Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 45


__ADS_3

Nyonya Lista pulang dengan mantan menantu nya yang tak lain ialah Pak Ali dan istri barunya Elle, Nyonya Lista cepat akrab dengan Jessie anak tiri Pak Ali, mereka pulang bersama sedangkan Satria lebih awal pulang ke Belanda karena harus menghandle perusahaan nya.


Di dalam mobil Nyonya Lista banyak menceritakan pengalamannya mengurus Zen pada Jessie, Jessie begitu antusias mendengarnya karena keasikan tak terasa mereka telah tiba di kediaman Nyonya Lista.


Mereka turun dengan bersama, saat tiba datang Bu Tari dari arah dalam rumah membuat semuanya terkejut terutama Nyonya Lista.


"Tari, kau disini?" Tanya Nyonya Lista.


"Iya kenapa? Kaget bu?" Balas Bu Tari dengan kesal karena melihat keakraban antara mantan menantu dan mantan mertua.


"Kenapa kamu disini?" Tanya Nyonya Lista.


"Ibu lebih peduli dengan mantan menantu ibu ketimbang aku, aku anak kandung ibu!!" Teriak Bu Tari.


"Jessie kamu ke kemar kak Zen dulu ya" Perintah Nyonya Lista.


Saat Jessie hendak masuk ke dalam rumah dengan sengaja Bu Tari mendoring Jessie hingga tersungkur membuat Pak Ali dan Nyonya Lista marah.


Elle dengan cekatan membantu anak nya untuk berdiri kembali.


"Jangan pernah menginjakan kaki mu disini! Kalian bukan keluarga kami lagi!" Teriak Bu Tari.


"Hentikan Tari! Kami akan pergi!" Balas Pak Ali berteriak.


Pak Ali pamit pada Nyonya Lista, dengan buru-buru Pak Alii, Elle beserta Jessie meninggalkan area rumah Nyonya Lista.


"Tari!! Ibu kecewa dengan mu, Ali lebih baik dari mu. Ali ada di saat Zen terpuruk, Ali di saat Zen melepas masa sendirinya tapi mana kau!! Kau sungguh ibu yang tak diingin kan oleh Zen, aku memang ibu mu tapi aku mendidik mu sebagai ibu yang tak diinginkan oleh anak nya sendiri!!. Keluar dari sini, aku sugguh tak ingin melihat wajah mu!!" Tutur Nyonya Lista menangis karena tak percaya akan sikap anak kandungnya yang kini menjadi lebih jahat.


Nyonya Lista masuk ke dalam rumah kemudian menutup pintunya agar Bu Tari tak memasuki area rumahnya.


Bu Tari menangis kepulangannya membawa lebih banyak keburukan dalam hidup nya, kini Bu Tari tak diinginkan oleh Zen anak nya maupun Nyonya Lista ibu kandung nya sendiri.


Bu Tari memilih untuk kembali ke Indonesia dan melupakan keluarga nya yang berada di Inggris sekarang.

__ADS_1


--


Pagi hari Zen dan Ken telah chek out dari hotel, Ken melajukan mobilnya menuju sebuah resto untuk singgah sarapan bersama istrinya yaitu Zen.


Ken dan Zen bergandengan memasuki resto, mereka berdua memesan makanan kemudian menunggu nya.


"Mas, besok aku ke kantor ya?" Tutur Zen.


"Hah kan aku udah bilang, aku akan menafkahi mu dengan uang ku sendiri" Balas Ken.


"Bukan begitu, nenek menyuruhku untuk mengurus kantor dahulu sebelum nenek mendapatkan orang yang bisa di percaya untuk menghandle perusahaan ku" Tutur Zen.


"Baiklah jika itu keinginan nenek, tapi maaf sayang aku tak bisa membantu karena besok aku ada peresmian perusahaan ku" Balas Ken.


"Tak apa mas, lakukanlah aku mendukung mu" Tutur Zen menyemangati.


Usai makan kini Ken mengajak Zen ke sebuah daerah yang tak jauh dari apartemen Ken dulu, satu jam di perjalanan akhirnya Ken menepikan mobilnya di sebuah rumah besar namun tak sebesar rumah milik Nyonya Lista.


Ken menuntun Zen memasuki rumah itu dengan perlahan karena Ken meminta Zen menutup mata nya, saat telah tiba di dalam Ken membuka mata Zen dengan hitungan 1 sampai3 Perlahan Zen membuka matanya, masih samar dan blur tapi perlahan sangat jelas, dilihat nya rumah berukuran besar dengan gaya aestetic membuat Zen terpana dengan rumah nya.


"Ini rumah yang aku hadiah kan untuk pernikahan kita sayang" Balas Ken tersenyum.


"Sungguh?" Tanya Zen belum percaya.


Ken menganggukan kepalanya mendadakan iya, dengan senang Zen memeluk tubuh kekar suaminya.


"Thank to surprise my husband" Tutur Zen senang.


"Your wellcome, honey" Balas Ken ikut senang.


Zen dan Ken menata rumah barunya bersama dari mulai bersih-bersih hingga mengepel bersama, sungguh bahagia hati mereka berdua sebagai pengantin baru.


Saat semua sudah beres, ponsel Ken berdering menandakan ada yang menelpon dilihat yang menelpon di layar dan tertera nama Westren.

__ADS_1


"Siapa mas?" Tanya Zen penasaran.


"Westren, sahabat mas dulu saat di Havard" Balas Ken.


Ken mengangkat telpon, Ken dan sahabatnya berbincang cukup lama membuat Zen bosan menunggu nya. Saat Zen sedang membersihkan dapur, Ken datang menghampiri nya membuat Zen senang.


"Mas udah telpon nya?" Tanya Zen tersenyum.


"Udah sayang, tapi maaf sayang mas harus pergi menemui Westren" Balas Ken.


"Ada perlu apa memang?" Tanya Zen.


"Mas harus mengurus perusahaan baru mas besok dan kebetulan perusahaan yang akan mas beli tanahnya milik Westren, doakan mas supaya bisa menjalankan perusahaan ini sayang" Balas Ken.


Zen merasa kesal dengan Ken pasalnya ini baru dua hari menikah tapi Zen sudah ditinggal oleh Ken tapi apa boleh buat semua nya untuk Zen juga. Zen mengizinkan suaminya pergi, Zen mengantar Ken menuju depan teras setelah mobil Ken menghilang Zen membantingkan tubuh nya di sofa.


Belum juga malam pertama udah di tinggal. Batin Zen kesal.


--


Malam tiba tapi Ken belum pulang, Zen merasa ketakutan diam dirumah yang bisa dibilang besar sendirian, karena ketakutan Zen lebih memilih tidur lebih awal.


Usai Zen tertidur, pukul 20.00 waktu Inggris Ken pulang. Ken heran saat rumah nya sepi dan tak ada yang membukakan pintu, untung saja Ken mempunyai kunci cadangan jadi Ken leluasa masuk. Lantai pertama sudah sepi namun ada makanan terhidang di meja makan, langsung saja Ken menuju lantai 2 tepat kamar utama terletak.


Ken membuka pintu dan nampak Zen tertidur dengan piyama berwarna putih yang menyingkap nampak paha putih Zen seketika nafsu nya bangkit, namun sayang Ken menepis nya karena dirinya begitu capek dan lelah.


Ken melajukan langkahnya perlahan memasuki kamar mandi untuk mandi, usai mandi Ken makan sendiri di meja makan. Rasa nya sepi, terkesiap Ken berpikir mungkin Zen kesepian di rumah sendirian.


Usai makan Ken kembali menuju kamar nya, Ken merebahkan tubuhnya di samping Zen. Perlahan Ken tertidur dengan nyenyak seraya memeluk tubuh istrinya.


 


Pagi hari memancarkan bias nya Nyonya Lista tengah sibuk dengan tanaman nya di pagi hari, sungguh sepi rumahannya tak ada Zen yang selalu buru-buru di setiap pagi saat akan pergi bekerja.

__ADS_1


Andai kau berubah Tari menjadi, anak yang baik begitu menjadi ibu yang tak di benci oleh Zen. Batin Nyonya Lista.


__ADS_2