Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 40


__ADS_3

Zen melirik pada arah suara yang memanggilnya, nampak Elle yang sedang beridiri menghadap Zen. Zen terkejut Elle datang kemari.


"Ibu" Sapa Zen menghampiri Elle.


Zen memeluk Elle dan Elle membalas pelukan Zen, 5 menit pelukan itu berlangsung Elle dan Zen sama-sama melepaskan pelukannya. Elle merapikan rambut Zen yang berantakan, Zen mengajak Elle duduk di ranjang nya.


"Zen ibu, ayah dan kedua anak ibu datang kemari untuk melihat mu nak" Tutur Elle mengelus wajah Zen.


"Benarkah bu" Balas Zen tak percaya.


"Ibu dengar dari nenek kau mengurung diri karena Ken?" Tutur Elle bertanya.


Zen menangis perlahan karena kisah percintaan nya yang buruk.


"Aku tahu bu aku salah tapi kenapa Ken harus pergi tanpa kembali lagi?" Balas Zen.


"Mungkin Ken mu itu punya alasan mengapa ia tak kembali dan mungkin saja Ken mu itu kembali dalam waktu dekat ini" Balas Elle menghibur.


"Apa Ken akan mencintai ku ibu seperti semula lagi?" Tanya Zen.


Elle terdiam mendengar pertanyaan Zen.


"Mungkin, karena setahu ibu jika sudah cinta pada seseorang, orang itu akan sulit mencintai orang lain" Balas Elle tersenyum.


Usai mengobrol dengan Elle, kini Zen telah di yakin kan oleh Elle jika Ken akan kembali padanya. Zen kini kembali pulih berkat Elle, dengan semangat Zen manarik tangan Elle pelan untuk keluar dari kamar dan menemui ayah nya.


Zen berlari menuju ruangan tamu dengan teriakan seperti anak kecil.


"Ayah..." Teriak Zen berlari.


Nyonya Lista, Pak Ali dan kedua anak Elle melihat pada arah suara, nampak Zen berlari di ikuti Elle di belakang nya dengan senyuman.


Pak Ali berdiri dengan membentangkan tangannya, Zen memeluk ayah nya erat karena rasa rindunya.


"Ayah Zen rindu" Tutur Zen dengan pelukannya.


Nyonya Lista senang karena berkat Elle Zen keluar dari kamar nya, Nyonya Lista dan Elle saling pandang dan menebar senyuman.


Pak Ali dan ketiga anak nya kini tengah bermain game bersana di taman, Nyonya Lista dan Elle melihat mereka dari teras rumah.


"Terimakasih telah membujuk Zen keluar kamar" Tutur Nyonya Lista.


"Tak apa, saya masih ibu Zen juga" Balas Elle.


"Mungkin yang Zen butuh kan adalah semangat dari ibu nya" Tutur Nyonya Lista.


"Saya akan ada untuk Zen, ibu" Balas Elle senang dengan keluarga barunya.


 

__ADS_1


1 bulan Ken habiskan waktunya di Paris untuk mengenang masa lalu nya dan untuk sedikit melupakan Zen namun sayang usaha Ken sia-sia.


Ken kembali menginjakan kaki nya di Inggris, rasa nya hampa saat Ken tak bersama dengan Zen.


Ken tengah meminun kopi kesukaannya di balkon apartemennya sambil melihat pemandangan kota Inggris yang telah 1 bulan di tinggalkannya.


"Apa kabar nona Zen? Apa nona sekarang sudah benci saya karena saya tinggal?" Gumam Ken dengan lamunan nya.


--


Zen merasa senang kemarin karena ayah nya mengunjunginya tapi setelah ayah nya pulang kembali ke Belanda Zen merasa kesepian lagi. Sahabat nya kini telah kembali ke Indonesia dan mejalankan perannya mereka masing-masing sebagai suami dan istri.


Tak ingin larut dalam kesedihan, Zen sudah rapih dengan pakaian nya.


Zen menemui nenek nya untuk pamitan keluar, di dapati nya Nyonya Lista sedang berendam di kolam berenang.


"Nek pagi-pagi gini berenang nanti masuk angin" Tutur Zen.


"Nenek kuat Zen, eh kau mau kemana Zen? Mau ke kantor?" Balas Nyonya Lista bertanya.


"Aku belum ingin ke kantor, lagian ada Kenya yang mengurus kantor" Tutur Zen.


"Lalu kau akan pergi kemana? Jangan buat nenek khawatir" Balas Nyonya Lista bertanya.


"Aku mau pergi ke taman yang ada danau nya nek" Tutur Zen.


"Baiklah, hati-hati di jalan" Balas Nyonya Lista.


Satpam yang melihat itu adalah Ken dengan segera membuka kan nya gerbang dan masuklah Ken. Ken turun dari mobil dan langsung menginjakan kaki nya di teras, Ken menekan bel dan keluarlah salah satu pembantu.


"Tuan Ken" Sapa si pembantu.


"Nona ada?" Tanya Ken.


"Nona baru saja keluar tuan" Balas pembantu.


"Oh begitu, Nyonya?" Tanya Ken kembali.


"Nyonya ada, apa mau saya panggil kan?" Balas pembantu.


"Boleh" Tutur Ken.


Ken menunggu Nyonya Lista di depan teras rumah sedangkan si pembantu masuk ke dalam untuk memberitahu Nyonya Lista.


Pembantu tadi berjalan menuju kolam renang dan nampak Nyonya Lista sudah selesai berenang.


"Maaf Nyonya di depan ada tuan Ken ingin bertemu Nyonya" Tutur si pembantu.


"Apa? Ken?" Balas Nyonya Lista.

__ADS_1


Dengan cepat Nyonya Lista menemui Ken, saat tiba di teras nampak pungung Ken dari belakang karena Ken berdiri menghadap gerbang.


"Ken" Sapa Nyonya Lista.


Ken menoleh dan nampaklah Nyonya Lista.


"Nyonya" Balas Ken.


Nyonya Lista mengajak Ken masuk ke dalam, Ken mengikuti Nyonya Lista masuk ke dalam rumah nya. Ken di persilahkan duduk oleh Nyonya Lista.


"Apa kabar Ken?" Tanya Nyonya Lista.


"Baik Nyonya" Balas Ken.


"Kemana saja kau Ken? Apa kau tak tahu Zen mengurumg dirinya sendiri di kamar, dia gila karena kau pergi tanpa memberitahukan nya. Saat saya ingin memberitahukan nya, saya takut jika Zen pergi menuju Paris nanti" Tutur Nyonya Lista.


"Maaf saya nyonya, saya hanya tak ingin nona banyak terluka. Nyonya tahu jika Zen pecemburu berat, jika ada wanita yang membutuhkan dan saya membantu, dan di kala itu Zen melihat nya pasti Zen akan melukai dirinya sendiri. Saya takut itu" Balas Ken memberi penjelasan.


"Kini Zen belajar mengontrol rasa cemburu nya dan saya harap kau tak meninggalkan nya lagi" Tutur Nyonya Lista.


"Saya tak akan pergi lagi karena selama saya di Paris, saya meyakin kan diri untuk mempersunting Zen" Balas Ken tersenyum.


Nyonya Lista senang Ken kembali dengan membawa kabar yang sangat membahagiakan.


"Begitu lebih baik" Tutur Nyonya Lista.


"Dan maaf Nyonya, jika boleh tahu Zen pergi kemana?" Tanya Ken.


"Saya tak tahu pasti Zen pergi kemana, namun Zen berkata dia ingin ke taman yang ada danau nya" Balas Nyonya Lista.


"Baiklah saya pergi menemui Zen dulu Nyonya, permisi" Tutur Ken.


Usai berpamitan Ken kemudian melajukan mobil nya menuju tempat favorit Zen begitu pun Ken.


--


Satu jam perjalanan akhirnya Zen sampai di tempat favoritnya, Zen berjalan dahulu jika ingin menuju kesana. Zen berjalan dengan perlahan agar tak jatuh, setengah berlalu akhirnya Zen tiba di tempat yang indah bagi Zen dan Ken.


Zen duduk di bangku yang di sediakan, Zen menhatur nafas nya setelah teratur, Zen membuka tas nya dan di keluarkan lah kotak musik dengan hurup ZK tertera di atas kotak nya.


"Apa kau tak akan kembali Ken?" Gumam Zen.


"Aku menundukan mu"


"Aku ingin di peluk mu lagi"


"Aku ingin menghabiskan hari ku lagi bersama mu"


"Aku rindu Ken"

__ADS_1


"Aku rindu"


__ADS_2