Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 37


__ADS_3

Zen keluar dari rumahannya dan di dapati nya Ken sedang bersandar pada cup mobilnya.


"Ken" Sapa Zen tersenyum.


Ken melirik pada sumber suara, Ken melihat Zen dengan pakaian yang sangat rapi.


"Nona sudah siap?" Tanya Ken.


"Sudah ayo" Balas Zen.


Zen membuka pintu mobil lebih cepat dari Ken, Zen memilih duduk di samping Ken yang sedang mengemudi.


Kali ini Zen menggunakan mobil Ken untuk pergi ke acara reuni nya, dalam perjalanan Zen dan Ken banyak mengobrol kesana-kemari membuat suasan menjadi tak hening.


Setengah jam perjalanan akhirnya Ken dan Zen tiba di cafee yang di tujunya, Zen keluar dari mobil Ken tanpa Ken bukakan pintu.


Zen seketika menarik nafasnya dan membuang nya dengan kasar, mata Zen kini melirik pada Ken.


"Ken, jangan panggil aku nona saat kita sedang tak bekerja! Mengerti?" Tutur Zen.


"Tapi.. " Balas Ken terhenti.


"Aku tak menerima semua alasan mu!" Tutur Zen mengandeng tangan Ken untuk masuk.


Saat masuk cafe dilihatnya Arul dan Vanka sudah ada di satu meja besar. Zen menarik tangan Ken agar cepat menghampiri kedua sahabatnya.


"Arul, Vanka" Sapa Zen.


"Ah Zen" Balas Vanka memeluk Zen dengan gembira.


Arul yang merasa malu akan tingkah laku istrinya yang centil langsung saja melerai pelukan antara Zen dan Vanka.


"Sayang hentikan, kau membuat orang menatap pada mu" Bisik Arul.


Vanka terkejut langsung saja Vanka melepas pelukan pada sahabatnya.


"Silahkan duduk Zen dan Tuan Ken" Tutur Arul sopan.


"Panggil aku Ken" Balas Ken dengan wajah tampannya walaupun ada bekas luka di wajah nya akibat perkelahian tempo hari itu.


Zen dan Ken bergabung dengan Arul dan Vanka, tak lama dari kedatangan Zen dan Vanka datanglah Rara dan Avin beserta anak nya yang di gendong oleh Avin.

__ADS_1


Avin merasa acuh dengan Zen kali ini karena Avin berjanji akan mencintai Rara dengan sepenuh hati.


"Halo guys" Sapa Rara.


"Halo Ra" Balas Arul.


"Halo Ra" Tambah Zen dengan wajah senyuman manis nya.


Rara dan Avin meminta maaf atas kelakuan buruk nya pada Zen dan Ken, Zen dan Ken pula senang hati untuk memaafkan nya, dan semua masalah sudah clear antara Avin, Rara dan Zen, Ken.


30 menit dari kedatangan Rara dan Avin, datang lah Kevin dengan istrinya Rose dan tak lupa anak gadis nya mengekor di belakang nya dengan kamera yang ada di tangannya.


"Brader yang nikah duluan nih" Goda Arul.


Mereka tertawa bersama, habis tertawa Kevin mengenalkan anak gadis nya yaitu Zavanya. Saat sedang dikenalkan oleh ayah nya, mata Zavanya tertuju pada wajah Ken.


"Pria baik nan tampan" Tutur Zavanya membuat semua mata tertuju pada Zavanya terkecuali Ken.


"Ada apa sayang?" Tanya Kevin.


Zavanya menunjuk pada arah Ken, semua mata kini tertuju pada Ken, Ken yang merasa di lihat oleh semua orang merasa heran.


"Kenapa?" Tanya Ken.


Zen mengingat kejadiaan saat pulang dari Belanda, Zen mendapati Ken sedang berjalan bersamanya.


Zen mematung seketika, sedangkan Ken bingung dengan apa yang di hadapinya.


"Ayah aku ingin dinikahkan dengan pria tampan ku" Rengek Zavanya.


Zen yang mendengar kata menikah membuat hati Zen kembali terluka, Zen berlari keluar cafe dengan sigap Ken mengejar nya.


Keadaan reuni saar ini kacau, Kevin meminta agar Rose menjaga Zavanya sedang kan Kevin mengejar Zen untuk meminta maaf.


--


Zen berlari menuju arah jembatan yang dekat dengan cafe, Zen menangis meratapi nasib nya yang sangat amat buruk.


"Aku benci hidup!!" Teriak Zen.


Ken datang dengan melihat Zen menangis tertunduk di trotoar jembatan, perlahan Ken mendekati Zen yang sedang menangis tertunduk.

__ADS_1


Ken memegang pundak Zen dengan saling berhadapan.


"Look at me Zen!" Tutur Ken.


Seketika Zen melihat wajah Ken yang tampan.


"Jangan di ambil serius perkataan Zavanya tadi, dia masih kecil tak sama dengan umurku" Jelas Ken.


"Bahkan anak gadis seumuran Zavanya saja suka pada mu" Balas Ken menangis.


Zen berontak dengan tangisan yang histeris hingga, berdiri dari duduk nya menghadap kearah jembatan yang di bawah nya danau yang cukup besar.


Zen menepis tangan Ken yang menyentuh.


"Aku ingin mati, ingin mati!!" Teriak Ken.


Ken yang sudah marah karena Zen tak ingin bersabar dan mencoba berpikir dengan keadaan dingin.


"Hentikan semua ini Zen!! Aku bersabar untuk mu, aku selalu ingin menjaga mu. Tapi itu membuat mu tak baik Zen! Memang cintaku padamu besar lebih besar dari cintamu untuk ku, aku mohon jangan memancing hal konyol yang membahayakan dirimu!!!" Teriak Ken dengan air mata nya.


Ken yang dikenal sangar dan arogan tapi jika masalah cinta Ken dengan gampang nya menitikan air mata. Kevin yang sudah tiba menyaksikan Zen dan Ken bertengkar membuat nya merasa tak enak karena pertengkaran mereka di sebabkan oleh anak nya yaitu Zavanya.


"Jika kau berat berada di sisiku, aku akan pergi!!" Teriak Ken.


Tak ada jawaban dari Zen, Zen hanya menangis mengapa kisah asmara nya selalu hancur dan hancur, hanya karena Zavanya hubungan yang akrab kembali hancur lagi.


Zen memang notabe nya pecemburu berat, jika sudah cemburu Zen berani melakukan hal nekat contoh nya saja kecelakaan yang membuat nya amnesia.


"Jika kau tak menjawab itu berarti tanda kau menyuruh ku pergi, dan sampai detik ini kau tak menjawab Zen" Teriak Ken.


Ken berbalik arah meninggalkan Zen yang dirasanya meminta Ken untuk pergi, Ken mengalah untuk cinta nya kali ini. Ken memilih untuk pergi dari pada Zen mengalami kesalah pahaman lagi dan membuat dirinya sendiri celaka.


Ken berlalu melewati Kevin yang menyaksikan Zen dan Ken bertengkar, saat Ken melewati Kevin. Kevin menahan lengan Ken dan meminta maaf, Ken memaafkan nya lalu pergi.


Usai Ken pergi, Kevin berlari menuju Zen.


"Hentikan Zen, kau bodoh. Hanya karena kesalah pahaman sesaat kala itu kau kehilangan ingatan mu dan sekarang kau menganggap perkataan anak ku itu nyata yang aslinya itu hanya gurauan saja kau akan kehilangan Ken!" Teriak Kevin.


"Gurauan? Anak mu itu gadis Kevin, Ken bisa saja menikahinya" Balas Zen menangis.


"Kau bodoh!! Kau akan menyesal dengan pemikiran otak mu yang labil!!" Tutur Kevin meninggalkan Zen.

__ADS_1


Zen mencerna ucapan Kevin ada benarnya juga bahwa Zen hanya cemburu mungkin karena banyak mengalami akan hal percintaan nya membuat Zen menjadi trauma.


__ADS_2