
Pagi yang cerah di Negara Inggris, Zen beranjak dari tidur nya dan bergegas untuk mandi. Ayah dan ibu Zen sudah kembali ke tanah air kemarin.
Karena hari ini adalah hari sabtu, Zen agak santai karena hari sabtu dan minggu kantor Zen libur.
Zen berlalu menuju meja makan, Zen bingung karena pagi ini ia belum melihat nenek nya. Biasa nya Nyonya Lista sepagi ini duduk di meja makan, namun sekarang tidak ada. Zen memanngil salah satu pelayan dan menanyatakn keberadaan Nyonya Lista.
"Nenek ku kemana sepagi ini tidak ada di meja makan?" Tanya Zen.
"Nyonya sedang di ruang tamu, ada tamu yang berkunjung" Balas pelayan menundukan kepala nya.
"Siapa?" Tanya Zen penasaran.
"Pak Ravin jika tidak salah, rekan kerja nona" Balas pelayan.
"Baik lah kau boleh kembali bekerja" Ucap Zen.
Apa yang dimaksud dengan pelayan tadi ialah CEO yang akan menanam kan saham nya di perusahaan ku. Hati Zen berkata.
Zen menghabis kan sarapan nya, Zen berlalu menuju ruang tamu. Kedua mata Zen membelalak tak percaya siapa yang mengunjungi rumah nya sepagi ini.
Avin sedang duduk dan berbincang dengan Nyonya Lista terperangah akan kehadiran sosok Zen.
"Zen" Kaget Avin.
"Avin" Balas Zen tidak percaya. Oh tuhan dia sekarang jauh lebih tampan dan gagah dari sebelumnya. Gerutu hati Zen.
"Nenek kenapa tidak bilang kalau rekan kerja nya Avin?" Tanya Zen kesal.
"Karena nenek mengenal nya Ravin bukan Avin" Balas Nyonya Lista enteng berlalu menuju meja makan.
Zen sekarang yang menemani Avin berbicara, Avin membahas masalah kerja membuat Zen bosan dan suntuk.
"Maaf Avin hari ini aku libur dan aku tidak ingin membahas masalah pekerjaan di hari libur ku" Ucap Zen kesal.
"Maaf kan aku Zen" Balas Avin.
"Jika tidak ada lagi keperluan kau boleh pulang Avin, atau aku panggil kan nenek untuk menemani mu mengobrol?" Ucap Zen.
Avin belum membalas pertanyaan Zen, Zen sudah berlalu ke dalam kamar dan datang lah Nyonya Lista kembali.
Tak terlalu lama Zen keluar dengan pakaian rapih, Zen berpamitan kepada nenek nya dan melajukan mobil nya.
"Maaf kan Zen, Zen paling tidak suka jika di hari libur nya ada orang yang membahas pekerjaan" Ucap Nyonya Lista.
__ADS_1
"Tak apa Nyonya, saya akan pulang" Balas Avin pamit.
Di dalam perjalanan menuju apartemen, hati Avin sakit melihat Zen berubah. Kini Zen bukan seperti yang dulu, penantian Avin mencari Zen berbuah pahit. Cintanya kepada Zen di anggap sebelah mata.
Aku mencintaimu Zen dari awal pertemuan kita, tapi kini kau berubah menjadi Zen yang tidak ku kenal. Gerutu hati Avin berteriak.
Avin tiba di apartemen nya, Avin akan pulang hari ini juga ke tanah air nya tercinta.
~
Zen memarkirkan mobil nya di rumah Vanka, Vanka menyambut kedatangan Zen. Vanka yang baru bangun tidur mendengar ketukan di pintu rumah nya, Vanka sigap membuka kan pintu sambil menguap.
"Makan bangkai yah?" Tanya Zen masuk kerumah Vanka.
"Belum di suruh masuk udah masuk duluan, memang kenapa kalau aku makan bangkai?" Balas Vanka penasaran.
"Pantas saja tadi kamu menguap bau nya suliweran" Ucap Zen tertawa.
"Sialan kamu Zen" Balas Vanka tau akan candaan sahabat nya.
"Buahahahahahaa" Tutur Zen tertawa riang.
"Sudah cukup! Ada apa kamu kesini? Tidak seperti biasa nya saja" Tanya Vanka heran.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Zen?" Tanya Vanka.
"Aku akan kembali ke tanah air, menitipkan perusahaan kepada Ken kembali" Balas Zen yakin.
"Apa kau serius Zen" Ucap Vanka.
"Tentu aku yakin, di tanah air aku akan membuka butik dengan usaha ku sendiri" Balas Zen yakin.
"Aku akan mendukung segala keputusan mu Zen" Ucap Vanka menyemangati.
"Terimakasih Vanka kau memang sahabat baik ku" Balas Zen memeluk Vanka.
"Baiklah aku akan menemani mu bertemu dengan Ken, tidak ada penolakan tunggu di sini aku mandi sebentar" Ucap Vanka berlalu untuk mandi.
Zen mengambil ponsel dari dalam tas yang di bawanya, ia mencari nama kontak Ken dan setelah ketemu Zen menelepon Ken.
*Hallo Ken, kau dimana?. Tanya Zen tanpa basa-basi.
*Saya di apartemen nona, ada apa nona menelpon saya. Tanya balik Ken.
__ADS_1
*Apa kau bisa berjumpa dengan saya?. Tanya Zen.
*Tentu nona. Balas Ken singkat.
*Datanglah ke caffe XX. Ucap Zen.
*Baik nona saya akan kesana. Balas Ken.
Zen menutup telpon dan terlihat Vanka sudah rapih berjalan menghampiri Zen.
"Ayo berangkat" Seru Vanka semangat.
Zen tertawa melihat tingkah lucu sahabat nya, Zen pun berlalu menghampiri mobil nya di susul Vanka. Zen melajukan mobil nya menuju caffe yang telah di tentukan, tak beberapa lama Zen dan Vanka sampai di tujuan.
Sudah terlihat dari balik kaca caffe Ken yang sudah tiba sedang menuggu Zen. Zen dan Vanka melangkah kan kaki nya menuju meja di mana Ken menunggu.
"Selamat siang nona, silah kan duduk" Ucap Ken mempersilahkan duduk.
Zen dan Vanka ikut duduk di meja Ken, tanpa basa-basi Zen mengutarakan niat nya pada Ken.
"Ken aku mau kamu kembali menghendel perusahaan yang nenek berikan kepada ku" Ucap Zen serius.
"Apa maksud nona, saya mohon nona jangan pergi lagi ke Indonesia" Balas Ken khawatir.
"Ada urusan yang harus ku selesai kan Ken" Ucap Zen menjelaskan.
"Tapi nona" Balas Ken.
"Ikuti saja perintah ku jangan membantah!" Ucap Zen.
"Baik nona" Balas Ken.
Usai mengutarakan pada Ken, Zen dan Vanka berlalu kembali ke rumah masing-masing dan tak lupa Zen mengantar Vanka pulang dulu.
*Ken Wijaya.
Jiwa nya yang mengabdi pada keluarga Calista sejak ayah nya meninggal, Ken ialah kaki tangan Nyonya Lista. Ken pula yang mengurus perusahaan di kala Zenaya Calista cucu dari Nyonya Lista sedang berada di Indonesia.
Jasa Ken sangat banyak hingga tidak terhitung pada keluarga Calista. Tadi nya Ken akan di nikah kan dengan Zenaya, tetapi Ken menolak keras. Hidup Ken hanya untuk keluarga Calista saja, dan di pikiran nya pula bahwa Zenaya akan menolak Ken.
Ada rasa cinta yang tumbuh ketika melihat Zenaya menginjak lagi kaki nya lagi di negara kelahirannya, namun hari ini cinta Ken kembali terkubur karena Zenaya akan kembali ke tanah air.
Tidak ada yang tau bahwa Ken mencintai nona Zenaya Callista, wajar saja Ken dan Zenaya dari kecil selalu bersama, namun Ken menepis rasa cinta nya pada Zenanya, karena Ken mengutarakan dirinya hanya sebagai kakak Zenaya.
__ADS_1
Haiii readers jangan lupa kasih dukungan nya yuu.