
Beberapa bulan kemudian.
Kehidupan Zen dan Ken jauh lebih baik sekarang, sahabat Zen kini rumah tangganya semakin hangat karena kehadiran sang buah hati, Arul dan Vanka pun sudah resmi menjadi seorang ayah dan ibu.
Perusahaan milik Ken sudah berdiri dengan megah bahkan perusahaan nya memiliki cabang di setiap daerah begitu pun dengan perusahaan Zen yang makin berkembang dengan pesat dan masih menjadi perusahaan terbesar pertama di Asia.
--
Zen tengah sarapan bersama dengan suaminya yang tak lain ialah Ken, hari ini adalah hari libur bagi Zen dan Ken.
"Sayang, ayo kita kerumah nenek" Ajak Ken di tengah sarapannya.
"Ayo sudah lama juga kita gak kesana kan mas" Balas Zen tersenyum.
"Baiklah sayang, habis sarapan kita pergi" Tutur Ken.
Saat Zen hendak memakan sarapannya, Zen merasa perut nya mual dengan langkah cepat Zen berlari menuju wastafel di dapur, Ken yang melihat Zen mual merasa khawatir dengan cepat pula Ken menyusul Zen.
"Sayang kau tak apa?" Tanya Ken khawatir.
"Perut ku mual mas" Balas Zen dengan wajah pucat.
"Ayo kita kerumah sakit" Ajak Ken merasa panik.
"Aku tidak mau ke rumah sakit mas" Balas Zen.
"Tapi sayang" Tutur Ken.
"Tidak!!" Balas Zen nada nya meninggi.
"Kenapa marah sih, mas kan hanya menawarkan karena mas takut kamu kenapa-napa" Tutur Ken.
"Sudah lah antar aku ke kamar" Balas Zen marah.
Ken menuntun istrinya menuju kamar dengan perlahan, sampai kamar Ken merebahkan istrinya di ranjang.
"Mas, mas pergi saja ke rumah nenek. Aku sedang tak mau kemana-mana" Tutur Zen.
"Aku disini saja menemani mu sayang" Balas Ken.
"Tak mau!! Cepat pergi saja!!!" Tutur Zen marah.
Ken yang melihat istrinya marah merasa takut bercampur khawatir, perlahan Ken meninggal kan Zen karena Zen tak mau jika Ken menemani nya.
Ken melangkah kaki nya menuju ruang kerja nya, Ken duduk di sofa menyandarkan kepalanya.
Ada apa dengan mu sayang? Bahkan kau tak mau aku temani. Batin Ken.
Saat sedang berkelahi dengan pikiran nya tiba-tiba ponsel Ken berdering, dengan cepat Ken meraih ponsel nya yang sejak tadi ada di saku celananya. Tertera nama Arul di layar ponsel nya.
*Hallo. Sapa Ken.
*Ya hallo Ken, kau dimana? Aku di depan rumah mu sekarang. Balas Arul.
*Tunggu, aku ke depan sekarang. Tutur Ken mematikan ponselnya.
Ken keluar dari ruang kerja nya, menuruni anak tangga untuk menemui Arul yang berada di depan rumahnya. Ken membukakan pintu nampak Arul dan juga Kevin sedang menunggu.
"Lama banget Ken, aku sama Kevin kepanasan" Tutur Arul dengan nada perempuan sambil mengandeng tangan Kevin.
"Jijik banget ih lu Rul" Balas Kevin merasa jijik dengan tingkah Arul.
__ADS_1
"Eh, udah-udah ayo masuk" Ajak Ken.
Ken mempersilahkan Arul dan Kevin memasuki rumah nya, Ken membawa Arul dan Kevin menuju ruang tamu.
"Duduk" Tutur Ken.
Arul dan Kevin duduk bersama.
"Sepi banget nih rumah" Tutur Arul.
"Zen kemana?" Tanya Kevin.
"Zen ada di kamar, aku tak tahu dari tadi Zen marah-marah sejak mual menerpa nya" Balas Ken sedih.
"Cup..cupp jangan nangis dong baby big" Canda Arul mengelap mata Ken.
"Ish... Ken kau ini sudah tertular dengan virus si Arul" Tambah Kevin jijik.
"Eh maaf" Balas Ken mengembalikan jiwa tegas nya.
"Tadi kau bilang Zen mual, usai mual Zen marah-marah?" Tanya Arul.
"Iya, kira-kira kenapa yah?" Balas Ken.
"Mungkin Zen hamil" Tutur Kevin.
"Hamil?" Balas Ken.
"Iya hamil, Vanka juga seperti itu saat pertama tanda hamil nya" Tutur Arul.
"Coba periksa ke dokter" Tambah Kevin.
"Nanti aku coba Vanka yang mengajak nya ke rumah sakit" Tutur Arul.
"Nah bagus itu" Balas Kevin.
"Terimakasih Rul, Vin pencerahannya" Tutur Ken.
"Santai aja bro" Balas Kevin.
"Kedatangan kalian kemari ada apa?" Tutur Ken.
"Ada perusahaan property yang ingin menanamkan saham di perusahaan kita masing-masing" Balas Kevin.
"Lalu?" Tutur Ken.
"Ya kita ingin sepakat aja, jika perusahaan mu dan perusahaan Zen menerima nya dengan otomatis kita berdua juga akan menerimanya" Balas Arul.
"Aku sih yes" Tutur Ken dengan tawa nya.
"Aku juga ah" Balas Arul genit.
"Yaudah kita sepakat ya? Zen bagaimana?" Tanya Kevin.
"Nanti aku bicarakan pada Zen" Balas Ken.
Usai perbincangan sangat serius dan banyak bercanda nya, Arul dan Kevin berpamitan pulang karena mereka akan menghabiskan hari libur nya bersama dengan keluarga.
--
Nyonya Lista sedang bersiap untuk pergi menuju kediaman Ken dan Zen karena Nyonya Lista mendapat telpon dari Ken bahwa Zen suka marah-marah karena hal sepele pada nya.
__ADS_1
Nyonya Lista dianta sopir nya menuju kediaman Ken dan Zen.
Sekepergian Nyonya Lista dari rumah nya, datang mobil berwarna hitam mendekati gerbang rumah Nyonya Lista, seorang wanita yang tak lain ialah Tari turun dari mobil itu.
Tari mendekat menuju pos satpam.
"Mang.. mang.. ini Tari" Teriak Tari.
Satpam pun keluar dari pos nya.
"Nyonya muda, maaf kan saya" Balas satpam.
"Tak apa mang, ibu ada?" Tutur Tari.
"Nyonya besar baru saja keluar Nyonya muda" Balas Satpam.
"Kemana ibu pergi?" Tanya Tari.
"Nyonya besar pergi mengunjugi nona Zen dan tuan muda Ken" Balas Satpam.
"Apakah saya boleh minta alamat rumah Zen?" Tutur Tari.
"Tentu saja nyonya muda, sebentar" Balas Satpam.
Satpam itu pun pergi menuju pos nya untuk mengambil secarik kertas untuk menulis kan alamat rumah Zen, usai selesai menulis kan alamatnya satpam itu memberikannya pada Tari.
"Ini alamat nya Nyonya muda" Tutur satpam.
"Terimakasih mang, saya permisi" Balas Tari.
Tari melangkah kembali menuju mobil nya lagi, Tari memasuki mobilnya.
"Bagaiman apa ibu mu ada sayang?" Tanya suami Tari yang tak lain ialah Kim.
"Ibu sedang pergi menuju rumah Zen, dan aku dapat alamat rumah Zen" Balas Tari senang.
Kim melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan satpam rumah Nyonya Lista.
--
Nyonya Lista tiba di rumah Zen, Ken menyambut kedatangan Nyonya Lista dengan penuh senyuman.
"Apa kabar nek?" Sapa Ken menuntun Nyonya Lista.
"Anak bandel!! Kenapa jarang sekali mengunjungi ku!!" Balas Nyonya Lista mencubit pinggang Ken dengan tawa nya.
"Aww... aw.. sakit nek" Ringis Ken.
Ken membawa masuk Nyonya Lista menuju ruang keluarga, dengan sigap Ken menyediakan secangkir teh untuk Nyonya Lista. Karena di rumah hanya tinggal Ken dan Zen mau tak mau Ken harus ikut andil dalam mengurus rumah.
---
Ayoo dong vote dan like di kencengin lagiiiii. Bantu author meraih mimpi author jadi penulis yang banyak di idolakan wkwk.
Mau lebih dekat sama author untuk menuangkan isi pikiran masing-masing? Yuu follow akun instagram milik author jika ingin nomber whatsapp juga boleh kalo niat nya baik mah.
Jangan lupa follow.
Fb: Rsmnttan
Ig: @tannrsmnt_
__ADS_1