
Terimakasih buat para readers yang sudah mendukung karya author dengan vote nya atau pun like nya.
Keritikan kalian author cerna dengan baik, tapi author mohon untuk tidak mengkritik dengan kasar, seburuk apa pun karya author dimata kalian tapi author minta untuk berkritik dengan pantas dan sebagaimana mestinya.
Hargai karya author dan author juga akan menghargai kritikan kalian:')
Happy reading.
--
Acara pernikahan.
Hari ini adakah hari pernikahan Zen dan Ken, Zen sudah siap pergi menuju acara pesta pernikahan nya bersama dengan keluarga besar nya.
Keluarga Zen telah pergi menuju hotel yang di tuju, selang setengah jam di perjalanan akhirnya Zen dan keluarga sampai, Saat keluarga Zen sampai keluarga Ken menyambutnya dengan senang. Zen di papah oleh Elle dan Nyonya Lista menuju pelaminan, Ken melihat Zen berjalan terpukau dengan Zen yang hari ini jauh lebih cantik dari sebelum nya.
Acara sakral yaitu ijab qobul sedang berlangsung, nampak Nyonya Lista meneteskan air mata ketika Ken sedang mengucap kan janji alloh begitu pun dengan keluarga yang lain.
"Ibu jangan menangis, ini momen bahagia Zen" Tutur Elle menghapus air mata Nyonya Lista.
"Ibu hanya menangis bahagia, Zen ku kini telah dewasa" Balas Nyonya Lista tersenyum.
Ijab qobul selesai dengan sah serentak, Ken yang gugup takut akhirnya bisa bernafas lega begitu pun Zen. Zen dan bertukar cincin kemudian Zen mencium tangan Ken, nampam Pak Ali ayah kandung Zen merasa terharu dan bahagia kini anak nya telah berstatus kan menikah.
Kini di gelar acara resepsi pernikahan Zen dan Ken, Zen dan Ken pun telah berganti pakaian dengan pakaian warna biru senada.
Zen dan Ken berdiri di sofa pelaminan untuk menyalamai tamu yang datang termasuk sahabt-sahabatnya.
Nampak dari arah luar sahabatnya datang bersama, Zen merasa senang karena mereka datang. Zen mengajak Ken menemui sahabatnya yang sedanh duduk di satu meja bersama.
"Haii guys" Teriak Zen.
Sahabat Zen langsung melirin pada arah Zen dan Ken.
"Astaga yang nikah turun dari pelaminan nya" Goda Arul.
__ADS_1
"Gak jadi perawan tua nih" Ejek Vanka.
"Diem! Kalian ini pasangan suami istri yang suka meledek" Balas Zen tertawa.
"Selamat Zen kamu kini menjadi istri" Tutur Rara dan Avin. Avin kini tak canggung dengan Zen dan Ken malahan Avin acuh dan asik pada Vira anak nya karena kini Avin telah mengikhlaskan Zen.
"Selamat ya ibu CEO ZEN Group" Tutur Kevin tertawa.
"Terimakasih" Balas Zen dan Ken.
Zavanya yang datang dengan kedua orang tuanya merasa bahagia kini pria tampan nya telah menikah, Zavanya meminta sahabat ayah nya berfoto bersama dengan senang hati sahabat ayah nya mengiyakan.
Dengan posisi dari pengantin di tengaha foto yang diambil Zavanya sangat indah, Zavanya menyimpan foto itu sebagai kenangan ayah nya.
Tiba lah dimana acara akad nikah dan resepsi selesai, Ken menggandeng Zen menuju kamar hotel untuk mereka tempati.
Di dalam kamar Zen dan Ken nampak canggung namun Ken memberanikan diri untuk tetbiasa dengan berbagi ranjang bersama Ken.
"Nona, terimakasih sudah mau menjadi istri saya" Tutur Ken.
"Bisakah Ken kamu tidak berbicara formal dengan ku, aku ini sudah menjadi istri mu. Sebut lah aku sayang biar romantis" Balas Zen.
"Dasar kaku! Aku mau mandi dulu" Balas Zen.
"Ayo mandi bersama" Tutur Ken.
Zen kaget karena Ken dengan lantang berkata ingin mandi bersama.
"Apa?!" Zen kaget.
"Kenapa? Kan kita sudah menikah" Balas Ken.
"Berkatalah tidak formal dulu lalu kita bisa mandi bersama" Tutur Zen melangkah menuju kamar mandi.
Aish.. Apa aku sangat formal? Aku harus membiasakan diri untuk romantis pada Zen. Batin Ken.
__ADS_1
Satu jam berlalu Zen baru keluar dari kamar mandi, nampak Ken yang tidur tersandar di sofa. Zen melangkah kaki nya perlahan menuju Ken. Ken tertidur dengan jas yang telah di lepas, dasi yang kendor dan sepatu yang masih melekat.
Zen membuka sepatu milik Ken dengan perlahan, mata Ken terbuka karena kaki nya terusik. Saat mata Ken terbuka di dapati Zen yang tengah jongkok di hadapannya dengan kimono yang menutupi tubuh nya yang indah, Ken menelan air liur nya dengan susah payah karena Zen sungguh membangkitkan nafsu Ken yang sedang membukakan sepatu milik nya.
"Nona Zen, apa yang nona lakukan" Tutur Ken kaget.
Zen usai melepas sepatu Ken kemudian Zen berdiri menghadap Ken. Perlahan Zen memukul tangan Ken dengan kesal.
"Jika kamu tak romantis dengan ku jangan harap ada malam pertama" Ancam Zen beralih menuju koper nya yang berisikan alat make up nya.
"Kenap harus begitu?" Balas Ken tak terima.
"Makanya belajar untuk tak formal dengan istrimu sendiri" Tutur Zen santai.
"Baiklah-baiklah sa-sayang" Balas Ken terbata.
Zen senang Ken memanggilnya sayang bukan nona lagi walaupun dengan terbata.
"Nah itu lebih baik, tapi harus belajar lagi agar sempurna" Tutur Zen fokus pada arah cermin.
"Bisakah kita melakukan malam pertama?" Balas Ken bertanya.
"Belum bisa karena kamu belum mandi, cepat mandi kamu bau" Ejek Ken.
Dengan terpaksa Ken memasuki kamar mandi untuk mandi, usai memberikan vitamin malam pada wajah nya Zen berjalan menuju koper yang di simpan di ruang ganti hotel. Karena Zen keluar mandi memakai kimono dan handuk yang di lilitkan pada kepala, Zen memilih baju tidur dres dengan tali bahu strip dan berbahan satin warna putih.
Zen rebahan di ranjang dengan ponsel nya, tak lama keluar lah Ken menggunakan boxer pendek hitam dan kaos berwarna putih. Ken menggosok-gosokan rambutnya yang basah, Zen melihat Ken keluar dari kamar mandi nampak tubuh Ken yang berotot dan kekar membuat Zen terpana.
Ken melihat Zen yang tengah berbaring di ranjang dengan baju tidur yang terbilang cukup seksi.
"Ken aku lapar" Tutur Zen.
"Baiklah, aku akan memesan makanan untuk di bawa kemari" Balas Ken sudah tak formal.
Saat sedang menunggu makanan, Ken duduk di sofa tadi nya Ken ingin duduk di samping Zen di ranjang namun Ken takut jika Zen tak nyaman.
__ADS_1
"Ken, kamu suami ku kenapa duduk di situ sih? Kemari" Tutur Zen.
Keinginan Ken terwujud, Zen mengajak Ken duduk bersama di ranjang. Ken melangkah kaki menuju ranjang, Ken perlahan menaiki ranjang dan mulai merebahkan tubuh nya. Zen yang sibuk dengan ponsel nya seketika melihat Ken memejam kan matanya dengan antusias Zen menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Ken, Ken terkejut seketika namun Ken akan berlajar terbiasa dengan hal begini.