja Zen tinggal biar Ken dan nenek yang menghendle perusahaan saat Zen tidak ada" Balas Zen.


Zen keluar dari kediaman Nyonya Lista, Nyonya Lista mengantar Zen hingga depan teras.


Ada Ken yang sudah menunggu di samping mobil sport kuning kesayanan Zen.


Zen masuk ke dalam mobil sedangkan Ken memasukan koper milik Zen ke bagasi.


Usai beres Ken melajukan mobil sport milik Zen menuju bandara London-Inggris.


"Nona apa saya perlu ikut?" Tanya Ken.


"Tak usah Ken, aku bisa sendiri. Kamu jagalah perusahaan bersama nenek untuk ku Ken" Balas Zen.


"Baiklah nona" Ucap Ken.


35 menit di perjalanan akhir nya Ken dan Zen tiba di bandara tempat jet di parkir kan.


Sebenar nya Zen tidak ingin menggunakan jet pribadi, Zen lebih suka naik pesawat dan bergabung dengan penumpang yang lain.


Angin malam menghembus tubuh Zen membuat tubuh Zen mengigil, dengan sigap Ken membalutkan jas yang di pakai nya pada Zen.


"Ken.. " Ucap Zen melihat perlakuan Ken yang manis.


"Berjanjilah pada saya nona, nona akan kembali pada saya lagi" Balas Ken berani.


"Mulai berani yah kamu sama atasan" Ucap Zen tertawa memeluk Ken.


Ken membalas pelukan Zen yang terasa nyaman.


"Dan berjanjilah padaku, kamu tidak akan pernah pergi dari ku" Balas Zen melepas pelukan nya.


"Yes sure nona Zenaya Callista" Ucap Ken.


"Aku pergi, tunggu aku pulang" Teriak Zen berlari.


Jet pribadi sudah lepas landas terbang ke langit, Ken tersenyum memandang kepergian Zen yang melambaikan tangannya.


Ken melajukan mobil milik Zen menuju kediaman Nyonya Lista.

__ADS_1


Dalam perjalana Ken membayangkan wajah manis Zen yang membuat dirinya senyum-senyum sendiri.


Ken tiba di kediaman Nyonya Lista, gerbang di buka oleh satpam, terlihat Nyonya Lista menyambut Ken.


Ken memarkirkan mobil Zen dengan lihai, Ken turun dari mobil dan langsung menghampiri Nyonya Lista.


"Ini kunci mobil milik nona Zen, Nyonya" Ucap Ken menyodorkan kunci mobil.


"Apa kau ada waktu sebentar Ken? Ada yang perlu saya tanyakan pada mu" Tanya Nyonya Lista.


"Tentu ada nyonya, silahkan tanyakan saja" Balas Ken sopan.


"Masuk lah kedalam dulu" Ajak Nyonya Lista.


Nyonya Lista masuk kedalam rumah nya di ikuti Ken dari belakang. Nyonya Lista membawa Ken menuju ruang tamu.


Nyonya Lista duduk di sofa yang muat untuk satu orang.


"Duduklah Ken" Ucap Nyonya Lista.


"Baik nyonya" Balas Ken seraya duduk di sofa panjang.


"Saya ingin bertanya pada mu Ken" Ucap Nyonya Lista.


"Tentu saja nyonya silahkan tanyakan kehemdak nyonya" Balas Ken sopan.


Zen datang kembali seusai selesai dengan gelar sarjana nya di universitas yang ada di Indonesia, Zen merintis perusahaan microsoft nya di bantu kau" Ucap Nyonya Lista menjeda perkataan nya.


"Iya nyonya" Balas Ken penasaran dengan pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Nyonya Lista.


"Dulu saya pernah menjodoh kan mu dengan Zen, namun sayang kau menolak karena kau menggap Zen sebagai adik, dan setelah saya melihat keakraban kau dan juga Zen di atas usia yang sudah matang, lalu apa kah perasaan mu kepada Zen sekarang belum berubah menjadi rasa ingin memiliki?" Tanya Nyonya Lista.


Pertanyaan apa ini nyonya, kau membuat ku salah tingkah nyonya. Seperti nya nyonya memiliki kekuatan membaca isi hati saya. Batin.


"Ken are you oke?" Tanya Nyonya Lista yang melihat Ken melamun.


Lamunan Ken buyar saat nyonya Lista berkata.


"Argh.. Im fine nyonya" Balas Ken gugup.


"Lalu perasaan mu pada Zen?" Tanya Nyonya Lista penasaran.


"Sa-saya hanya pantas sebagai kakak nona Zen nyonya, jika untuk mengubah perasaan ini saya terlalu naif nyonya untuk memiliki nona Zen seutuh nya" Balas Ken gugup.


"Katakan dengan jujur tanpa alasan" Ucap Nyonya Lista.


"Sure nyonya, saya mencintai nona Zen lebih dari adik" Balas Ken gugup menunduk.

__ADS_1


"Perkataan mu membuat saya senang Ken" Ucap Nyonya Lista.


Apa?! Nyonya bercanda, mana mungkin nyonya menerima saya untuk mencintai cucuk nyonya, saya hanyalah bawahan nyonya. Batin Ken.


"Saya tidak pantas untuk nona Zen, nyonya. Saya hanya bawahan nona Zen saja tiba lebih, saya juga salah telah mencintai nona Zen" Ucap Ken.


"Kau tidak salah Ken! Saya akan bantu kau supaya cepat menikah dengan Zen" Balas Nyonya Lista.


Nyonya hentikan kekonyolan anda, pasti semua ini ada maksud tertentu kan?. Batin Ken bertanya.


"Saya tidak maksud tertentu Ken, sekarang pulang lah saya akan menyiapkan semua saat Zen pulang dari Belanda" Ucap Nyonya Lista berlalu meninggal kan Ken.


"Apa tak salah dengar, bagaiman nyonya bisa mengetahui isi hati ku. Jangan-jangan nyonya telah tau isi hati ku jika aku benar-benar mencintai nona Zen" Gumam Ken keluar dari kediaman Nyonya Lista.


Nyonya Lista yang tadi akan pergi ke kamar berdiam diri di balik dinding yang pembatas ruang tamu. Nyonya Lista mendengar ocehan Ken bahwa benar saja Ken mencintai Zen.


"Dasar bodoh! Kau tak bisa membohongi perasaan mu sendiri Ken, dan aku tau Zen juga pasti menyukai mu namun Zen malu untuk berkata jujur padaku" Gumam Nyonya Lista berlalu menuju kamar nya.


 


Pagi tiba, Zen menghabis kan waktu tidur nya di dalam jet pribadi, setelah menguras banyak waktu akhir nya Zen tiba di Negara kincir angin itu.


Jet pribadi mendarat di bandara Belanda, ayah dan keluarga baru nya sudah menunggu kedatangan Zen karean sebelum berangkat Zen sudah memberi tahukan ayah jika Zen akan berkunjung.


Zen turun dari jet pribadi dan langsung berlari menuju ayah nya, ayah nya dengan bangga membentang kan tangan nya menyambut putri kandung nya itu.


"Ayah.. Zen really miss you, yah" Ucap Zen memeluk ayah nya.


"Ayah lebih rindu pada putri ayah ini" Balas Pak Ali mengecup kening Zen.


Pak Ali melepaskan pelukannya, Pak Ali mengenal kan anak dan istri nya kini.


"Oh iya Zen, perkenalkan wanita cantik ini ibu baru mu namanya Elle Young" Ucap Pak Ali merangkul pundak istri baru nya.


"Halo Mrs.Elle Young, Im Zenaya Callista" Sapa Zen mengulurkan tangannya.


Elle memandang wajah suami nya sekilah kemudian memandang uluran tangan Zen, dengan sigap Elle meragkul dan memeluk Zen dalam pelukan nya.


"Aku bisa berbahasa Indonesia, panggil aku ibu karena sekarang aku ibu mu" Balas Elle melepaskan pelukan nya.


"Baiklah ibu" Ucap Zen ramah.


Pak Ali melihat ke akraban anak kandung dan istri baru nya, kebahagian terpancar dari wajah Pak Ali.


Pak Ali langsung mengajak istrinya beserta Zen untuk pulang menuju ke kediaman Pak Ali.


 

__ADS_1


__ADS_2