
Arul mengikuti keingina istrinya untuk mendatangi Ken yang sedang makan bersama dengan wanita yang buka istrinya.
Arul mendatangi meja Ken dan pura-pura akan ke toilet karena arah toilet melewati meja yang sedang Ken tempati.
"Ken?" Sapa Arul pura-pura tak tahu.
Ken menoleh.
"Arul, sedang apa disini?" Tanya Ken.
"Aku sedang bersam istri ku untuk makan disini, istri ku mengidam ingin makan disini" Balas Arul.
Ken menoleh pada meja Vanka, Vanka melambaikan tangan pada Ken yang melihat nya.
"Oh begitu" Tutur Ken singkat.
"Siapa dia Ken? Kemana Zen?" Tanya Arul.
"Dia sekretaris baru ku namanya Siska dan Zen sekarang ada di rumah" Balas Ken mengenalkan Siska.
Arul menjabat tangan Siska arti dalam berkenalan.
"Zen tak ke kantor?" Tanya Arul.
"Zen sedang sakit jadi Zen melibur diri" Balas Ken.
"Oh begitu baiklah habis makan aku dan Vanka akan menengok nya" Tutur Arul.
Arul pamit untuk kembali ke meja nya, saat Arul tiba di meja nya makanan yang ia pesan telah tiba. Arul duduk berhadapan dengan istrinya.
"Siapa dia sayang?" Tanya Vanka penasaran.
"Dia sekretaris Ken" Balas Arul memakanan makanan nya.
"Sekretaris? Style nya seperti wanita dewasa" Tutur Vanka mengamati.
"Maksud mu?" Balas Arul bingung.
"Wajahnya cantik, namun umurnya sudah memiliki anak" Tutur Vanka.
"Menurut ku dia cantik dan dewasa, dia juga pandai kelihatanny" Balas Arul cuek.
Vanka mendengar suaminya memuji wanita lain seketika amarah Vanka memuncak, Vanka mengambil piring yang Arul sedang pakai. Arul menoleh wajah Vanka yang memerah menandakan sedang marah.
"Berani nya kau memuji wanita lain di hadapan ku" Tutur Vanka marah.
Vanka keluar dari resto meninggalkan Arul, Arul kemudian mengejar istrinya dan tak lupa untuk membayar nya dulu. Keributan Vanka dan Arul membuat semua yang ada di resto kaget terutama Ken dan Siska.
"Itu temen bapak kenapa?" Tanya Siska.
"Saya tidak tahu, mari balik ke kantor" Balas Ken.
Usai makan siang Ken dan Siska kembali ke kantor, dalam mobil Ken terus kepikiran kenapa suami istri sahabatnya Zen ribut.
__ADS_1
Kenpa mereka ribut? Atau jangan-jangan..? Jangan-jangan Vanka berpikiran negatif tentang makan siang ku dengan Siska? Kemudian Vanka melapor pada Zen, secara kan Zen pecemburu. Batin Ken khawatir.
--
Vanka menaiki taxi menuju kediaman Zen yang baru karena Vanka di beri alamat rumah nya Zen. Dalam perjalanan Vanka sangat marah karena suaminya terlihat genit(Maklum ibu hamil suka baperan).
Satu jam berlalu Vanka turun taxi tepat depan rumah Zen, nampak mobil Zen tak ada. Saat Vanka menekan bel diluar pagar datang mobil merah muda yang tak lain ialah mobil milik Zen.
Vanka yang melihat mobil Zen tiba langsung mengetuk kaca mobilnya.
"Zen buka!!" Tutur Vanka.
Zen membuka kaca mobilnya.
"Vanka, tunggu sebentar aku masukan dulu mobil" Balas Zen.
Zen keluar mobil untuk membuka pagar, usai membuka pagar Zen memasukan mobilnya. Zen keluar dari mobil yang sudah di sambut Vanka, Zen mengajak Vanka memasuki rumah nya.
"Zen aku sedang emosi!!!!" Teriak Vanka seenaknya.
"Jangan berteriak suaramu cempreng, sebentar aku ambil minum dulu agar emosimu reda" Balas Zen.
Zen pergi ke dapur untuk membuatkan Vanka minuman dan tak beberapa lama Zen datang dengan membawa minuman di nampan.
Zen menaruh minuman nya di meja dan dengan cepat Vanka meminumnya.
"Pelan-pelan nanti kau kesedak" Tutur Zen.
"Ahh.. Aku emosi Zen, sangat emosi" Balas Vanka.
"Apa kau tahu Zen, suamiku memuji wanita lain" Balas Vanka.
"Haduh Vanka, Arul hanya memuji memang apa salah nya?" Tutur Zen tertawa.
"Ah Zen kau tak tahu sih Arul memuji nya bagaiman, terus wanita yang di puji sekretaris suami mu" Balas Vanka.
"Hah tunggu, sekretaris Ken?" Tutur Zen bertanya.
"Iya sekretaris nya, apa kau tak tahu?" Balas Vanka.
"Aku tak pernah tahu urusan kantor Ken" Tutur Zen.
"Sekretaris nya cantik, usia nya sepertinya setara dengan Ken, karena dia cantik makanya Arul memujinya" Balas Vanka.
"Sudah.. sudah jangan di pikirkan mending kamu dinginin dulu emosi mu disini" Tutur Zen.
"Baiklah" Balas Vanka.
Kenapa Ken tak memberitahukan ku ya kalau dia merekrut sekretaris untuk nya. Batin Zen.
--
Ken sampai di kantor bersama dengan Siska namun Ken pamit pada Siska untuk pergi menemui istrinya dulu.
__ADS_1
Saat hendak menjalakan mobil kembali ponsel Ken berdering, dengan sigap Ken melihat ponsel nya tertera nama Arul di layar ponselnya.
*Hallo. Sapa Ken.
*Ken rumah mu dimana? Seperti nya Vanka pergi menemui Zen. Balas Ken.
Ken memberikan alamat rumah nya pada Arul, usai menelpon Ken melajukan mobilnya secepat mungkin.
--
Zen dan Vanka tengah mengemil sambil menonton film yang mereka sering tonton saat sekolah menengah atas dulu.
Saat sedang asik menonton suara langkah kaki seseorang mengagetkan Zen dan Vanka, Zen dan Vanka mengarah pandangannya menuju arah yang terdengar suara dan tak lama nampak dua pria yang tak lain ialah Ken dan Arul.
"Sayang aku khawatir padamu" Tutur Arul mendekati Vanka.
"Jangan sentuh aku, kau ganjen" Balas Vanka.
"Mari bicarakan di rumah sayang" Tutur Arul memaksa.
Arul terus memaksa Vanka untuk pulang ke hotel dan akhirnya Vanka mau walaupun dengan kesal.
"Ken, Zen kami pulang dulu. Maaf telah membuat sedikit keributan disini" Tutur Arul.
"Tak apa" Balas Zen.
Zen mengantarkan Arul dan Vanka menuju depan rumah usai mobil Arul tak ada akhirnya Zen kembali masuk ke dalam rumah.
Ken sudah menunggu di tempat tadi Zen menonton bersama Vanka, Zen membereskan gelas dan toples camilan sedangkan Ken melihat Zen dengan wajah yang membingungkan.
"Sayang kamu tak apa?" Tutur Ken memegang pundak Zen.
"Emang nya aku kenapa?" Balas Zen tersenyum.
"Ah tidak syukurlah kamu tak apa, aku takut Vanka memarahi mu karena Vanka sedang emosi" Tutur Ken.
Zen melepaskan tangan Ken dari pundak nya kemudian Zen berjalan menuju arah dapur.
"Tidak apa-apa? Tapi kenapa sikap mu seperti orang yang marah? Kau membingungkan ku sayang" Gumam Ken.
Ken berlari menyusul Zen yang tengah membersihkan dapur.
"Sayang ikut ke kantor ku yu? Kamu kan belum pernah ke kantor ku" Tutur Ken merayu.
Apa lagi ini ngajak ke kantor? Kau nanti akan menyesal mas mengajakku karena jika aku menemui sekretaris mu yang katanya cantik aku akan acak-acak kantormu. Batin Zen marah.
"Sayang kenapa melamun? You okey baby?" Tanya Ken.
"Yes I am okey" Balas Zen.
"Jadi, kamu mau ikut mas kan?" Tutur Ken.
"Tak mau!" Balas Zen.
__ADS_1
Zen pergi meninggalkan Ken di dapur, Zen naik ke lantai 2 tepat menuju kamar nya mau tak mau Ken mengejarnya jika tidak Zen akan lebih marah bahkan melakukan hal ceroboh lagi.