Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 60


__ADS_3

Kali ini di apartemennya Vanka sedang bersiap untuk pergi yoga bersama dengan Zen dan ibunya, di tengah persiapan nya dari arah pintu datang Arul.


"Mau pergia kemana sayang?" Tanya Arul.


"Yoga, mumpung Vio sama ibu kali-kali dong aku mempersehat tubuh ku agar kencang kembali" Balas Vanka.


"Kencang?" Tanya Arul bingung.


"Sudah jangan di pikir kan hoon, aku yoga untuk kau nikmati nanti hasil nya" Balas Vanka tersenyum genit.


"Terserah kau saja sayang, mari aku antar" Tutur Arul.


"Aku bawa mobil sendiri, kau diam di rumah beristirahat. Aku bersama Zen dan ibu nya" Balas Vanka.


"Baiklah sayang" Tutur Arul menurut.


Vanka meninggalkan Arul yang sedang rebahan di ranjang apartemen.


--


Zen dan ibu nya telah tiba di pusat senam, Zen dan ibu nya beristirahat sebentar sambil menunggu Vanka tiba, dan tak beberapa lama Vanka datang dengan keceriannya.


"Hallo Zen, bu Tari" Sapa Vanka ikut duduk.


"Mulai yu" Ajak Zen.


Zen, Vanka dan ibu Zen menghampiri inpekstur senam, setelah mendengar penjelasan bahwa Zen harus di pisah kan dengan ibunya dan Vanka karena Zen sedang hamil jadi Zen harus ikut senam yoga khusus ibu hamil dan mau tak mau Zen mengikuti nya sedang kan ibu nya dan Vanka ikut senam yoga seperti biasa.


--


Di hari libur nya Ken tengah membereskan berkas perusahaan nya untuk Arga pegang karena Ken berencana akan kembali ke tanah ke lahirannya, dan semua aset yang berada di Inggris akan Arga pegang dalam pengawasan Ken juga tentu nya.


Saat sedang sibuk di kamar nya, bibi Ken mengetuk pintu kamar apartemennya kemudian Ken memberi intruksi untuk masuk.


Bibi Ken masuk dengan membawa secangkir kopi dan camilan kesukaan Ken untuk menemani pekerjaan Ken di hari libur.


Bibi Ken menaruh nya di atas nakas dekat dengan ranjanh kemudian bibi Ken ikut duduk di tepi ranjang Ken.


"Apa kau yakin akan pulang Ken?" Tanya bibi Ken.


"Ya bi, minggu depan sidang terakhir perceraian ku dan usai semua selesai aku akan pulang menenangkan diri ku dulu di sana" Balas Ken.


"Bibi dukung semua keputusan mu" Tutur bibi Ken.


"Terimakasih bi kau yang terbaik" Balas Ken memeluk bibinya.


Bibi Ken berpamitan keluar dari kamar Ken dan kini tinggalah Ken sendiri di kamar nya.


Sementara aku akan pergi dulu Zen, bukan karena aku tak mau berada di dekat mu namun aku pun terasa sakit hati kau tak mau mendengar penjelasan ku. Tapi satu hal yang harus kau tahu aku mencintai mu sampai kapan pun walau nanti nya aku hanya di anggap sebatas mantan suami. Batin Ken menangis.


--

__ADS_1


Zen, ibunya beserta Vanka sudah selesai senam dan sekarang Zen akan mampir ke caffe untuk sekedar hangout melepaskan beban pikirannya.


Zen hanya berdua dengan Vanka sedang kan ibu nya memilih pulang lebih dulu karena takut nyonya Lista kesepian di rumah.


Zen dan Vanka memasuki sebuah caffe kemudian Zen memesan jus mangga sedang kan Vanka memesan kopi, Zen tadi nya ingin meminum kopi namun itu tidak baik untuk kandungannya.


Pesenan tiba langsung saja Zen dan Vanka menegak minumannya karena terasa haus.


"Ahh.. Segar sekali" Tutur Zen.


"Kau ini, oh iya setelah kau sah berpisah dengan Ken apa tujuan hidup mu?" Tanya Vanka.


"Kau tahu Vanka, usai aku dan Ken sah berpisah aku akan melahir kan anak ku kemudian bekerja dengan giat untuk memberi nafkah anak ku" Balas Zen menghela nafas.


"Apa pertanyaan ku membuat kau sedih?" Tanya Vanka.


"Tentu saja, karena nanti anak ku lahir tanpa seorang ayah" Balas Zen mulai berkaca-kaca.


"Maafkan aku Zen" Tutur Vanka ikut sedih.


"Tak apa Vanka, ini keputusan ku dan aku tahu apa resiko nya" Balas Zen menghapus air mata yang sedikit turun dari mata nya.


"Aku selalu berdoa agar kau dan Ken berjodoh" Tutur Vanka mengelus bahu Zen.


"Terimakasih" Balas Zen tersenyum.


"Jangan menangis kasihan pada Zen junior mu melihat ibu nya selalu sedih" Tutur Vanka tertawa.


Zen dan Vanka menghabis kan waktunya bersama di caffe sampai ada seorang wanita muda memanggil nama Zen.


"Tante Zen!!" Teriak si wanita.


Zen dan Vanka menoleh pada sumber suara, wanita muda yang memanggil Zen ialah Zavanya putri dari Kevin sahabat nya.


Zavanya menghampiri Zen dan Vanka.


"Apa aku boleh bergabung tante?" Tanya Zavanya.


"Tentu saja, kemari" Balas Zen.


Zavanya ikut duduk di bangku yang bersebelah dengan Zen.


"Tante aku dengar dari papah tante dan om Ken akan berpisah?" Tanya Zavanya.


Zen dan Vanka kaget sembari menatap mata satu sama lain.


"Memang nya kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya Vanka.


"Kan Zavanya udah gede tante Vanka, Zavanya bisa dekat lagi dengan om Ken" Balas Zavanya polos.


Damn!!. Batin Zen.

__ADS_1


"Kau masih belum cukup umur lebih baik kau belajar, tante Vanka dan tante Zen pamit duluan ya" Tutur Vanka menarik lengan Zen keluar dari caffe. Sebelum keluar Vanka udah bayar ya.


Saat di parkiran Zen menghela nafas nya kemudian membuang nya dengan kasar.


"Anak Kevin gila ya? Masa masih kecil udah suka om-om" Tutur Zen memasuki mobil Vanka, menyusul Vanka yang sudah masuk mobil.


"Jangan di pikirkan nama nya juga anak remaja, pikirannya masih labil" Balas Vanka.


"Iya kali" Tutur Zen.


"Mau kemana lagi?" Tanya Vanka.


"Enak nya kemana yah?" Balas Zen bingung.


"Gimana kalo kita ke mall beli perlengkapan bayi mu" Tutur Vanka.


"Boleh tuh kebetulan aku belum beli" Balas Zen.


"Ayo shoping!!!" Teriak Vanka.


Vanka melajukan mobil nya membelah jalanan kota yang biasa nya pada hari libur jalanan agak sepi.


--


Zavanya yang masih duduk di caffe sedang menunggu temannya, sambil menunggu Zavanya memaikan ponselnya.


Zavanya tengah memandang foto Ken yang di simpan di galeri ponsel nya.


Sungguh om sudah membuat hati Zavanya berdebar. Batin Zavanya tersipu.


--


Tari sudah sampai di kediaman Nyonya Lista, Tari memasuki rumah ibunya nampaka Nyonya Lista tengah menonton film kesukaanya.


"Ibu Tari pulang" Tutur Tari.


"Bagaiaman kondisi Zen?" Tanya Nyonya Lista.


"Zen agak sedikit melupakan kesedihan nya tadi di pusat senam" Balas Tari ikut duduk di sebelah ibu nya.


"Lalu kemana dia? Sedang hamil kelayapan" Tutur Nyonya Lista.


"Tadi Zen pamit pergi ke caffe, Zen bersama Vanka kok bu" Balas Tari.


"Bagus lah jika dengan Vanka setidak nya ada yang menjaga Zen dan kehamilan nya" Tutur Nyonya Lista.


Usai berbincang dengan ibu nya Tari berpamitan untuk membersihkan tubuh nya yang bau keringat akibat senam tadi.


--


Ayo dong vote dan like nya:( author bela-belain update nya ngebut buat kalian tapi eh kalian gak vote sama like:( author jadi sedih.

__ADS_1


__ADS_2