Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 61


__ADS_3

1 Minggu kemudian.


Sidang lanjutan Ken dan Zen tiba, keluarga Zen dan Ken kini sudah siap di dalam ruangan persidangan.


Palu sudah di ketuk oleh hakim dan kini Zen dan Ken resmi bercerai, ibu Zen menetaskan air mata nya begitu pun keluarga Ken.


Sidang selesai semua membubar diri kecuali Zen dan Ken, Zen beranjak hendak keluar dengan air mata yang Zen tahan saat berlangsung nya sidang. Ken mengejar Zen.


"Nona Zen!!" Teriak Ken.


Zen menoleh dengan senyuman.


"Nona ada yang ingin saya sampaikan" Tutur Ken kembali formal.


Gaya bicara mu yang formal kembali lagi Ken. Batin Zen menangis.


"Saya mohon jaga anak saya, begitu pun dengan nona jaga kesehatan nona. Semoga nanti kedepannya nona mendapat kan pasangan yang jauh lebih baik dari saya, saya pamit nona permisi" Tutur Ken meninggalkan Zen.


Maaf kan aku Zen, aku janji saat anak kita lahir aku akan menemui mu kembali. Walau hati ini sakit mengatakan semoga kau mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari ku tetapi aku harus mengatakannya agar kau bahagia. Batin Ken tersenyum getir.


Usai Ken meninggalkan Zen, Zen menangis dengan mengusap perut nya.


"Maaf kan mommy nak, kamu harus lahir tanpa ayah" Tutur Zen menangis.


Dalam tangisan nya Vanka dan Arul datang mendekati Zen, Vanka dan Arul sengaja datang ke persidangan Zen dan Ken karena Vanka dan Arul berpikir bahwa nanti nya Zen membutuh kan support dari sahabatnya.


Zen yang menangis tertunduk di lantai membuat Vanka dan Arul perihatin, dengan sigap Vanka memeluk Zen. Vanka meneteskan air mata karena larut dalam kesedihan sahabatnya.


"Kenapa sakit Vanka? Kenapa? Padahal aku yang meminta nya" Tutur Zen menangis dalam dekapan Zen.


"Tenangkan diri mu Zen" Tutur Arul ikut menenangkan.


"Aku sudah bilang jika keputusan yang kau ambil akan ada resikonya" Balas Vanka.


Usai Zen sedikit tenang, Vanka dan Arul mengantar Zen kepada keluarga nya yang menunggu di parkiran, ibu dan Nyonya Lista yang meliha Zen sangat kacau cepat-cepat memeluk nya.


"Kau tak apa sayang?" Tanya Tari memeluk Zen.


Zen tak menjawab hanya saja Zen tertunduk.


"Bawa Zen ke dalam mobil" Tutur Nyonya Lista.


Dengan cekatan Tari di bantu suami nya membawa masuk Zen ke dalam mobil.


Nyonya Lista menyempatkan mengobrol sebentar dengan Vanka dan Arul.


"Kenapa Zen?" Tanya Nyonya Lista.


"Mungkin Zen sedih karena mengambil keputusan yang salah nek" Balas Vanka.

__ADS_1


"Sudah ku duga, sebaiknya kalian pulang dan terimakasih sudah menyempatkan kemari" Tutur Nyonya Lista.


"Baik nek, tak apa sudah kewajiban kami sebagai sahabat Zen" Balas Arul.


Nyonya Lista menyusul masuk ke dalam mobil kemudian mobilnya perlahan meninggal kan area pengadilan.


--


Ken yang sudah siap untuk pergi ke tempat kelahirannya perlahan meneteskan air mata.


Jika semua ini rencana mu tuhan akan ku ikuti alur nya. Batin Ken menangis.


Perlahan Ken meninggalkan jejak kaki nya di bandara Inggris dengan segala kesedihan nya Ken meninggalkan kota tempat di mana Ken memulai cinta nya.


Selamat tinggal Inggris, selamat tinggal Zenaya Callista wanita yang selalu ku cintai dan selamat tinggal calon anak ku tunggu ayah mu kembali. Batin Ken.


--


Wellcome tahun baru 2021


Beberapa bulan dari perceraian Zen dan Ken kini anak Zen telah lahir, saat melahir kan anak nya ada kesedihan di hati Zen karena ayah dari anak nya tak menampakan batang hidung nya di hadapan Zen mau pun di hadapan anak nya.


Sean Arya Wijaya ialah anak Zen dan Ken yang kini berusia satu tahun, sejak lahir Sean tak pernah melihat sosok sang ayah.


Hari-hari Sean hanya di hiasi oleh wajah sang ibu yang bekerja keras untuk memenuhi kebetuhan Sean walaupun keluarga Zen namun Zen ingin menghidupi anak nya dari hasil kerja nya.


Pagi hari ini Zen tengah di sibukan dengan si kecil yang mulai aktif kesana-kemari, Zen menitip kan Sean pada ibu dan nenek nya sedang Zen bekerja di perusahaan milik nya.


"Iya Zen" Balas Tari.


"Sean gak boleh nyusahin omma sama nenek yah" Tutur Zen pada anak nya.


"Iya mommy" Balas Tari memeragakan suara anak kecil.


Usai menitip kan Sean, Zen melajukan mobil berwarna merah nya menuju perusahaan nya. Jalanan hari ini macet membuat Zen kesal menunggu.


Satu setengah jam akhirnya Zen tiba di kantor nya, Zen memarkirkan mobilnya di sebelah mobil milik Vanka.


Zen memasuki kantor nya, banyak yang membicarakan Zen bahwa Zen ialah wanita hebat yang berjuang demi anak nya.


Saat tiba di lobi Zen berpapasan dengan Vanka yang sama baru datang karena macet.


"Baru datang nih" Tutur Zen.


"Ibu bos, maaf telat jalanan macet" Balas Vanka tersenyum.


"Jangan di ulangi" Tutur Zen bercanda seraya merangkul bahu Vanka.


Zen dan Vanka berjalan bersama menuju ruangannya nya.

__ADS_1


Ting..


Pintu lift terbuka Zen keluar dari lift sedang kan Vanka sudah lebih awal keluar dari lift. Nampak Kenya yang sibuk dengan tumpukan kertas di meja nya.


"Pagi Kenya" Sapa Zen tersenyum.


"Pagi nona" Balas Kenya.


"Seperti nya kau kelelahan, ambilah cuti" Tutur Zen ramah.


"Ba-baik nona" Balas Kenya gugup.


Zen memasuki ruangan nya, ruangan yang banyak di rubah sejak kelahiran Sean, Zen duduk di bangku kebesarannya.


Kesedihan Zen akibat perceraian nya kini telah lama sembuh karean kehadiran Sean di hidup nya, Zen sampai kini belum ingin membuka lembaran baru karena Zen belum bisa mengendalikan sifat labil nya.


Zen lebih senang hidup bersama dengan Sean karena bagi Zen Sean adalah hidup dan mati nya.


--


Jam makan siang tiba, Vanka lebih awal datang ke ruangan Zen untuk makan siang bersama dan dengan senang hati Zen menerima ajakan sahabat nya.


"Kita makan dimana?" Tanya Vanka.


"Di resto depan kantor aja biar deket males bawa mobil soalnya" Balas Zen.


"Yaudah ayo" Ajak Vanka.


Zen dan Vanka turun menuju lantai bawah kantor, sampai di luar area kantor Zen dan Vanka menyebrang jalan untuk menuju resto yang di tuju.


Tak menghabis waktu 30 menit akhirnya nya Zen dan Vanka tiba di resto, Zen dan Vanka mulai memesan makanannya sambil menunggu makanan tiba Zen dan Vanka mengobrol kesana-kemari perihal perkembangan anak nya masing-masing.


Tak terasa makanan pun tiba, Zen dan Vanka akan mulai makan siang nya, saat Zen hendak menyondak kan makananya tangan Zen tersenggol seseorang membuat sendok yang Zen pegang jatuh ke lantai.


Zen dan seseorang yang menyenggol Zen dengan cepat mengambil sendom yang jatuh, tatapan mereka bertemu kemudian mereka bangkit.


Zen kaget karena yang menyenggol nya ialah Ken begitu juga Ken yang sama kaget nya.


"Nona" Tutur Ken.


"Ken" Tutur Zen.


TAMAT!!


---


VOTE DAN LIKE NYA YUU KENCENGIN!!!


BUAT YANG PENASARAN AKAN KELANJUTANNYA TUNGGUIN MUSIM KE 2 NYA YA AUTHOR JANJI GAK BAKALAN LAMA NUNGGU MUSIM 2 NYA.

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS SUPPORT KALIAN UNTUK AUTHOR, SEMOGA KALIAN SENANTIASA DALAM LINDUNGAN ALLOH SWT.


~SALAM HANGAT AUTHOR RECEH.


__ADS_2