Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 47


__ADS_3

Setelah mengambil mobil Zen mampir ke resto untuk membeli makan malam nya, saat Zen keluar dari pintu resto karena pesanannya sudah di belinya, seoramg pria menabrak Zen tak sengaja membuat makanan yang ada di tangan Zen jatuh.


"I sorry" Tutur si pria seraya membantu Zen berdiri dan mengambil makanan Zen yang tak berserakan karena berada dalam dus.


Setelah bangkit mereka saling meminta maaf, telah masalah nya selesai Zen berlalu menuju mobil merah muda nya. Zen melajukan mobilnya nya menuju kediamannya dan Ken.


--


Ken tiba lebih awal karena Ken sangat cape pada hari ini, saat tiba Ken mencari keberadaan Zen namun Zen tak ada. Karena Zen belum pulang Ken berniat untuk mandi, saat hendak mandi pintu kamar terbuka dan nampak lah Zen.


"Mas kau sudah pulang?" Tanya Zen memasuki kamar.


"Aku pulang lebih awal hari ini" Balas Ken.


"Baguslah" Tutur Zen singkat.


Zen duduk di ranjang nya, Ken memandang wajah istrinya dengan keheranan. Ken berjongkok di hadapan Zen yang duduk di tepi ranjang.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken.


"Apa aku boleh jujur?" Balas Zen bertanya.


"Tentu saja, malah lebih baik jika jujur" Tutur Ken tersenyum.


"Aku ingin seperti pasangan suami istri yang harmonis" Balas Zen.


"Maksud mu kita tak harmonis?" Tutur Ken bingung.


"Sebelum menikah mas selalu ada untuk ku tapi semenjak menikah aku merasa kau jauh bahkan sampai saat ini mas tak pernah menyentuhku" Balas Zen sedih.


"Sayang maafkan mas, bukan maksud mas begitu" Tutur Ken yang tahu maksud arah pembicaraan istrinya.


Zen berdiri dari ranjang nya dengan cepat Ken memeluk Zen, namun Zen menepis nya karena Ken melakukan ini setelah Zen mengutarakan maksudnya tidak dengan keinginannya.


"Lepaskan aku mau mandi" Tutur Zen berlalu menuju kamar mandi.


Ken terpaku dengan Zen yang sedih dengan pernikahan nya yang mementingkan pekerjaan hingga larut malam.


Apa aku salah? Aku berdosa menikahi Zen tapi tak pernah menyentuh nya? Aku bukan tak mau menyentuh mu sayang, tapi aku capek pulang bekerja terus harus menyentuh mu. Batin Ken berperang.


Satu jam berlalu Zen baru keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sulit ditebak, Ken menghampiri Zen yang baru keluar.


"Sayang maaf kan aku bukan maksud mas begitu" Tutur Ken.

__ADS_1


"Hentikan aku mau tidur, besok aku akan bekerja" Balas Zen keluar kamar.


Dengan sigap Ken berlari mengejar Zen keluar kamar.


"Ada apa? Bukankah mau tidur? Kenapa keluar?" Tanya Ken bingung.


"Aku tidur di kamar tamu" Balas Zen menahan tangis.


"Hanya karena masalah sepele?" Tutur Ken.


"Kau anggap sepele? Untuk apa aku menikah denganmu jika kau anggap ini masalah sepele" Balas Zen tegar.


"Zen ayolah, kamu ini dari dulu selalu ke kanak-kanakan" Tutur Ken.


"Oh gitu?! Bye aku tidur di kamar!!" Teriak Zen melenggang.


Ken prustasi mejambak rambut nya sendiri karena Zen yang selalu ke kanak-kanakan, saat bergulat dengan rasa prustasinya ponsel Ken tiba-tiba berdering menandakan ada yang menelpon, terlihat nama Kevin di layar ponsel.


*Hallo Ken. Sapa Kevin.


*Ya, ada yang bisa saya bantu Pak Kevin. Balas Ken formal.


*Santailah Ken jangan terlalu formal dengan ku, aku kan sahabat istrimu. Tutur Ken.


*Nah gitu, eh iya nih Ken aku minggu depan akan berkunjung ke perusahaan mu untuk bahas tentang penanaman modal, kami sepakat untuk datang minggu depan untuk membahas nya. Jadi aku minta siap kan semuanya dengan baik agar investor tertarik akan perusahaan mu. Tutur Kevin.


*Baiklah aku akan persiapakan semuanya. Balas Ken senang.


Saat Kevin hendak menutup telponnya Ken mencegah untuk menutup nya dan menyakan sesuatu pada Kevin.


*Tunggu Kevin jangan tutup telponnya dulu, aku ada pertanyaan yang bukan bersifat kerja sama. Tutur Ken gugup.


*Tanyakan saja Ken tak masalah. Balas Kevin santai.


*Begini Zen sedang marah karena kurang sentuhan dari ku apa itu wajar? Kan kau sudah berumah tangga lama mungkin kau tahu jawabannya. Tutur Ken gugup.


*Hah kurang sentuhan? Apa jangan-jangan....?. Balas Kevin menebak.


*Ya aku belum menyentuh Zen sama sekali. Tutur Ken.


*Lalu untuk apa menikah jika tak menyentuh? Mungkin Zen pun butuh belaian hangat dari suaminya, istri ku juga begitu jika aku tak peka dia suka uring-uringan tapi setelah dilakukan memang asik dan ketagihan. Balas Kevin sedikit tertawa.


Saat hendak menjawab kembali Kevin, pintu kamar tamu terbuka dan nampak Zen melihat Ken dengan buru-buru Ken menutup telponnya tanpa basa-basi pada Kevin membuat Kevin yang di sebrang telpon merasa kebingungan.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat?!" Tutur Zen ketus.


Ken tak menjawab namun Ken mengikuti Zen turun dari lantai 2 ke lantai 1 menuju dapur untuk menghidangkan makanan yang tadi di beli.


"Sayang aku lapar" Rengek Ken.


"Mandilah dulu! Kau bau mas" Balas Zen ketus.


"Ya aku mandi" Tutur Ken kecewa.


Ken naik kembali menunu kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri, di dalam kamar mandi Ken mencerna ucapan Kevin jika sudah menyentuh nya lama-lama akan asik dan ketagihan.


Apa benar yang di katakan Kevin? Tapi aku tak tahu bagaiman melakukan nya, ah nanti aku akan coba. Batin Ken.


Selesai mandi Ken kembali turun menuju meja makan, nampak masih ada Zen yang menunggunya dengan makanan yang sudah siap untuk di santap.


"Maaf lama" Tutur Ken duduk di kursi meja makan.


"Tak apa, makanlah" Balas Zen.


Zen mengambil nasi untuk suaminya beserta dengan lauk pauk nya, kemudian mereka makan bersama dengan tenang. Usai makan malam selesai Zen membawa piring kotor ke dapur untuk di cucinya, Ken pun mengikuti Zen yang sedang mencuci piring.


"Sayang apa kita perlu pembantu?" Tanya Ken.


"Buat apa kita hanya hidup berdua" Balas Zen.


"Kita akan menambah anggota keluarga" Tutur Ken.


"Siapa?" Balas Zen.


"Anak kita" Tutur Ken tersenyum.


"Anak? Malam pertama aja kita gak lakuin, bahkan aku masih perawan saat ini" Balas Zen ketus.


"Iya maafkan aku sayang, harus kita lakukan pada saat selesai pernikahan tapi aku rasa saat itu kamu kecapean" Tutur Ken sedih.


Zen sudah beres mencuci piring nya dan melihat Ken yang menundukan kepalanya.


"Jangan menunduk! Mas ini kepala keluarga dan tak pantas jika kepala keluarga menunduk, jika mau bikin anak ayo" Seru Zen berlari.


Ken mengangkat kepalanya dan mendapat jawaban senang dari istrinya dengan semangat Ken menyusul Zen berlari menuju kamar nya.


"Tunggu aku sayang..." Teriak Ken senang.

__ADS_1


__ADS_2