Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Saingan Zen


__ADS_3

Pagi hari sudah menampakan silau nya, Zen terbangun dari tidur yang nyenyak itu. Zen merengangkan otot yang sedikit kaku, kemudian Zen memulai aktifitas mandi nya karena hari ini hari kerja jadi Zen akan pergi ke kantor.


Usai mandi nya selesai dan berpakaian dengan rapih, Zen keluar dari kamar nya menuju meja makan. Di meja makan nampak ada Nyonya Lista, Sean beserta Jessie dan juga Satria yang menginap di rumah nya.


"Morning sayang" Tutur Zen mengecup pipi Sean.


"Morning mommy" Balas sean.


Zen mengambil roti kemudian meminum susu dengan buru-buru, dari arah dapur datang Tari dengan susu khusus Sean.


"Duduk kalo lagi makan!" Tutur Tari memberikan susu pada Sean.


"Zen telat mah, Zen sibuk" Bakas Zen buru-buru.


Usai sarapan nya habis Zen meminta izin pada Sean untuk pergi bekerja dengan biasa Sean di titip kan pada nenek dan ibu nya.


"Nak, mommy kerja dulu cari uang buat Sean jajan yah" Tutur Zen mengecup pipi Sean.


"Yes mommy" Balas Sean balas mencium pipi Zen.


"Jangan nakal yah nak!" Tutur Zen.


Zen mencium pipi Nyonya Lista yang telah keriput karena termakan usia, begitu pun pada ibunya.


"Kak, Jess maaf yah Zen tinggal. Zen lagi banyak kerjan" Tutur Zen.


"Tak apa Zen pergilah" Balas Satria ramah.


Zen berpamitan kemudian keluar dari rumah dengan buru-buru, Zen memakai mobil baru nya berwarna putih yang ia pesan bulan lalu karena mobil nya limited dan hanya kalangan tertentu yang memiliki nya saja jadi Zen harus menunggu, penantian nya tak sia-sia mobil mewah minggu kemarin baru datang dan Zen sekarang akan memakainya untuk yang pertama kali.


Zen memasuki mobil, Zen memasang shitbelt kemudian terdiam sejenak melihat interior mobil barunya.


Gak sia-sia beli mobil ini, sungguh memuaskan. Batin Zen senang.


Zen kemudian melajukan mobilnya menuju kantor untuk memulai pekerjaan.


Semenjak bercerai dengan Ken dan usai melahir kan Sean, Zen yang tertarik dengan hobi kakak tirinya yaitu Satria yang banyak mengkoleksi mobil mewah membuat Zen ingin ikut hobi nya. Dan semenjak Sean menginjak usia yang sudah dapat di katakan cukup, mulai lah Zen membeli banyak mobil dengan harga yang sangat mahal, sekarang jumlah mobil Zen sudah ada 10 unit.


--

__ADS_1


Ken sudah tiba di kantor cabang Wijaya Corp karena kantor utama Ken pindah menjadi di Paris sedang kan di Inggris hanyalah cabang nya saja.


Ken duduk di bangku ruangan kepala cabang di temani dengan asisten nya yang Ken bawa dari Paris.


"Apa kantor utama membutuh kan saya?" Tanya Ken.


"Untuk saat ini kantor utama aman dan tak perlu tuan khawatir kan" Balas Arka, asisten Ken.


"Bagus lah, panggil kepala cabang" Perintah Ken.


Arka keluar dari ruangan dan tak beberapa lama Arka datang dengan pria yang di sebut kepala cabang yang bernama Pak Kim.


"Apa tuan memanggil saya?" Tanya Pak Kim sopan.


"Ya, apa kantor di sini aman?" Balas Ken bertanya.


"Maaf tuan, sedikit ada masalah tapi saya bisa mengatasi nya" Balas Pak Kim.


"Baik jika begitu, jaga cabang ini dengan baik. Arka kau awasi di sini, saya pergi dulu ada urusan pribadi" Tutur Ken.


Ken keluar dari ruangan dengan Arka yang hendak mengantar nya ke luar area kantor cabang, saat melewati beberapa karyawan banyak yang mengoceh akan ke tampanan sang bos namun Ken hanya bersikap dingin dan tak mau menanggapi.


"Hei itu Tuan Ken, bos besar kita" Tutur Sani, karyawan Ken.


"Ngomong-ngomong Tuan Ken duda, boleh tuh lu deketin kan lu cantik pasti tuan Ken gak akan nolak" Tambah Arva.


Karyawan populer itu bernama Joe teman Sania dan juga Arva yang sedang bergosip itu.


"Masa sih?" Tanya Joe.


"Iya lah secara Joeya itu wanita populer dan tercantik di kantor ini" Balas Arva.


"Jika kalian memaksa bantu lah aku" Tutur Joe tersenyum.


"Beres!!!" Seru Sani dan Arva bersama.


--


Zen sudah tiba di ruangan nya dengan di suguh kan map coklat oleh Kenya untuk perekrutan karyawan baru, karena kantor pusat Zen kekurangan karyawan. Sebagaian karyawan lama Zen, Zen tunjuk untuk menjadi kepala kantor cabang yang baru sehingga di kantor pusat Zen kekurangan karyawan.

__ADS_1


Zen mengambil gagang telpon kemudian menekan angka pada telpon Kenya, telpon tersambung dan tak lama Kenya datang ke ruangan Zen.


"Apa nona membutuh kan sesuatu?" Tanya Kenya sopan.


"Mengapa semua map coklat nya ada di sini, apa HRD kantor ini tak memeriksa nya?" Balas Zen menunjuk map coklat.


"HRD kita sedang mengambil cuti nona" Tutur Kenya memberi tahu.


"Ahh, cari lah asisten untuk ku. Jika HRD cuti bisa serah kan map ini pada asisten ku" Tutur Zen.


"Baiklah nona saya akan mencarikan asisten untuk nona, dan sementara HRD tak ada begitu pun dengan asisten nya biar kan saya yang merekrut nya. Nanti jika saya menemukan beberapa yang memenuhi syarat akan saya laporkan pada nona" Balas Kenya.


"Nah bawa saja, apa hari ini tak ada jadwal meeting?" Tutur Zen bertanya.


"Baik nona, untuk hari ini tak ada nona tapi kalo besok ada" Balas Kenya tersenyum.


"Ya sudah bawalah map coklat ini, saya mau ke ruangan devisi keuangan" Tutur Zen keluar dari ruangan bersamaan dengan Kenya.


Zen nemui Vanka di devisi keuangan, karyawan lain saat Zen berkenjung ke devisi nya dengan cepat menundukan kepala berbeda dengan Vanka yang heran Zen turun ke team biasa nya Zen tak pernah mengontrol karyawan nya.


Zen melangkah menuju meja Vanka, Zen menatap Vanka begitu pun dengan Vanka yang menatap mata Zen.


"Apa bu bos?" Tutur Vanka tertawa.


Zen melamun memikirkan sesuatu kemudian Zen menjawab pertanyaan Vanka.


"Hmm, gak ada apa-apa" Balas Zen tersenyum menampakan gigi nya kemudian melenggang pergi.


Vanka merasa aneh dengan sikap aneh sahabat sekali pun bos nya itu, Vanka menggeleng kan kepala nya ke kanan dan ke kiri.


"Dasar bos gila, pasti lagi mikirin Ken jadi gitu kelakuan nya. Bucin lagi, bucin lagi!!" Gerutu Vanka fokus pada layar komputer nya kembali.


Zen kembali ke dalam ruangan nya, duduk di bangku kebesarannya kemudian melamun dengan pikiran yang sulit di artikan.


Zen menarik laci dan masih nampak secarik foto Zen dan Ken dulu di taman danau, Zen tersenyum.


"Aku rindu danau itu, nanti aku akan ajak Sean untuk bermain di sana" Tutur Zen senang.


----

__ADS_1


Kencengin vote dan like nya dong readers:(


__ADS_2