Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 9


__ADS_3

Happy reading sayang~


Zen berlari keluar rumah Rara, Arul mengejar Zen yang menangis, kemudian Zen meminta Arul mengantar nya ke hotel tempat ia menginap.


Mendengar langkah berlari, Avin terbangun dari tidur nya, Avin kaget ia melihat tubuh Rara yang telah telanjang. Avin tersungkur di bawah kasur Rara dan menangus, Rara yang mendengar tangisan Avin terbangun dan pura-pura kaget dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


Apa yang telah aku perbuat ya tuhan. Batin Avin.


"Kau jahat Avin!" Teriak Rara pura-pura sedih.


"Maaf kan aku Rara, aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi tenang saja aku akan mempertanggung jawab kan perbuatan ku" Balas Avin berlalu dari hadapan Rara untuk pulang.


Rencanaku berjalan dengan lancar, tak sia-sia ternyata pengorbanan ku. Batin Rara.


Avin melajukan mobilnya pulang, ia sangat jijik melihat kelakuan nya sendiri. Namun tetap saja Avin harus bertanggung jawab untuk semuanya, Avin bingung akan mengatakan bagaiman pada keluarga nya, secara sekarang Avin telah menjadi keluarga terpandang berkat nenek nya Nyonya Hellen.


Satu jam kemudian Avin baru sampai di kediaman nya, ia memasuki rumah nya dengan keadaan kacau. Nyonya Hellen yang melihat keadaan cucunya kacau tidak ingin bertanya ia hanya melihat Avin pergi naik ke kamar nya.


"Salma" Teriak Nyonya Hellen.


"Iya bu ada apa?" Tanya Bu Salma.


"Lihat keadaan Avin keatas, sepertinya dia sedang ada masalah" Balas Nyonya Hellen khawatir.


"Baiklah bu" Ucap Bu Salma.


Bu Salma berlalu menuju kamar anak nya, Bu salma mengetuk pintu kamar Avin setelah ada intruksi masuk Bu Salma langsung masuk. Bu Salma melihat keadaan anak nya yang sangat kacau sedang berbaring di sofa.


Bu Salma mendekat, Avin dengan sigap bangun dan memberi ruang untuk ibu nya duduk.


"Ada apa nak?" Tanya Bu Salma.


Avin tidak bergeming, ia menatap lurus pandangan nya.


"Ravin... " Ucap Bu Salma.


Avin menoleh dan memeluk ibu nya.


"Ceritakan pada ibu nak" Ucap Bu Salma.


Dengan berat hati Avin menceritakan semua kejadian buruk yang di alami nya. Bu Salma menangis atas nasib anak nya.

__ADS_1


"Kau harus bertanggung jawab nak, kau jangan menjadi lelaki pengecut! Ibu tidak mendidik mu seperti itu" Ucap Bu Salma.


"Baik bu, tapi nenek... ?" Tanya Avin takut.


"Nenek biar ibu yang urus, mandi bersihkan dirimu nanti kita makan bersama" Ucap Bu Salma tersenyum.


"Baik bu" Balas Avin.


~


Arul tiba di hotel tempat Zen meningap, Arul ingin menemani Zen tapi Zen menolak dan menyuruh nya untuk pulang mau tak mau Arul mengikuti perintah dari Zen.


Zen berlari memasuki lift menuju kamar nya, lift terbuka Zen menekan tombol lantai kamar nya setelah lift berhenti Zen keluar dan langsung masuk ke kamar nya.


Zen menangis di kamar nya, hati nya hancur seketika melihat Avin tidur bersama sahabatnya, secara Avin lelaki yang Zen cintai.


Ponsel Zen berdering, Zen meraih ponsel nya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya ialah ibu. Zen mengangkat telpon dari ibunya.


*Halo Zen anak ibu. Ucap Bu Tari.


*Iya ibu ada apa?. Tanya Zen.


*Nenek bilang kamu ada di Indonesia? Kenapa tidak pulang kerumah?. Tanya Bu Tari.


Zen menyudahi percakapan dengan ibu nya karena jika mendengar ibu nya berbicara justru mengingatkan Zen pada kehancuran keluarga nya. Tadi nya Zen akan menetap kembali di Indonesia dan mendirikan sebuah butik yang ia dambaka, namun sayang keinginan untuk menetap di Indonesia pudar karena ulah sahabat nya dan lelaki yang Zen cintai.


Zen memesan tiket untuk penerbangan ke Inggris besok, kemudian Zen bergegas mandi usai mandi Zen kembali ke rumah Rara untuk mengambil mobil.


~


Di depan rumah Rara banyak mobil yang terparkir, Zen memberikan diri untuk masuk. Mata Zen seketika ingin menetes melihat Avin beserta keluarga Avin sedang membahas rencana pernikaha. Zen yang tadi ingin pergi ditarik oleh Rara.


"Sini Zen, ini ada keluarga calon suamiku" Ajak Rara.


"Aku hanya ingin mengambil mobil ku" Ucap Zen menahan tangis.


Rara berlari ke kamar nya untuk mengambil kunci mobil.


Zen diajak untuk bergabung oleh Nyonya Hellen namun Zen menolak nya setelah Rara kembali Zen berlalu pergi dengan mobil nya.


Cobaan apa lagi untuk mu Avin, melihat Zen yang seperti tadi rasa nya aku ingin memeluk mu Zen. Batin Avin.

__ADS_1


Flassback on.


Bu Salma turun dari kamar Avin dan langsung menghampiri Nyonya Hellen yang sedang berbincang dengan Sita.


"Sita, ibu ingin berbicara dengan nenek, kamu pergilah ke kamar" Ucap Bu Salma.


"Baik bu" Balas Sita berlalu.


Bu Salma duduk di sebelah ibu nya dan menatap wajah ibu nya yang begitu lekat.


"Ada apa nak?" Tanya Nyonya Hellen.


"Salma gagal mendidik Avin menjadi anak baik bu" Balas Bu Salma menagis.


"Ceritakan saja" Ucap Nyonya Hellen.


Bu Salma menceritakan kejadian Avin yang memalukan itu. Namun Nyonya Hellen menanggapi nya dengan santai saja.


"Tak apa jangan di sesali, habis maka bersama kita langsung berangkat menuju rumah wanita yang Avin tiduri" Ucap Nyonya Hellen menenangkan.


"Baik bu" Balas Bu Salma.


Flassback off.


Zen melajukan mobil nya menuju rumah orang tuanya, Zen menyimpan mobil di halaman dan menyimpan kunci mobil di dalam vas bunga yang ada di teras. Zen kembali ke hotel dengan angkutan umun nya.


Setelah samai di di depan kamar, Zen langsung masuk sebelumnya ia meyempatkan makan di resturant kemudian Zen kembali ke hotel.


Hari ini sungguh hari yang menyakitkan untuk Zen dimana sahabat dan lelaki yang baru Zen cintai berhubungan di atas ranjang.


Zen memejamkan mata nya agar cepat besok, Zen ingin cepat-cepat pulang ke Inggris.


*Ken Wijaya, Inggris.


Sore hari di waktu negara Inggris, Ken baru selesai kerja menggantikan Zen. Ken melajukan mobil nya menuju apartemen nya. Selang beberapa jam Ken baru tiba di apartemen nya di karenakan jalanan Inggris yang sedang macet.


Ken berlalu menuju kamar apartemen nya, pintu di buka Ken bergegas mandi. Usai mandi selesai, Ken memesan makanan karena lapar.


Sambil menunggu Ken menyalakan televisi nya menonton siaran yang di tayangkan, 30 menit berlalu pintu apartemen Ken di buka. Ken beranjak membuka nya dan ternyata pesanan nya telah tiba, Ken membayar nya usai membayar Ken bergegas menyantap nya.


Dengan perut yang kenyang Ken beralih menuju kamarnya, senja tiada kini berganti dengan malam, Ken melamun menatap langit-langit apartemennya.

__ADS_1


Apa nona merindukan saya di sana? Ah. cih! Nona mana mungkin merindukan mu Ken! Kau ini hanya asistennya dan dianggap sebagai kakak nya saja tidak lebih! .Batin Ken.


Yuu readers jangan lupa dukungan buat author. Dann maaf jika cerita nya gak nyambung maklum lah masih penulis amatir.


__ADS_2