
Ken melajukan mobil nya menuju rumah utama milik Nyonya Lista.
Ken menekan bel yang berada di samping gerbang, dan keluarlah satpam yang menjaga nya. Satpam yang yang asli dari Indonesia sedang menjadi TKI mencari nafkah untuk keluarga nya.
"Eh tuan Ken, mau kemana? Jika mencari Nyonya atau nona mereka sedang tidak ada di tempat" Ucap si satpam.
"Lah kemana? Kan nona Zen sudah pulang, dan nyonya besar?" Tanya Ken bingung.
"Apa tuan Ken tak tahu? Nyonya besar sedang ke rumah sakit menemui nona Zen yang mengalami kecelakaan" Balas si satpam.
"Apa kecelakaan?" Tanya Ken tak percaya.
"Iya tuan" Balas si satpam.
Ken kembali melajukan mobil nya menuju alamat rumah sakit yang satpam tadi beri.
Selang setengah jam akhirnya Ken tiba di rumah sakit, Ken menyusuri lorong rumah sakit lantai satu yang resepsionis beri tahu.
Dari ujung koridor terlihat Nyonya Lista dan Bu Tari.
"Nyonya besar, nyonya Tari" Ucap Ken.
"Ken dari mana saja kau?" Tanya Nyonya Lista.
"Maaf kan saya nyonya besar saya baru mendapatkan kabar dari satpam rumah utama nyonya" Bals Ken cemas.
Nyonya Lista beserta Bun Tari dan Ken menunggu dengan keadaan cemas.
Lampu ruangan oprasi kini berubah menjadi warna hijau menandakan oprasi telah selesai.
Dokter keluar dari ruangan oprasi nya.
"Miss Zen's family?" Tanya dokter itu.
"I am her mother and this is her grandmother" Balas Bu Tari menunjuk Nyonya Lista.
"Alright follow me" Ucap di dokter berlalu di ikuti oleh Bu Tari di belakangnya.
"Ken jaga Zen disini, saya menemui dokter dulu" Ucap Nyonya Lista berlalu mengikuti langkah ank nya.
Sampailah Bu Tari dan Nyonya Lista di ruangan dokter itu.
Bu Tari dan Nyonya Lista di persilahkan duduk.
"Yes, this is how it is, madam. Miss Zen experienced a violent impact on her head area which resulted in Miss Zen becoming an amnesi or often referred to as forgetfulness" Ucap dokter itu.
Bu Tari dan Nyonya Lista syok dengan hal buruk yang menimpa Zen.
"Is there any medicine for my back to normal again" Balas Nyonya Lista bertanya.
"Yes, you can, continue to remind Miss Zen of her past slowly, later Ms. Zen's memory will recover" Balas dokter itu.
Karena sudah paham akan yang di alami Zen, Bu Tari beserta Nyonya Lista keluar dari ruangan dokter yang menangani Zen.
Bu Tari langsung masuk ke dalam ruangan inap Zen sedangkan nyonya Lista menemani Ken duduk di bangku koridor.
"Maaf nyonya apa yang di katakan dokter tadi?" Tanya Ken penasaran.
__ADS_1
"Saya ingin kau menjaga Zen, Ken. Zen mengalami amnesia, yang saya takutkan jika musuh bisnis Zen memanfaatkan Zen yang dalam keadaan amnesia" Balas Nyonya Lista.
"Jadi nona Zen mengalami amnesia?" Tanya Ken tak percaya.
"Iya, akibat benturan kecelakaan itu membuat memory masa lalu Zen hilang" Balas Nyonya Lista.
"Saya berjanji nyonya akan selalu menjaga nona Zen" Ucap Ken antusias.
"Saya percaya padamu Ken" Balas Nyonya Lista memasuki ruangan inap Zen.
----
Bu Tari menangis di tepi ranjang Zen, menggenggam tangan Zen dan mencium punggung tangan Zen.
"Zen bangun lah nak, ini ibu" Ucap Bu Tari menangis.
Nyonya Lista menghampiri Tari dan merangkul bahunya.
"Tari, apa kau sudah memberitahukan pada Ali tentang Zen?" Tanya Nyonya Lista.
Bu Tari menoleh dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Beritahu Ali bagaimana pun Ali adalah ayah kandung Zen, Tari" Ucap Nyonya Lista.
"Baik bu" Balas Bu Tari berlalu kemudian duduk di sofa panjang yang berada di ruangan Zen.
Bu Tari merogoh ponsel nya yang berada dalam tas jinjing nya, Bu Tari mencari nama kontak Ali dan langsung menelpon nya.
---
Rotterdam, Belanda.
Tiba-tiba ponsel Pak Ali berdering, Pak Ali menoleh ke arah ponsel nya tertera nama Tari di layar ponsel nya.
"Siapa yang menelpon?" Tanya Elle.
"Ibu nya Zen" Balas Pak Ali.
"Angkat siapa tahu ada yang penting" Ucap Elle.
"Baiklah" Balas Pak Ali.
Pak Ali menggeser panel hijau dan langsung tersambung dengan Tari.
*Halo mas. Ucap Bu Tari.
*Iya, ada apa?. Tanya Pak Ali.
*Bisakah mas ke Inggris? Zen mengalami kecelakaan. Balas Bu Tari.
*Apa? Baiklah aku akan ke Inggris malam ini juga. Ucap Pak Ali menutup telpon nya.
Pak Ali menyimpan ponsel nya, dan langsung menatap istri nya.
"Ada apa?" Tanya Elle penasaran.
"Aku akan terbang ke Inggris malam ini juga, Zen kecelakaan" Balas Pak Ali cemas.
__ADS_1
"Aku ikut" Ucap Elle.
"Tapi-" Balas Pak Ali menggantung ucapan nya.
"Aku ibu nya Zen juga, walaupun aku hanya ibu tiri tapi aku menyayangi Zen seperti anak kandung ku" Ucap Elle meyakinkan Pak Ali.
"Baiklah kita pergi sekarang" Balas Pak Ali.
---
"Apa kata Ali? Apa Ali akan kemari?" Tanya Nyonya Lista.
"Iya bu" Balas Bu Tari.
Bu Tari pamit keluar untuk membeli makanan, saat keluar di dapati nya Ken yang masih menunggu.
"Ken" Ucap Bu Tari.
"Nyonya" Balas Ken berdiri.
"Kau tak pulang?" Tanya Bu Tari.
"Saya ingin menunggu Zen nyonya" Balas Ken.
"Pulanglah ini sudah larut, kau bisa kembali lagi besok Ken" Ucap Bu Tari.
Karena di paksa akhirnya dengan berat hati Ken pulang menuju apartemen nya.
--
Pukul 23.00 PM Pak Ali dan istrinya tiba di rumah sakit, Pak Ali dan Elle menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan inap Zen.
Pak Ali mengetuk pintu ruangan inap Zen dan nampak lah Tari.
"Masuklah" Ajak Bu Tari.
Pak Ali memasuki ruangan Zen di ikuti Elle, terlihat Nyonya Lista mengembangkan senyuman nya.
"Malam bu" Sapa Pak Ali.
"Malam Ali, siapa dia?" Balas Nyonya Lista bertanya.
Dengan sigap Elle bersalaman dengan Nyonya Lista dan memperkenalkan diri nya.
"Selamat malam bu, perkenalkan saya Elle istri Ali" Ucap Elle ramah.
Nyonya Lista membalas sapaan Elle dengan senyuman nya, Elle dan Tari cepat akrab mereka berbincang kesana-kemari, sedangkan Nyonya Lista pamit pulang karena merasa kelelahan.
Pak Ali menghampiri Zen yang terbaring dengan balut perban di kepala nya, wajah nya pucat pasi terbaring lemah.
Pak Ali duduk di bangku samping ranjang Zen, Pak Ali mengelus kepala putri nya yang di balut perban.
"Bangunlah nak, ayah ada di sini si samping mu" Ucap Pak Ali dengan mata yang telah berair.
"Ayah sayang pada mu nak, bangunlah ayah menunggu mu di sini" Timpal Pak Ali.
Yuu readers dukungan buat author nya jangan sampai putus kaya hubungan si aku sama dia); Eaaa becanda.
__ADS_1
Jika berkenan mampir yuu readers ke karya author yang baru.
Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner.