Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 13


__ADS_3

Sore hari waktu di Inggris, Zen meminta Ken untuk kembali ke rumah pada sore hari. Zen menunggu kedatangan Ken di dalam kamar nya sambil mengerjakan beberapa berkas yang belum ia selesai kan di kantor.


Sedang fokus pada layar laptop, pintu berbunyi ada yang mengetuk. Zen beranjak dari sofa dan membukakan pintu, dilihat nya pelayan paruh baya bernama Bi San.


"Ada apa?" Tanya Zen.


"Maaf nona, ada tuan Ken di luar sedang menunggu nona" Balas Bi San menunduk


"Baiklah saya akan menemuinya" Ucap Zen.


Zen masuk ke dalam kamar dan keluar kembali dengan fashion yang berbeda dari sebelum nya.


Zen berlalu melewati nenek nya yang sedang menonton.


"Ada yang udah resmi pacaran sama asistennya nih, sampe-sampe nenek nya yang dari tadi di sini cuma di lewatin aja" Goda Nyonya Lista.


Zen yang tadi akan berlalu seketika terhenti mendengar ucapan neneknya.


"Apaan sih nek, Zen sama Ken gak ada hubungan apa-apa hanya sebatas atasan dan bawahan dan Zen mau keluar sama Ken sekarang bukan buat pacaran tapi buat ngurus masalah kantor" Balas Zen.


"Baiklah jika begitu Zen, tapi ingat Zen jangan ada hati yang terluka antara kamu dan Ken" Ucap Nyonya Lista menerawang hati cucuk nya.


Apa nenek tau jika aku mencintai Ken? Ah mana mungkin nenek kan tidak punya kekuatan membaca kata hati. Batin Zen bergelut.


"Maksud nenek?" Tanya Zen bingung.


"Jika nanti kau jujur, kau akan mengetahui nya Zen" Balas Nyonya Lista.


"Baiklah aku pergi dulu nek" Ucap Zen pamit.


Zen keluar menemui Ken, Ken sigap membukan pintu untuk Zen namun Zen malah membuka pintu mobil depan. Ken yang aneh dengan atasannya heran, karena lama mematung Zen berteriak dengan sigap Ken masuk mobil dan duduk di depang setir.


"Kita ke taman Ken" Ucap Zen.


"Baik nona" Balas Ken sigap.


Ken melajukan mobil yang ia kemudikan menuju taman yang dulu Ken tunjukan. Satu jam kemudian Zen dan Ken tiba di tempat tujuan, seperti biasa jika ingin ke tamannya harus melakukan perjalanan terlebih dahulu yang memakan waktu 35 menit.


Awal nya Zen semangat menyusuri jalan menuju taman, di tengah perjalanan kaki Zen keseleo akibat heels nya yang tinggi dan jalan sedikit licin.


"Aww" Teriak Zen terpeleset.


Ken sigap menolong Zen.


"Nona.. Sepertinya kaki nona keseleo" Ucap Ken yang memeriksa.


"Iya aku tau, ayo bantu aku berdiri" Balas Zen.


"Apa nona bisa berjalan?" Tanya Ken.


"Kaki ku tidak lumpuh Ken! Aku bisa jalan" Balas Zen ketus.


Ketika melangkah kaki Zen merasa sakit sekali, keseimabangan Zen goyah. Dengan sigap Ken menerima tubuh Zen sehingga Zen tidak jatuh ke bawah.

__ADS_1


Mata Zen dan Ken bertemu, Zen dan Ken diam seketika.


Kendalikan dirimu Ken! Jangan memperlihat kan rasa cintamu!. Batin Ken yang dada nya berdegup kencang.


Ahhhh Ken kau tau? Tatapan matamu membuat ku jatuh Cinta. Batin Zen yang dada nya tak kalah berdegup kencang dag-dig serrrr.


Zen dan Ken tersadar, Ken refleks melepaskan tubuh Zen alhasil Zen terjatuh.


"Aduhhh" Teriak Zen kesakitan.


"Nona maafkan saya" Balas Ken membantu Zen berdiri.


"Kau ini, mengapa di jatuh kan sih" Ucap Zen marah.


"Maaf nona saya tidak sengaja" Balas Ken menunduk.


"Bilang saja kau tak tahan dengan tatapan mata ku" Goda Zen.


"Tidak begitu nona" Balas Ken mengelak.


"Yasudah kita balik lagi ke mobil" Ajak Zen.


"Baik nona, biar saya gendong nona" Balas Ken menawarkan.


Awal nya Zen menolak namun Ken terus memaksa karena takut kaki Zen kenapa-kenapa.


Ken menggendong Zen hingga sampai ke depan mobil, kemudian Ken melajukan mobil nya lagi membelah jalanan.


"Iya nona?" Balas Ken serius mengemudi.


"Terimakasih tadi" Ucap Zen.


"Sudah kewajiban saya nona sebagai bawahan" Balas Ken tersenyum.


"Kita ke caffe biasa Ken" Ucap Zen.


"Baik nona" Balas Ken.


Selang beberapa saat Zen dan Ken tiba di caffe langganan nya. Zen dan Ken sigap turun memasuki caffe dan duduk di meja yang kosong.


Zen melambaikan tangan memanggil pelayan, tak lama pelayan datang.


"Mau pesen apa Ken?" Tanya Zen.


"Seperti biasa saja nona" Balas Ken.


"Coffe latte two" Ucap Zen.


"Oke, wait" Balas pelayan.


Zen dan Ken memang dari kecil sudah bersama, ayah Ken yang bekerja dengan keluarga Nyonya Lista dari Ken kecil, sekarang ayah dan ibu Ken telag tiada dan Ken melanjutkan pekerjaan ayah nya bekerja pada Nyonya Lista.


Hal sekecil apapun Zen dan Ken satu sama lain sama-sama mengetahui nya. Dari kecil Zen dan Ken besar bersama dan bersekolah di sekolah yang sama, namun ketika kuliah Zen pindah ke Indonesia dan Ken melanjutkan kuliah di Havard, Amerika.

__ADS_1


Ken lebih dulu melnyelesaikan kuliah di banding Zen, karena Zen dulu sempat di skor dan tidak mengikuti mata kuliah nya alhasil Zen banyak ketinggalan pelajaran.


Lulus kuliah Ken kembali ke Inggris dan mengerus kembali perusahaan Nyonya Lista yang kini menjadi perusahaan milik Zen.


~


Selang beberapa pelayan datang dengan dua pesanan coffe latte milik Ken dan Zen.


"Ken, aku ada undangan dari Vanka. Vanka akan menikah" Ucap Zen.


"Wah bagus itu nona, nona kapan akan menyusuk nona Vanka" Balas Ken asal.


"Arghh aku masih senang dengan kesendirian Ken!' Ucap Zen geram.


"Ah maaf nona, lalu kenapa nona?" Tanya balik Ken.


"Acara seminggu yang akan datang lagi, di adakan di Amsterdam" Balas Zen menjelaskan.


"Iya terus nona" Tanya Ken penasaran.


"Aku ingin kau ikut Ken" Balas Zen malu.


Ahh apa ini mimpi? Nona mengajak ku pergi ke pernikahan sahabatnya. Batin Ken senang.


"Apa nona serius?" Tanya Ken tidak percaya.


"Tidak mau yasudah" Balas Zen.


"Aku mau nona mau" Ucap Ken antusias.


Zen senang dengan jawaban Ken begitu pun Ken senang karena di ajak Zen. Dua insan yang saling menyukai namun malu untuk mengakui perasaan nya masing-masing.


"Pulang yuk" Ajak Zen karena sudah merasa bosan.


"Baik nona" Balas Ken.


Zen dan Ken keluar dari caffe dan melajukan mobil menuju kediaman Nyonya Lista.


Singkat cerita Zen dan Ken tiba di kediaman Nyonya Lista, Ken langsung pamit pulang menggunakan mobil nya yang tadi di parkirkan di halaman rumah Nyonya Lista.


Zen masuk kedalam rumah dan berjumpa denga nenek nya yang sedang asik nonton.


"Malam nek" Sapa Zen ikut duduk di samping neneknya.


"Malam Zen, gimana jalan sama Ken nya? Apa Ken sudah menyatakan cintanya?" Tanya Nyonya Lista.


"Apaan sih nek, udah ah nek Zen mau mandi" Balas Zen berlalu.


"Hei Zen, kau belum menjawab pertanyaan nenek" Goda Nyonya Lista.


Zen tidak menghiraukan pertanyaan nenek nya yang konyol, Zen memilih berlalu ke kamarnya untuk mandi.


Yuu dukungan buat authornya mana);

__ADS_1


__ADS_2