Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Rencana Memikat Hati


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Ken kini sering berkunjung ke kediaman Nyonya Lista untuk bertemu dengan putra nya. Kehadiran Ken yang selalu mengunjungi putranya membuat hati Zen sedikit luluh kembali oleh nya, namun sangat di sayang Zavanya kini memberikan banyak perhatian pada Ken dan Ken menanggapi nya sehingga terkadang Zen emosi terbakar api cemburu.


Malam ini ada sebuah acara makan malam dengan para kolega bisnis, Zen datang bersama dengan Vanka dan Arul.


Zen datang dengan dres sebatas lutut yang bagian pundak nya terbuka di tambah heels hitam dan tas tangan berwarna hitam membuat kecantikan Zen janda anak satu itu memancar, tak terlihat keriput dengan usia dan status nya yang janda.


Zen bergaul dengan para kolega bisnis, berbincang tentang bisnis. Asik berbincang mata para tamu tertuju pada seorang pria dan wanita yang datang dengan bergandengan, mereka ialah Ken dan Zavanya.


Zen mencoba meredakan api cemburu nya, Vanka yang sedang bersama Arul langsung lari menghampiri Zen.


"Kau tak apa?" Tanya Vanka khawatir.


"Aku tak apa, memang nya aku kenapa?" Balas Zen tersenyum.


Vanka hanya manggapinya dengan senyuman, saat sedang melihat Ken dan Zavanya seseorang wanita mendekat pada Zen dan Vanka.


Wanita itu ialah Sarah mantan asisten Ken dulu yang membuat kesalah pahaman antara Ken dan Zen.


"Nyonya Zen, bagaimana melihat mantan suami datang bersama dengan gadis muda anak dari Pak Kevin?" Sindir Sarah.


"Bisa diam gak!?" Tutur Vanka marah.


"Maaf yah Bu Sarah, terserah tuan Ken mau berkencan dengan siapa saya gak peduli!" Balas Zen sinis.


Zen keluar dari acara pesta, tanpa di sengaja Zen menabrak Ken. Zen hanya menoleh kemudian pergi dengan di susul oleh Vanka dan Arul.


Ken yang tahu suasana hati Zen sedang tak baik mencoba untuk mengejar nya meninggalkan Zavanya, Zavanya tak mau sendiri jadi ia ikut dengan Ken.


Di jalan yang sepi karena kini tepat jam 12.00 malam Zen menunggu taksi, Vanka dan Arul sampai bersama.


"Mau kemana? Acara nya kan baru di mulai" Tutur Arul.


"Jangan bicara!!" Tambah Vanka pada Arul.


"Ke bar enak kali yah?" Balas Zen acuh.


"Zen apa-apaan sih? Ayo balik" Ajak Vanka menarik tangan Zen.


"Vanka.." Tutur Zen.


Berdebat dengan Vanka datang lah Ken bersama Zavanya mengikuti nya, Ken mendekat pada Zen sedangkan Vanka dan Arul mundur menghalangi Zavanya.


"Mau kemana?" Tanya Ken.


"Apa peduli mu? Terserah aku mau kemana pun bukan urusanmu!!" Balas Zen sinis.

__ADS_1


"Aku peduli padamu sebagai ibu dari Sean" Tutur Ken.


"Selera mu rendah! Kau mencari pasangan yang jauh dengan usiamu! Itu menggangu ku karena banyak yang mencemooh ku!!" Balas Zen.


"Aku dan Zavanya tak ada apa-apa, aku hanya menganggap nya sebagai keponakan ku" Tutur Ken.


"Apa!! Kau menyebealkan Ken!!" Tambah Zavanya meninggalkan Ken.


"Lihat pacar mu marah!!" Tutur Zen tertawa kecil.


Taksi pun tiba karena Zen tadi menumpang pada mobil Arul jadi alhasil Zen kini harus memakai taksi, Zen pergi meninggalkan Ken, Vanka dan Arul.


"Ken susul Zen, dia pergi ke bar!!" Perintah Vanka.


"Kau tenang saja, aku akan mengejar nya" Balas Ken.


"Bawa Zen pulang, aku mengandalkan mu!" Tutur Arul memberi semangat.


Ken menyusul Zen dengan mobil nya, karena kelamaan Ken kehilangan jejak taksi yang di tumpangi Zen.


--


30 menit akhirnya Zen tiba di bar kesukaannya semenjak ditinggal Ken pergi, Zen memasuki tempat itu lalu bergegas menuju bar.


"Hallo sis, lama tak jumpa" Tutur si bartender.


Zen banyak menghabis kan alkohol membuat Zen benar-benar mabuk, beberapa jam menghabiskan alkohol akhirnya Ken tiba di mana Zen singgah karena dapat telpon dari bartender.


Ken mendapati Zen banyak mengecoh, Ken mendekat untuk menggendong nya. Saat akan di gendong Zen berkata sesuatu yang membuat hati Ken senang.


"Dasar kau Ken!! Pria gila, masa kau memacari gadis kecil!! Apa kau tak tahu jika aku cemburu!! Kau pria buruk!!!! Tapi aku mencintai mu dari dulu sampai sekarang" Oceh Zen tersenyum.


"Sudah ayo kita pulang" Balas Ken sama tersenyum.


Pukul 2 dini hari Ken baru sampai, Ken menekan tombol bel rumah dan keluar lah Tari bersama dengan Nyonya Lista.


"Ya ampun, kenapa Zen?" Tanya Tari kaget.


"Uh bau alkohol, apa dia mabuk" Tambah lagi Tari.


"Sudah jangan banyak bertanya, ayo bawa dia masuk" Ajak Nyonya Lista.


Ken membawa Zen ke dalam kamar nya, usai menidurkan Zen di ranjang Ken sedikit berkeliling di kamar Zen nampak foto pernikahannya masih terpampang di atas nakas.


Aku mencintai mu. Batin Ken senang.

__ADS_1


Ken keluar dari kamar Zen menemui Nyonya Lista dan Tari yang menunggu di depan pintu kamar.


"Kenapa dia Ken?" Tanya Tari khawatir.


"Saya tak tahu bu, mungkin Zen banyak pikiran" Balas Ken.


"Apa kau mau tidur di sini?" Tanya Nyonya Lista.


"Tidak Nyonya, saya akan pulang tapi sebelum pulang saya ingin melihat Sean" Balas Ken.


"Baiklah silahkan, kamar nya sebelah Zen" Tutur Tari.


Ken langsung saja menuju kamar Sean, Ken membuka pintu nya. Kamar yang bernuansa biru itu menghiasi dinding dan nampak pria kecil yang tampan dan tangguh sedang tertidur dengan lelap.


Ken mendekat kemudian mengelus kepala putranya.


"Apa kau merindukan daddy dan mommy bersama nak?" Tanya Ken.


"Daddy pastikan kita akan bersama kembali" Tambah Ken.


Puas melihat putra nya tertidur, Ken beranjak dan tak lupa mengecup kening putra nya.


"Mimpi yang indah nak" Tutur Ken.


Ken keluar dari kamar putra nya, kemudian berpamitan pada Nyonya Lista dan Tari. Tari mengantar Ken sampai teras depan, saat Ken hendak pergi menuju mobil Tari memanggil nya pelan.


"Ken" Tutur Tari.


"Ya bu, ada apa?" Balas Ken.


"Apa kau akan selalu ada di sisi Zen?" Tanya Tari.


"Tentus aja bukan hanya sebatas di sisi Zen tapi di sisi Sean juga, ya saya tahu saya hanyalah mantan suami. Namun saya bertekad akan memulai nya lagi dari awal dengan cara meyakin kan Zen" Balas Ken.


"Ibu tahu itu, karena kau pria yang tak pernah pantang menyerah" Tutur Tari menyemangati.


Usai berbincang dengan Tari, Ken berpamitan pulang kembali ke apartemen nya.


Dalam mobil Ken terus memikirkan ucapan Zen di bara bahwa Zen cemburu dengan kedekatan Ken bersama Zavanya, Ken tak percaya jika Zen masih mencintai nya.


"Aku juga masih mencintai mu dari dulu hingga sekarang, cintaku padamu tidak akan pernah hilang Zen" Tutur Ken.


---


Hallo guys, jangan lupa yuuu buat like dan vote nya.

__ADS_1


Selalu dukung Ken dan Zen ya.


Gomawo😙


__ADS_2