Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 55


__ADS_3

Usai kesenangan keluarga Nyonya Lista karena Tari kembali kini di tambah kesenangan lagi dengan kehamilan nya Zen membuat keluarga Nyonya Lista hangat akan kasih sayang.


Beberapa bulan dari kehamilan Zen.


Usia kehamilan Zen kini menginjak 5 bulan, meskipun Zen dalam keadaan mengandung Zen tetap bekerja dengan giat.


Zen baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Ken yang tengah bersiap dengan baju kerja nya.


"Sayang kau sudah selesai mandi?" Tutur Ken memeluk Zen yang duduk menghadap cermin.


"Sudah mas" Balas Zen tersenyum.


"Apa sebaiknya kau tak bekerja, usia kehamilan mu kini menginjak 5 bulan sudah sepatut nya kau diam di rumah" Tutur Ken khawatir.


"Tak mau mas, jika aku cuti siapa yang akan menghandel kantor. Kan mas sekarang punya kantor sendiri mana mungkin mas yang handel kan?" Balas Zen menatap suaminya.


"Tapi mas khawatir sayang" Tutur Ken.


"Aku tahu mas khawatir, tapi aku menjaga kehamilan ku mas, lagi pula kan ada Kenya yang membantu" Balas Zen meyakinkan.


"Baiklah jika itu mau mu sayang" Tutur Ken pasrah.


"Ah iya mas, aku bawa mobil sendiri ya, aku selalu bosan jika harus menunggu mas pulang malam" Tutur Zen.


"Dengan supir" Balas Ken tegas.


"Siap mas" Tutur Zen tersenyum.


Ken sudah beres merapihkan baju nya.


"Sayang mas pergi duluan yah" Tutur Ken.


"Lah gak sarapan mas?" Balas Zen.


"Nanti sarapan di kantor, mas banyak kerjaan" Tutur Ken melenggang pergi.


Mas Ken kenapa sih? Setiap hari gak pernah sarapan di rumah, bahkan pulang nya malem terus. Aku ngidam apa-apa aja Kenya yang penuhi, sudah seperti Kenya yang menjadi suami ku. Batin Zen sedih.


Zen memakai dres berwarna cream elegan dengan sepatu hak yang tak terlalu tinggi. Zen mengambil tas mini nya yang senada dengan warna dres nya, rambut di girai nya sudah dan rapih kemudian Zen turun dari lantai kamar nya menuju meja makan.


Zen duduk di meja makan dengan menatap makanan yang telah Zen hidangkan untuk Ken namun Ken pergi tanpa mencicipi masakannya.


Pernikahan macam apa ini? Ken selalu mementingkan perusahaan nya ketimbang aku dan calon anak nya. Batin Zen.


Zen sudah tak bernafsu makan, Zen keluar dari rumah nampak supir sudah menunggu di pinggir mobil sport pink milik Zen.

__ADS_1


"Mari nona" Tutur supir membuka kan pintu belakang.


Zen duduk kemudian memakai sabuk pengamannnya, usai siap supir melajukan mobilnya menuju perusahaan milik Zen.


Di perjalanan hati Zen merasa sakit dengan sikap Ken yang sedikit banyak berubah.


"Pak nanti pulang duluan saja, saya bawa mobil sendiri" Tutur Zen.


"Tapi tuan Ken nanti marah pada saya" Balas si supir dengan wajah tak tenang.


"Ken biarkan jadi urusan saya, bapa tenang saja" Tutur Zen.


Mau tak mau si supir mengikuti perintah nona muda nya itu.


Setengah jam berlalu akhirnya Zen tiba di kantor, saat turun dari mobil supir memberikan kunci mobilnya pada Zen kemudian si supir pulang menggunakan taksi.


Zen berjalan memasuki lobi kantor, banyak karyawan yang memuji juga menyapa Zen pasalnya Zen yang hamil masih sanggup untuk bekerja berbeda dengan wanita pada umumnya ketika saat hamil mereka lebih baik diam di rumah di bandingkan dengan bekerja.


Zen dengan kemurahan hatinya menyapa balik karyawan nya membuat karyawan yang Zen pekerjakan betah dan tak ingin risgn dari ZEN Group.


Zen melangkah kaki nya menuju lift khusus CEO.


Ting..


Pintu lift terbuka, Zen keluar dari lift lalu berjalan menuju ruangan nya. Saat hendak masuk ruangan Zen melihat Kenya yang menangis tersedu-sedu.


"Saya tak apa nona" Balas Kenya menghapus air matanya.


"Ceritakan apa yang membuat mu menangis" Tutur Zen.


"Tak apa saya bercerita?" Balas Kenya.


"Tentu saja, mari masuk ruangan ku biar enak ceritanya" Tutur Zen tersenyum.


Zen melangkah menuju ruangannya di ikuti dengan Kenya sekretaris pribadi nya, Zen mempersilahkan Kenya untuk duduk di sofa yang berada di ruangan Zen.


"Duduk" Tutur Zen.


Kenya duduk di sebelah Zen.


"Nah ceritakan apa masalah mu sehingg membuat mu menangis di kantor" Tutur Zen.


"Suami saya nona?' Balas Kenya.


"Suami kamu kenapa" Tutur Zen penasaran.

__ADS_1


"Suami saya bekerja di salah satu perusahaan sebagau HRD, beliau selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga larut malam. Karena saya merasa tak enak hati karena beliau selalu begitu dan sikap nya berubah pada saya dan anak saya jadi saya memutuskan untuk memata-matai nya dan benar saja nona dugaan yang selama ini saya simpan bahwa suami saya selingkuh dengan rekan kerja nya" Balas Kenya panjang lebar.


"Apa kau yakin?" Tanya Zen.


"Yakin sekali nona, karena saya mendapati suami saya sedang main ranjang di hotel bersama selingkuhan nya" Balas Kenya.


Usai mendengarkan cerita Kenya yang malang, Zen duduk bersandar di kursi kebesarannya. Zen memikirkan cerita Kenya jika suaminya selalu sibuk dan pulang larut malam hampir sama seperti apa yang Ken lakukan.


Saat sedang berperang dengan pikiran nya, pintu ruangan Zen ada yang mengetuk dengan cepat Zen memberi intruksi untuk masuk.


"Pagi nona muda" Sapa seseorang.


Zen menoleh pada sumber suara dilihat nya Vanka yang tak lain ialah sahabat nya.


"Vanka, mari duduk" Balas Zen senang.


Vanka duduk di kuris dengan pembatas meja kerja Zen.


"Apa kabar ibu hamil" Tutur Vanka tertawa.


"Baik Vanka, gimana anak mu?" Balas Zen.


"Anak ku baik, sehat dan bugar" Tutur Vanka.


"Sukurlah, ada perlu apa kemari nih?" Balas Zen.


"Aku mau bekerja kembali di sini" Tutur Vanka.


"Sungguh?" Balas Zen tak percaya.


"Im really mrs. Zenaya" Tutur Vanka serius.


"Mulai lah bekerja hari ini, jadilah asisten pribadi ku" Balas Zen.


"Aku tak ingin mengambil posisi itu, aku akan kembali di devisi ku yaitu devisi keuangan" Tutur Vanka.


"Ambilah tempat semaumu Vanka, asal jangan gantikan ku sebagai CEO" Balas Zen mengancam.


"Aku tahu itu" Tutur Vanka tertawa.


Vanka pamit pada Zen untuk memulai pekerjaan nya seperti dulu menjadi ketua devisi keuangan, Vanka mendapat izin dari suami nya untuk bekerja setelah Vio tumbah dan sekarang Vanka telah mengantongi izin dari suaminya, sedangkan Vio anak nya di asuh oleh ibu Vanka yang kini menetap di Inggris kembali.


--


Ken di sibukan dengan beberapa saham nya masuk untuk berinvestasi, Ken dan Sarah banyak menghabiskan waktu bersama untuk bertemu klien mau di hotel, caffe atau pun resto.

__ADS_1


Kebersamaan Sarah dan atasannya membuat Sarah menaruh hati pada seorang Ken, Sarah yang awal nya tak ingin mengganggu rumah tangga Ken kini ia dengan bersikeras untuk menganggu nya karena hati nya kini telah nyaman bersama dengan Ken.


__ADS_2