Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 17


__ADS_3

Ketika Ken menarik tangan Zen untuk menyebrangan menuju caffe untuk makan, seketika Zen melihat gadis balita sendirian di sebrang jalan dekat caffe.


"Ayo Ken cepat kita menyebrang" Ucap Zen buru-buru.


Setelah menyebrang Zen langsung menghampiri gadis balita tersebut.


"Nona kenal?" Tanya Ken bingung.


"No.. aku tak tahu dia Ken, sepertinya dia tersesat" Balas Zen menggendong balita tersebut.


"Akan saya cari tahu nona, sebaiknya kita bawa dulu balita ini ke kamar hotel" Ajak Ken.


"Baiklah Ken" Balas Zen.


Zen dan Ken beserta balita tersebut memasuki kamar hotel Zen,setelah tiba di kamar Zen balita tersebut menangis. Zen dan Ken bingung karena balita ini menangis tanpa sebab.


"Don't craying, please" Ucap Zen bingung.


"Seperti nya dia lapar nona, atau mungkin ingin minum susu" Ucap Ken memberi saran.


"Baiklah Ken belikan makanan untuk nya dan untuk Kita, karena kita juga belum makan ka dan belikan juga susu untuknya" Balas Zen menentangkan balita nya.


"Baik nona" Ucap Ken berlalu.


Ken berlalu keluar hotel menuju caffe yang dekat dengan hotel, Ken berjalan memasuki caffe memesan makanan untuk pesanan Zen.


Ketika masuk caffe semua pengunjung sedang berkumpul di salah satu meja, Ken penasaran dengan pengunjung caffe yang berkumpul.


"Permisi tuan, apa yang terjadi dengan caffe ini?" Tanya Ken sopan.


"Kamu orang Indonesia?" Tanya balik si pria yang sedang menenangkan istrinya.


"Saya orang Paris, hanya saja saya menetap di Inggris untuk bekerja"Balas Ken.


"Lalu kenapa bisa berbahasa Indonesia?" Tanya pria tadi.


"Karena atasan saya sebagian besar mempunyai ikatan dengan orang Indonesia, jadi saya belajar berbahasa Indonesia" Balas Ken.


"Baiklah" Balas pria tadi.


"Apa yang terjadi dengan caffe ini tuan?" Tanya Ken bingung.


"Anak saya hilang di sekitaran caffe ini dua jam yang lalu, dan pihak caffe tidak memasang cctv disini" Balas pria itu.


"Apa saya boleh melihat anak tuan? Barangkali saya melihat nya" Tanya Ken.


Pria yang sedang menenangkan istrinya itu merogoh ponsel yang ada di saku nya, ditunjukan lah gambar anak nya.

__ADS_1


"Apa kau melihat nya tuan?" Tanya pria itu.


"Sure, gadis kecil itu sedang bersama atasan saya. Atasan saya tadi menjumpai nya di depan caffe karena nampak kebingungan jadi gadis kecil itu di bawa ke kamarnya" Balas Ken menjelaskan.


"Berhentilah menangis, anak kita sudah ketemu" Ucap pria itu pada istrinya.


"Iya kah? Antar kan saya bertemu dengan anak saya" Balas istrinya.


"Of course, follow me" Balas Ken ramah.


Pria dan istrinya yang kehilangan anak nya mengikuti Ken menuju hotel tempat ia dan juga Zen menginap.


Ken menuntun pasangan suami istri itu ke dalam lift, lift terbuka Ken berjalan bersama pasangan suami istri yang sudah tak sabar bertemu anak nya.


Tepat di depan pintu kamar Zen, Ken mengetuk pintu nya dan keluarlah Zen yang menggendong balita yang sedang menangis karena rindu pada ibunya.


"Avin, Rara" Ucap Zen kaget.


"Kembalikan anaku ku!" Balas Rara merampas Vira dari pelukan Zen.


"Kau pasti sengaja kan Zen mengambil Vira dari kami, karena aku tau Zen kau mencintai suami ku, Avin" Ucap Rara dengan nada tinggi nya.


"Jangan berucap begitu Ra, dia sahabatmu" Timpal Avin.


"Dulu ia tapi sekarang tidak! Kau sama dengan penjahat Zen yang menculik anak ku karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa Avin telah menjadi miliku!" Cibir Rara marah.


"Cukup nona! Kau sudah salah paham pada nona Zen!" Ucap Ken dengan emosi yang memuncak.


"Kau siapa? Ini masalah aku dengan si ****** ini dan dia juga mencoba menculik anak ku!" Balas Rara menunjuk Ken.


"Jangan nona tunjuk saya! Jangan nona menghina gadis kesayangan saya! Atau nona akan menanggung akibat nya" Ucap Ken dengan perkataan yang bukan main-main.


"Wah.. wah, jadi sekarang selera mu rendah Zen! Mencintai bawahan mu sendiri" Ucap Rara tertawa.


"Cukup Rara!" Timpal Avin yang juga emosi pada istrinya.


"Aku bukan wanita yang suka menjebak agar dapat memiliki nya dengan penuh Ra! Kejadian itu aku tau! Dan aku menyukai bawahan ku atas dasar cinta! Tidak seperti kamu sahabatku, ingin memiliki dengan cara menjebak dan memberikan harta berharga mu dulu! ****** teriak ******!" Balas Zen mengeluarkan unek-unek nya.


"Maksud mu Zen?" Tanya Avin bingung.


"Tanyakan pada istri tercinta mu itu" Balas Zen senyum kemenangan.


Rara yang tau arah perkataan Zen yang menyindir nya akhir nya Rara menyerah menarik tangan Avin dan memggendong Vira keluar dari hotel.


"Masuk lah Ken" Ajak Zen.


Ken mengikuti Zen masuk ke dalam kamar hotel. Zen duduk di pinggiran ranjang dengan lamunannya sedangkan Ken setia berdiri di samping Zen.

__ADS_1


"Nona, are you oke?" Tanya Ken khawatir karena Zen mulai menitikan air mata nya.


"Im fine Ken" Balas Zen.


"Ceritakan lah pada saya nona, saya akan setia mendengar nya" Ucap Ken merasa kasihan dengan kisah percintaan Zen.


Zen menceritakan semua kisah asmara yang bertepuk sebelah tangan itu, dan pada akhirnya pria yang Zen cintai harus menikah dengan sahabat nya sendiri.


"Don't crying" Ucap Ken mrnghapus air mata Zen.


Zen memeluk Ken dengan sekuat tenaga dan menumpah kan sakit hati yang dulu Zen pendam pada Ken.


"I love you, Zen" Ucap Ken.


Zen tersenyum semua hal mengenai sakit Zen dengan masalah asmara dan masalah keluarga nya sudah Zen ceritakan padanya.


"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku Ken" Ucap Zen masih dengan pelukan nya.


"Im promise" Balas Ken membalas pelukan Ken.


~


Sampai pada kamar hotel Rara dan Avin yang tidak jauh dari hotel yang di tempati Zen.


"Apa maksud dari perkataan Zen? Jelaska Rara!" Bentak Avin marah.


"Aku tidak tahu maksud nya Zen berkata begitu apa, mungkin Zen iri padaku karena bisa memiliki mu husband" Balas Rara merayu.


"Aku kenal Zen, Rara! Apa yang Zen katakan pasti ada maksud nya" Ucap Avin yang masih marah.


"Aku istrimu Avin bukan Zen! Jadi percayalah padaku!" Balas Rara dengan tangisan.


"Baiklah untuk sementara waktu aku akan percaya padaku, tapi aku akan mencari tau apa yang sebenarnya telah terjadi" Ucap Avin berlalu.


Setelah kepergian Avin, Rara takut jika rencana busuk nya menjebak Avin akan terbongkar. Rara takut jika Avin menceraikan nya dan lari pada Zen kembali.


"Arghh.. Zen kau membuat ku dalam masalah!" Teriak Rara yang mulai emosi pada Zen.


.


Dear.


Menurut Zen cinta tidak harus memandang materi dan segala apa pun, cinta dapat di rasakan jika dua insan terpaut dalam cinta yang sama, cinta tidak bisa dipaksa kan atas kehendak salah satu pihak, jika bermain-main denga cinta memakai akal busuk awalnya akan manis tapi akhir nya akan pahit dan terasa menyakitkan.


~Zenaya Callista.


Yuu readers mana nih dukungannya eum);

__ADS_1


__ADS_2