
Ken memohon izin untuk menemui Zen yang sedang menguap dengan wajah tanpa make up dan pakaian rumahannya, usai meminta izin dan mendapatkan izin langsung saja Ken berjalan dari arah taman menuju teras.
Zen yang tak tahu jika ada Ken bahkan Zen tak tahu bahwa Ken melihat nya menguap, dengan langkah santai Ken mamanggil pelan Zen.
"Nona Zen" Tutur Ken tersenyum.
Zen melirik ke arah sumber suara, dilihat nya Ken dengan pakaian kasualnya, Zen malu karena Ken menemui nya tanpa ada persiapan Zen.
"Oh Ken sejak kapan kau di sini?" Tanya Zen kaget.
"Hari sudah siang tapi nona baru bangun bahkan nona keluar rumah dengan pakaian yang minim bahkan menguap" Tutur Ken menyindir.
"Kau melihat nya?" Balas Zen bertanya memastikan karena jika Ken melihat nya itu adalah hal buruk yang Zen lakukan saat libut bekerja.
"Tentu saja, saya dan Nyonya Lista melihat nya bahkan kami tertawa" Tutur Ken kembali tertawa.
Zen yang merasa malu akan hal buruk nya dilihat menjadi marah pada Ken.
"Hentikan! Ada apa datang kemari?" Tanya Zen dengan ketus.
"Jangan marah nona, cantik nona hilang" Balas Ken merayu.
"Alah.. alah dasar raja gombal" Tutur Zen menepis rayuan Ken.
"Saya tak sedang mengombal tapi saya bicara apa adanya, nona cantik jika sedang apa pun" Balas Ken tersenyum.
Pernyataan Ken yang ternyata bukan gombalan berhasil meluluh kan amarah Zen, kembali lah Zen menatap Ken dengan senyuman natural nya.
"Nah gitu kan tambah cantik nona walaupun nona tak memakai make up jika tersenyum tetap cantik" Puji Ken.
"Heem.. Ada apa Ken?" Tutur Zen bertanya.
"Tak ada nona, saya hanya ingin bertemu dengan nona" Balas Ken.
"Bagaimana kalo kita nonton film di rumah?" Ajak Zen.
"Ide bagus, ayo" Seru Ken.
Saat hendak masuk dalam rumah Nyonya Lista, Ken memegang tangan Zen yang sama hendak akan masuk, Zen menatap tangan nya yang di genggam Ken.
"Ada apa Ken?" Tanya Zen.
"Saya membawa hadiah untuk nona, anggap saja hadiah ini rasa cinta saya pada nona. Walaupun harga nya tak seberapa, saya mohon nona mengambil nya" Tutur Ken menyodorkan paperbag yang tadi di belinya.
__ADS_1
"Apa ini?" Balas Zen bertanya.
"Buka saja" Tutur Ken.
Zen membuka paperbag yang Ken berikan, Zen terpukau dengan hadiah yang Ken berikan padanya. Kotak musik kecil dengan tulisan ZK di kotak nya.
Larut dalam bahagia nya Zen diberi hadiah oleh Ken, Nyonya Lista menghampiri dua insan yang saling cinta itu.
"Eheem.. " Suara batuk yang dibuat pura-pura oleh Nyonya Lista.
Dengan cepat mata Zen dan Ken melihat pada sumber suara.
"Nenek.." Tutur Zen.
"Nyonya" Tambah Ken.
"Tak apa lanjut saja, nenek hanya numpang lewat" Balas Nyonya Lista tertawa.
"Ah nenek" Rengek Zen.
Nyonya Lista, Zen beserta Ken masuk ke dalam rumah, Ken di persilahkan duduk di ruang keluarga karena rencana Zen hari ini akan nonton film di rumah bersama dengan Ken.
"Ken tunggulah dulu, aku mandi sebentar" Tutur Zen berlalu menuju kamar nya.
Ken duduk di sofa tepat di ruang keluarga dengan televisi besar di depannya. Salah satu pembantu datang dengan membawa jus jeruk dan camilan untuk Ken.
"Silahkan dinikmati tuan Ken" Tawar pembantu.
Ken mengucapkan terimakasih pada pembantu itu, dan pembantu itu kembali menuju dapur.
Saat sedang menunggu Zen yang masih mandi, Nyonya Lista datang menghampiri Ken dari arah kamar nya.
"Ken di minum lah.." Tawar Nyonya Lista.
"Baik Nyonya" Balas Ken ramah.
Nyonya Lista duduk di sebelah sofa yang di duduki Ken.
"Ken, saya mohon pada mu untuk tetap menjaga Zen" Tutur Nyonya Lista.
"Saya berjanji pada diri saya, saya akan menjaga nona Zen" Balas Ken bersungguh-sungguh.
"Bawalah keluarga mu dan lamarlah Zen" Tutur Nyonya Lista.
__ADS_1
"Baik Nyonya, segera saya akan membawa keluarga saya" Balas Ken.
Sedang serius mengobrol dengan Nyonya Lista, Zen datang dari arah kamar nya dengan membawa berbagai banyak film yang akan di putar nya.
"Ayo nonton" Seru Zen.
Seketika Zen melihat neneknya yang duduk di sebelah sofa Ken.
"Nenek mau ikut nonton?" Tanya Zen.
"Tidak kalian saja yang nonton" Balas Nyonya Lista.
Nyonya Lista pergi meninggalkan Zen dan Ken, Zen dan Ken langsung saja menonton film yang dipilih nya.
Dari kejauhan Nyonya Lista melihat cucuk nya yang bahagia jika dekat dengan Ken, rasa terpuruk nya rasa sakit hati nya mulai menghilang dengan adanya kehadiran Ken di dalam hidup Zen.
2 jam telah berlalu dan film yang di putar Zen dan Ken sudah selesai di tonton, waktu Inggris sudah menunjukan pukul 5 sore.
Ken berpamitan pada Zen dan tak lupa pada Nyonya Lista, Ken sengaja untuk pulang cepat karena nanti malam Ken harus menemani Zen menghadiri reuni sahabat nya, karena reuni sahabat itu membawa pasangan nya masing-masing, Zen merasa malu jika datang sendiri dan alhasil Zen meminta Ken untuk menemani nya.
--
Ken memfokus kan pandangan nya pada ruas jalanan, dan tak beberapa lama Ken sudah tiba di apartemennya. Seperti biasa Ken memarkirkan mobilnya usai itu Ken melajukan langkah nya menuju kamar apartemennya.
Tempat di lantai 3 pintu nomor 112, Ken membuka pintu nya dengan key card setelah terbuka Ken masuk dan langsung mandi.
Usai ritual mandi Ken selesai, Ken mengambil ponsel nya dan menelpon kerabat nya yang ada di Paris.
*Hallo paman. Sapa Ken.
*Ya hallo Ken. Balas paman Ken.
*Lama tak berjumpa, besok pagi aku akan terbang ke Paris menemui paman. Tutur Ken.
*Benarkah? Paman sungguh senang kau akan pulang besok, paman akan menyambut kedatangan mu" Balas Paman Ken senang.
Setelah panjang lebar berbicara dengan paman nya, Ken memutuskan sambungan telponnya. Paman dan keluarga Ken sangat fasih dalam berbahasa Indonesia karena dulu ayah Ken bekerja di keluarga Nyonya Lista, kemudian ayah Ken membagi ilmu yang keluarga Nyonya Lista ajarkan pada keluarga nya termasuk anak nya yaitu Ken.
--
Jam dikamar Zen sudah menunjukan pukul 7 malam waktu di Inggris, dan Zen sudah mendapat kabar jika Ken sudah tiba dan sedang menunggu nya di luar.
Zen dengan pakaian bawaha rok jeans, atasan kaos yang bagian lengannya terbuka di padukan dengan jaket jeans yang senada dengan rok nya begitu pun dengan heels yang tak terlalu tinggi menambah kesan menarik pada Zen.
__ADS_1