Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 48


__ADS_3

Warning!!!!


Mengandung sedikit konten dewasa!! Anak dibawah umur tidak di wajib kan membaca!!!


--


Zen sudah merebah kan dirinya diranjang king size nya, Ken tiba ke kamar dengan pemandangan Zen yang telah terbaring di ranjang dengan baju tidur stres seksi nya berwarna putih. Ken yang melihat nya menjadi panas dingin yang membuat nafsu nya kini kian menggejolak dengan nafsu Ken mendekati Zen yang berbaring.


Ken menindih Zen dibawah nya dengan nafas yang memburu.


"Sayang sungguh aku tak tahan" Bisik Ken di telinga Zen yang membuat Zen menggeliat.


"Lakukan mas" Balas Zen manja.


Ken mulai mencumbu bibir Zen yang merah tanpa lipstik di ***** nya dengan lembut bibir Zen yang membuat suasana panas. Perlahan Ken membuka baju tidur Zen dan membuang nya ke bawah ranjang sampai Zen polos tanpa sehelai benang pun, Ken yang melihat tubuh Zen sangat bersedih membuat nafsu nya kian mengamuk dengan cepat Ken pun melepas pakaian nya sehingga mereka bergulat tanpa sehelai benang di tubuh nya.


Dengan pasti Ken menuntun ***** nya menuju ****** Zen dengan perlahan, Zen yang menantikan kerhormatannya diambil oleh suaminya sendiri merasa senang bercampur takut.


"Mas pelan-pelan, aku takut" Rengek Zen.


"Iya sayang, mas akan pelan-pelan" Balas Ken menenangkan.


Ken perlahan suduh bisa memasukan ***** nya dengan sekali hentakan membuat Zen berteriak dan menangis karena kesakitan.


"Sayang lihat aku" Tutur Ken.


Zen melihat mata Ken.


"Pelan-pelan" Balas Zen manja.


"Iya sayang" Tutur Ken.


Setelah melihat kondisi Zen yang sudah mulai tenang, Ken menggerakan **** nya maju mundur perlahan membuat Zen mengerang keenakan, keringat terus mengucur dari tubuh Ken dan Zen padahal ac di kamar nya membuat hawa dingin tapi bagi Ken dan Zen angin ac tak terasa.


Pergulatan panas itu berlanjut hingga subuh menjelasng pagi, Zen sangat capek dengan permainan suami nya karena Ken cukup tangguh untuk bisa di taklukan, Zen dan Ken bermain mungkin 7 atau tidak 8 ronde dalam semalam karena hasrat nya yang di pendam sebagai suami istri dua hari lalu.


--

__ADS_1


Pagi hari Nyonya Lista sudah asik dengan tanaman nya yang baru ini mekar, Nyonya Lista di bantu Bi Tun menanam bunga baru yang di beli Pak Roy kemarin.


"Nyonya, apa Nyonya tak kesepian?" Tanya Bi Tun yang sudah akrab dengan Nyonya Lista.


"Jika dibilang kesepian ya saya kesepian cucuk saya sudah ikut dengan suaminya, anak saya entahlah saya sekarang bahkan tak mempedulikannya" Balas Nyonya Lista.


"Apa Nyonya menunggu cicit? Anak dari nona muda Zen?" Tanya Bi Tun.


"Tentu saja, anak Zen bakal menjadi penerus kekayaan suami saya" Balas Nyonya Lista.


"Apa tuan Ken takan tersingung karean bisa di kategorikan nona muda Zen lebih kaya di banding tuan Ken" Tutur Bi Tun.


"Entah lah Tun kita lihat nanti, kan perusahaan Zen pun akan di alih terimakan" Balas Nyonya Lista.


"Begitu ya Nyonya, pokok nya saya mendoakan yang terbaik untuk keluarga Callista" Tutur Bi Tun tersenyum.


"Kau ini Tun" Balas Nyonya Lista tertawa.


--


Zen terbangun dari tidur nya karena ada suara ponsel mengganggu, Zen mengerjap kan matanya kemudian Zen mengambil ponsel nya yang berdering.


*Maaf nona saya Kenya, ada proposal dari perusahaan Amerika yang perlu nona tanda tangani. Balas Kenya.


*Baiklah tunggu aku, aku akan kesana satu jam lagi. Tutur Zen menutup telponnya.


Zen menyimpan ponsel kemudian melirik pada arah Ken yang masih terlelap mungkin masih capek akibat pergulatan tadi malam, nampak di sprai ada bercak darah dan yang tak lain ialah darah perawan Zen yang di ambil oleh suaminya, Zen senang karena sekarang Zen sudah bisa dikatakan istri karena Ken sudah melakukan kewajibannya sebagai suami.


Zen hendak bangun dari ranjang namun saat Zen bangun selakangannya terasa sakit dan perih, Zen meringis membuat Ken yang tertidur terbangun.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken khawatir.


"Ini aku sakit mas" Balas Zen menunjuk pada area sensitif nya.


"Sepertinya ini hanya efek saat pertama kali kamu melakukannya" Tutur Ken menenangkan.


"Benarkah mas" Balas Zen tak percaya.

__ADS_1


"Benar sayang" Tutur Ken meyakinkan.


"Lalu aku bekerja bagimana? Bangun saja aku kesakitan apalagi berjalan nanti di kantor?" Tutur Zen.


"Kamu bekerja di rumah saja, suruh Kenya kemari" Balas Ken.


"Baiklah mas" Tutur Zen.


Karena Zen kesakitan saat berdiri jadi Ken menggendong Zen dan mandi bersama, Zen mandi berdua di bathup dengan suaminya.


Saat mandi hasrat Ken kembali membara saat dirinya menyentuh kulit Zen tak polos tanpa pakaian, benar saja ucapan Kevin jika sudah melakukan yang pertama membuat nya ingin dan ingin menyetubuhi istrinya lagi. Dengan terpaksa Ken meminta nya lagi pada Zen tadinya Ken tak ingin melakukannya lagi karena melihat Zen yang masih kesakitan.


"Sayang mas mau lagi seperti malam" Rengek Ken.


"Tuhkan kalau udah sekali di sentuh jadi pengen terus" Goda Zen.


"Sayangg.. Aku ingin tapi aku tak mau menyakiti mu sayang" Tutur Ken.


"Tak apa mas lakukanlah" Balas Zen tersenyum.


Setelah mendapat izin dari Zen, Ken langsung saja bermain dengan nafsu nya di pagi hari. Ken bermain hanya 2 ronde saja karena pagi ini masih ada urusan kantor, sedang kan Zen bekerja dari rumah karena masih kesakitan.


Keluar dari kamar mandi Zen masih bisa membantu suaminya berpakaian.


"Mas pagi ini aku belum masak" Tutur Zen.


"Tak apa sayang mas akan diluar pagi ini, mas juga nanti akan menyuruh Kenya memesankan makanan agar kamu tak keluar dari kamar" Balas Ken.


"Aku masih bisa masak nanti mas" Tutur Zen.


"Tak ada! Kamu di kamar saja sampai mas pulang" Ancam Ken.


"Baiklah mas" Balas Zen.


Ken berpamitan pada istrinya tak lupa saat akan pergi bekerja Ken menelpon Kenya agar datang kerumah nya sambil membeli makanan untuk Zen.


Usai Ken pergi Zen merasa bosan diam di rumah sendirian namun Zen harus mematuhi perkataan suaminya. Zen keluar dari kamar menuju dapur untuk membuag jus jeruk, saat turun Zen mendengar pintu rumah nya di ketuk dengan buru-buru Zen membuka nya. Nampak Kenya dengan makanan dan beberapa proposal yang dibawa nya dari kantor.

__ADS_1


"Kenya, mari masuk" Ajak Zen.


Kenya mengikuti Zen memasuki rumah nya, Kenya di persilahkan Zen duduk di ruang keluarga agar saat mereka bekerja sangat nyaman. Saat duduk Kenya memberikan makanan yang tadi Ken pesankan untuk Zen, Zen membawa nya ke dapur lalu menyimpan nya di atas meja. Zen membuat jus jeruk untuk nya dan untuk Kenya kemudian Zen membawanya menuju ruang keluarga tempat Zen dan Kenya nanti bekerja.


__ADS_2