Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 32


__ADS_3

Ken membawa Zen menuju ruangannya, dengan mata yang melirik-lirik pada ruangannya yang sudah lama Zen tinggalkan.


"Ini ruangan anda nona" Tutur Ken ramah.


"Apa dulu aku bekerja di sini Ken?" Tanya Zen sambil melangkah duduk di kursi kebesarannya.


"Ya nona, sebelum ingatan nona hilang nona sangat giat bekerja" Balas Ken memikirkan dulu saat Zen mempunyai ingatan normal, saat cinta Ken yang selalu di balas oleh Zen.


"Rasanya indah jika ingatan ku kembali lagi Ken" Tutur Zen.


"Sungguh indah nona, karena dulu kau membalas sedikit cinta ku tanpa memikirkan status ku yang hanya bawahanmu. Namun sekarang status ku menjadi penghalang untukku mendapatkan cintamu nona" Batin Ken melamun.


Zen yang melirik-lirik isi ruangan seketika terheran melihat Ken melamun menatap kearah lurus wajah Zen, Zen mencoba melambaikan tangannya agar lamunan Ken buyar.


"Ken, are you okey?" Tanya Zen sambil masih melambaikan tangannya.


Seketika lamunan Ken buyar saat tangan Zen di lambaikan ke depan wajah nya.


"Maaf nona, saya baik-baik saja" Balas Ken tersenyum.


"Apa yang sedang kau lamunkan?" Tanya Zen penasaran.


"Tak ada nona, saya mohon izin untuk kembali bekerja. Jika nona butuh sesuatu telpon saja saya" Balas Ken.


"Baik" Tutur Ken.


Ken keluar dari ruangannya Zen, hari ini adalah hari pertama bagi Zen kembali bekerja lagi untuk mengingat ingatannya yang telah lama hilang.


"Baik Zen mari kita mulai" Gumam Zen sendiri.


Zen membuka laptop yang ada di hadapannya dan langsung mulai untuk bekerja, beberapa menit bekerja Zen memerlukan pulpen untuk menulis beberapa hal penting. Zen mencari pulpen di meja nya namun tak ada, kemudian Zen membuka laci meja nya dan Zen menemukan sebuah pulpen dan foto.


Dilihat nya foto tersebut nampak wajah Zen dan Ken sambil bergandengan.


"Apakah aku dulu sedekat itu?" Tanya Zen sendiri.


---


Ken kembali duduk di meja nya, namun ada rasa tidak enak dalam hati nya, Ken mencoba berpikir apa yang membuat hati nya tidak enak.


Ken baru tersadar bahwa Ken meninggalkan satu buah foto di ruangan Zen, saat Zen hilang ingatan dan saat Nyonya Lista tak bisa ke kantor, Ken lah yang menempati ruangan Zen menggantikan Nyonya Lista.


*Flassback on.

__ADS_1


Kring...


Terdengar suara ponsel Ken yang berdering sangat nyaring membuat Ken yang habis mandi segera menghampiri ponsel nya, terlihat nama nyonya Lista di layar ponsel nya dengan cekatan Ken menganggkat nya.


~Hallo Ken. Sapa Nyonya Lista.


~Ya Nyonya, ada yang bisa saya bantu nyonya?. Balas Ken.


~Tolong handle perusahaan Zen untuk beberapa hari, saya sedang ada urusan. Tutur Nyonya Lista.


~Bukankah ada nona Zen?. Balas Ken.


~Apa kau bodoh Ken? Zen masih dalam keadaan tak ingat apapun, bagaimana bisa Zen menghandle semua urusan kantor?. Tutur Nyonya Lista.


~Jika begitu baiklah Nyonya saya yang akan menghandle nya. Balas Ken.


~Kau boleh pindah ke ruangan Zen dulu selama saya tak ke kantor. Turut Nyonya Lista.


~Baik Nyonya. Balas Ken.


Ken sengaja mengiyakan semua perintah Nyonya Lista karena jika dibantah Nyonya Lista akan marah, Nyonya Lista menutup telponnya.


Usai mendapatkan perintah dari Nyonya Lista, Ken buru-buru memakai kemeja dengan stelan jas hitam yang cocok dengannya. Setelah rapih berpakaian, Ken meminum secangkir kopi latte kesukaannya dan kesukaan Zen juga.


Diambil nya satu lembar foto itu dan nampak wajah Zen dan Ken kala jalan-jalan di taman tempat Ken merenung. Ken mulai bersedih akan hidupnya yang sekarang, dimana Zen tak ingat apa-apa.


Ken membawa satu lembar foto dan dimasukannya ke dalam saku jas, setelah rapih Ken keluar dari apartemennya dan langsung melajukan mobil nya menuju kantor milik Zen.


--


Ken melangkah masuk menuju ruangan Zen karena diminta Nyonya Lista, saat sedang duduk Ken mengeluarkan foto nya bersama Zen dan menulis namanya dan nama Zen di belakang foto nya.


Saat sedang memandang foto itu, beberapa email masuk mengharuskan hari ini Ken bekerja dengan keras, Ken meletakan foto dan pulpennya di laci meja bekrja Zen dan memulai memeriksa beberapa dokumen.


*Flassback off.


Ken sedikit berlari menuju ruangan Zen, saat Ken membuka pintu nampak Zen sedang memandang indah kota dari jendela yang ada di ruangannya.


"Nona ada barang saya yang tertinggal, saya mohon izin untuk mengambilnya" Tutur Ken gugup.


"Apa barang yang dimaksud kau adalah ini" Balas Zen berbalik dan memperlihatkan barang yang di cari Ken.


"Maaf nona saya tak bermaksud mencetak foto itu, saya akan buang" Tutur Ken gugup.

__ADS_1


Sebenarnya Ken senang jika Zen menemukan fotonya namun di sisi lain Ken takut jika Zen tidak suka pada masalalu nya bersama dengan Ken.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Zen berjalan menuju kursi nya dan langsung menduduki nya.


"Sangat salah nona, tidak pantas jika atasan dan bawahan seakrab itu dan saya melah mencetak fotonya pasti itu akan sangat menghancurkan posisi nona saat ini" Balas Ken gugup.


"Mengapa begitu? Apa aku dulu mencintaimu Ken?" Tanya Zen.


"Saya tidak tahu persaan nona kala dulu" Balas Ken.


"Tapi kau tahu persaanmu dahulu pada ku bagaimana?" Tanya Zen lagi.


"Saya tak tahu juga nona, karena tak pantas jika bawahan dan atasan mempunyai hubungan khusus" Balas Ken gugup.


"Jika begitu kau boleh keluar dari ruangan ku dan foto nya aku akan simpan" Tutur Zen.


"Baik nona" Balas Ken keluar dari ruangan Zen.


Setelah Ken keluar, Zen memandang foto dirinya dan Ken tiba-tiba kepala Zen pusing, sepintas Zen mengingat masa lalu nya dan Zen mengingat bagaimana ia bisa kecelakaan.


"Aku ingat, aku ingat bahwa aku memang ada rasa pada Ken dan aku juga ingat aku kecelakaan waktu itu karena aku tahu Zen bersama wanita lain memasuki apartemennya" Gumam Zen sendiri.


--


Zen keluar dari ruangannya menuju ruangan Ken, Zen masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Ken, Ken yang terkejut melihat kedatangan Zen merasa heran.


"Apa kita bisa bicara Ken?" Tanya Zen.


"Tentu saja nona silahkan" Balas Ken mempersilahkan.


"Tidak disini" Tutur Zen.


"Dimana nona?" Balas Zen bertanya.


"Di taman yang di foto itu" Tutur Zen membalas.


"Tapi nona" Tutur Zen.


"Cepat ini perintah!" Balas Zen sedikt kesak karena Ken banyak bertanya.


"Baik nona" Tutur Ken membalas.


Zen dan Ken keluar dari area kantor untuk pergi menuju taman yang dulu Ken dan Zen pernah singgahi.

__ADS_1


__ADS_2