
Zen terbangun dari tidurnya nampak Ken masih terlelap sambil memeluk Zen, perlahan Zen menurun tangan Ken yang menimpa tubuhnya. Zen bergegas mandi, usai ritual mandi nya selesai Zen memakai pakaian formal nya kemudian Zen turun ke lantai 1 untuk menyiapkan makan pagi nya.
Sekerjap cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela membangunkan Ken dari alam mimpinya, Ken bangun perlahan melihat kesamping ranjang yang ternyata Zen sudah tak ada.
Karean melihat Zen tak ada, yang ada di pikiran Ken mungkin Zen sedang memasak di dapur. Ken bergegas mandi untuk mendatangi acara peresmian, selesai mandi Ken beralih menuju ruang ganti. Di ruang ganti sudah ada setelan kemeja yang Zen siap kan untuk Ken pakai hari ini.
Ken senyum sendiri melihat perlakuan istrinya yang sangat menyenangkan hati, setelah rapih turun ke lantai 1 namun tak di dapati nya Zen. Ken duduk di meja makan dengan sarapan yang sudah terhidang, saat hendak melihat piring ada kertas yang di biarkan dalam piring. Ken mengabil kertas itu yang sengaja Zen tinggalkan untuk nya.
*Good morning my husband, maaf malam aku ketiduran jadi aku tak bisa melihatmu pulang dan maaf hari ini aku harus pergi ke kantor untuk bekerja sampai ada pengganti ku nanti di kantor. Semangat dan selamat untuk peresmian perusahaan baru mu mas.
~Nikmatilah sarapannmu.
Istrimu, Zenaya*.
Membaca surat dari istrinya membuat Ken tersenyum sendiri, namun Ken bingung bagaimana istrinya bisa ke kantor sedangkan mobilnya di bawa pulang oleh neneknya kemaren.
Ken menelpon Zen dan tak lama Zen mengangkat nya.
*Sayang kamu dimana? Kamu naik apa ke kantor sayang? Mas susul ya?. Tutur Ken khawatir.
*Mas udahlah, aku sebentar lagi sampai di kantor. Nanti aku akan mampir ke rumah nenek untuk ambil mobil. Balas Zen.
*Ya sudah jika ada apa-apa telpon mas ya. Tutur Ken.
Ken senang kini Zen menjadi mandiri tak pernah manja lagi terkecuali manja pada saat yang diinginkan nya saja.
--
Zen tiba di halte bus depan kantor dengan hati-hati Zen menyebrang setelah tiba di area kantor Zen memasuki lobi dan berjalan menuju ruangannya.
Saat hendak masuk lift Zen bertemu dengan Kenya sekretaris nya.
"Pagi nona" Sapa Kenya.
"Pagi Kenya, ada jadwal apa hari ini?" Balas Zen bertanya.
"Ada salah satu perusahaan dari Indonesia yang ingin menanamkan modal nya di perusahaan kita nona" Tutur Kenya.
Tingg..
Pintu lift terbuka Zen dan Kenya keluar dari lift sambil terus berbincang.
__ADS_1
"Apa nama perusahaan nya?" Tanya Zen.
"Atmadja Corp. nona" Balas Kenya.
"Siapkan profosal nya lalu bawa ke ruangan saya, nanti saya akan mempelajari nya" Tutur Zen.
"Baik nona" Balas Kenya.
Zen memasuki ruangannya sungguh rindu duduk di kursi kebesarannya, Zen mulai membuka laptop nya dan kemudian bekerja. 1 jam berlalu pintu ruangan Zen ada yang mengetuk langsung saja Zen memerintahkannya untuk masuk. Nampak Vanka dengan perut buncit nya karena tengah hamil.
"Nona Zen" Teriak Vanka sedangkan Zen terus menatap pada layar laptop nya.
"Ya ada apa Kenya?" Balas Zen.
"Kenya? Aku Vanka, Zen" Tutur Vanka.
Seketika Zen langsung melirik pada arah sumber suara dan ternyata Vanka yang tengah berada di hadapannya.
"Vanka, aku kira tadi Kenya" Tutur Zen memeluk Vanka.
"Aku rindu pada sahabat ku" Balas Vanka.
Zen mengajak Vanka duduk di sofa pinggir meja kerja Zen, lalu Zen memanggil Kenya untuk membuat kopi untuk Vanka dan Zen.
"Aku gemuk karena aku sedang hamil, oh iya Zen gimana malam pertama kamu?" Balas Vanka penasaran.
"Malam pertama? Aku bahkan masih perawan saat ini" Tutur Zen.
"What? Ken mencampakan mu?" Balas Vanka kaget.
"Ken tidak mencampakan, hanya saja sekarang Ken lebih fokus pada perusahaan barunya. Jika aku Ken pulang aku sudah tidur, dan pagi saat aku bangun Ken masih tidur" Tutur Zen sedih.
"Coba luangkan waktu untuk berdua dan tinggalkan lah sejenak tentang pekerjaan, atau coba untuk honeymoon Zen" Balas Vanka memberi solusi.
"Entah Van, aku sekarang sibuk dengan kantor sampai kantor ada pengganti nya" Tutur Zen.
"Aku doakan saja yang baik untuk rumah tangga mu" Balas Vanka memeluk sahabatnya.
"Terimakasih Vanka, dan semoga lancar untuk nanti kamu lahiran" Tutur Zen tersenyum.
Vanka berada lama di kantor Zen hingga Vanka pulang dengan di jemput Arul untuk mengikuti penerbangan menuju Indonesia pada sore hari ini.
__ADS_1
--
Ken sedang sibuk dengan perusahaan barunya yang baru saja siang tadi di resmikan, Ken banyak mendapatakan investor karena kenalan Ken saat mengelola kantor Zen banyak. Teruma perusahaan milik sahabat Zen dan perusahaan Zen juga menanam kan setengah saham nya di perusahaan Ken.
Ken tersandar di kursi kebesarannya nya, dari luar nampak Wastren datang memasuki ruangan Ken.
"Maaf Pak Ken, saya ingin bertanya" Tutur Wastren.
"Tanyakan apa yang ingin kau tahu" Balas Ken masih dengan sandarannya.
"Apakah anda membutuhkan sekretaris?" Tanya Wastren.
"Aku akan menjadikan mu sekretaris ku Wastren" Balas Ken.
"Aku akan kembali ke Amerika besok, jika kau mau aku ada kenalan wanita dia fasih dalam bernagai bahasa" Tawar Westren.
"Baiklah kau boleh bawa dia besok kemari" Balas Ken.
Westren keluar dari ruangan Ken, Ken teringat bahwa ia kini tak sendiri dan ia memiliki Zen mungkin Zen akan kebingungan karena Ken tak memberi kabar.
Dengan sigap Ken menekan nama "Istriku" di layar ponselnya, namun sayang nomor Zen tak dapat di hubungi.
Mungkin Zen sibuk?. Batin Ken.
Ken kembali bekerja untuk membereskan penanaman saham di perusahaan nya.
Sore menjelang malam pekerjaan Zen belum selsai sedangkan Kenya sudah pulang lebih awal, Zen sesekali menguap kemudian membuat kopi agar mata nya tak terasa kantuk.
Usai perjuangannga menahan kantuk akhirnya nya pekerjaan Zen selesai, Zen merapihkan barang nya kemudian pergi meninggalkan area kantor.
Zen menaiki bus untuk menuju rumah nenek nya, di dalam bus Zen mencerna perkataan Vanka siang tadi. Memang benar kata Vanka bahwa dirinya dan Ken harus honeymoon namun Zen enggan berkata pada Ken karena Zen melihat Ken sangat sibuk akhir ini.
1 jam perjalanan akhirnya Zen tiba di kediaman Nyonya Lista, Zen memasuki rumah Nyonya Lista dan di sambut hangat oleh Nyonya Lista.
"Zen" Sapa Nyonya Lista.
"Nenek, nenek tapa apa? Nenek terlihat tak sehat" Balas Zen khawatir.
"Mungkin itu perasaan mu saja, nenek sangat sehat" Tutur Nyonya Lista.
__ADS_1
Zen langsung saja mengutarakan kedatangannya untuk membaw mobil dan Nyonya Lista pun mengizinkannya.