Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 14


__ADS_3

H-3 pernikahan Arul, Rara menyiapkan pakaian dan keperluan suami dan anak nya untuk di Skotlandia. Rara dengan fokus mengepak pakaian kedalam koper, sedangkan Avin termenung di balkon kamarnya.


Avin sedang duduk melihat pemandangan dari atas balkon nya di temani secangkir kopi yang masih panas.


Sahabat Rara akan menikah, Apa mungkin Zen di undang juga secara Zen kan sahabat nya juga? Arghh.. Avin pudarkan lah rasa cintamu pada Zen. Bantin Avin.


Avin termenung melamum, hingga teriakan Rara membuyarkan lamunan Avin.


"Avin... " Teriak Rara.


"Ada apa?" Balas Avin menghampiri Rara.


"Tolong jaga anakmu aku sedang sibuk" Ucap Rara marah.


"Baik-baik" Balas Avin.


Apa mungkin Avin sedang memikirkan Zen? Ah berpikir positif saja Rara sekarang Avin sudah sah milikku. Batin Rara.


Lepas dari keluarga Avin dan Rara, Kevin beserta anak dan istrinya telah pergi menuju Amsterdam tempat pernikahan Arul di selenggrakan.


Arul pun telah tiba di Amsterdam untuk melihat pekerjaan WO yang di perintahkan untuk mendekor hotel bintang lima yang akan di pakai sepakai acara berlangsungnya pernikahan.


Lepas dari keluarga Avin dan keluarga Kevin begitupun Arul yang akan melepaskan masa lajang nya.


Zen sudah bersiap mengepak koper untuk besok ikut memeriahkan acara pernikahan Vanka sahabatnya.


Zen sibuk dengan kopernya, ponsel Zen berdering dengan cekatan Zen meraih ponsel nya yang di letakan di nakas samping tempat tidurnya. Dilihat layar ponsel tertera nama Arul, dengan senang Zen menganggkat telepon dari sahabat nya yang ada di Indonesia.


*Halo Zen. Sapa Arul.


*Halo Arul. Balas Zen.


*Apa kabar kamu Zen?. Tanya Arul basa-basi.


*Aku baik, bagaimana dengan mu. Balas Zen.


*Jauh lebih baik Zen. Balas Arul.


*Sukur lah Arul, ada apa menelpon?. Tanya Zen.


*Apa kau ada waktu Zen? Aku ingin menemui mu. Balas Arul.


*Aku banyak waktu luang untuk sahabat ku. Ucap Zen.


*Aku sekarang di Inggris dari Skotlandia. Balas Arul.


*Dari Skotlandia? Ngapain?. Tanya Zen penasaran.


*Nanti aku beritahu waktu kita berjumpa. Balas Arul.


*Baiklah tempat pertemuannya aku kiram chat yah. Ucap Zen.


Zen mengakhiri percakapan nya dengan Arul, Zen bergegas mandi karena rasa nya tubuh Zen sangat lengket.

__ADS_1


Usai mandi Zen berdandan dengan sedikit makeup, kemudian Zen menelpon Ken.


*Halo Ken, datang kerumah ku. Ucap Zen.


*Baik nona. Balas Ken.


Zen keluar kamar dan menghampiri nenek nya yang sedang merendam kaki nya di kolam renang belakang.


"Nek, Zen pergi keluar dulu" Ucap Zen.


"Pergi kemana? Dengan siapa?" Tanya Nyonya Lista bertubi-tubi.


"Menemui sahabat ku di caffe nek, Zen pergi dengan Ken" Balas Zen.


"Apa kau sudah jatuh cinta dengan Ken?" Tanya Nyonya Lista penasaran.


"Nenek... " Teriak Zen berlalu dari hadapan neneknya.


Nenek tau kau dan Ken saling mencintai, kita lihat saja sampai kapan kau dan Ken bisa menyembunyikan persaan masing-masing. Batin Nyonya Lista.


Zen keluar dari rumah dan sudah nampak Ken dengan stelan jas nya. Seperti biasa Ken membukan pintu belakang mobil untuk Zen tapi Zen malah masuk kedalam pintu mobil depan dan duduk bersama Ken yang akan mengemudi.


Ken dengan sigap masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil milik Zen ke caffe yang dituju.


"Bisa tidak Ken, kalau kita jalan terus bukan di hari kerja pakaian mu coba ganti" Ucap Zen memandang Ken.


"Maksud nona?" Tanya Ken bingung.


"Dasar bodoh! Jangan pakai pakaian formal saat jalan bersamaku di hari libur, cukup saat bekerja saja kau formal pada ku" Balas Zen kesal.


"Tidak ada tapi dan aku tidak menerima alasan dari mu" Balas Zen ketus.


"Baik lah nona" Ucap Ken pasrah.


Debat di perjalan membuat sampai pada tempat tujuan, Zen dan Ken turun mereka berjalan bersama karena ini kemauan Zen.


Zen celingak-celinguk mencari orang yang di kenal nya, setelah terlihat Zen menghampiri nya.


"Halo Zen" Sapa Arul memeluk.


"Halo Arul" Balas Zen.


"Silahkan duduk" Ucap Arul mempersilahlan Ken dan Zen duduk.


"Siapa dia Zen? Apa dia pacarmu?" Tanya Arul.


"Ah kau ini, dia ini asisten pribadi ku. Kami dari kecil bersama" Balas Zen menjelaskan.


Arul menyodorkam uluran tangan nya untuk berkenalan dengan senang hati Ken menyambut nya.


"Perkenalkan nama ku Arul Raharsyah, panggi saja Arul, tambahkam juga bahwa aku sahabat Zen yang paling ganteng" Ucap Arul percaya diri.


"Senang kenal dengan mu tuan Arul. Perkenalkan pula nama saya Ken Wijaya" Balas Ken tegas.

__ADS_1


"Tidak usah formal, panggil aku Arul tanpa harus ada embel-embel tuan nya" Ucap Arul memperingati.


"Baiklah" Balas Ken.


"Udah kan kenalan nya?" Tanya Zen.


"Udah Zen" Balas Arul.


"Ada apa kamu ingin bertemu Rul?" Tanya Zen penasaran.


"Aku ingin mengundangmu ke acara pernikahan ku, kau boleh ajak Ken juga" Ucap Arul antusias.


"Wah selamat kamu akan melepaskan masa lajang mu, kapan dan dimana acarnya?" Tanya Zen.


"3 hari lagi kamu datang saja, di Dublin-Skotlandia Balas Arul.


"What?" Ucap Zen kaget.


"Ada apa Zen?" Tak ada.


Setelah percakapan selesai dan hari mulai gelap Zen mengajak Ken untuk pulang, Ken mengemudikan mobil yang ia kendarai menuju kediaman Nyonya Lista. Usai mengantar Zen, Ken berpamit pulang menuju apartemennya.


Zen melangkah masuk ke dalam rumah, terlihat di ruang tamu ada yang berkunjung sedang mengobrol dengan nenek nya, yang tak lain Bu Tari ibu nya Zen bersama seorang gadis.


"Zen anak ibu" Ucap Bu Tari menangis.


"Ada apa ibu kemari?" Tanya Zen.


"Ibu rindu padamu nak, dan kenalkan anak gadis ibu. Dia adik mu nak namanya Kanya" Ucap Bu Tari membanggakan anak dari suami keduanya.


Zen seketika menangis mendengar anak gadis ibu nya.


"Aku gak punya adik ibu!" Ucap Zen beteriak dengan isak tangisnya dan berlalu menuju kamarnya.


Bu Tari menangis menunduk sambil memeluk Kanya anak tirinya.


"Sabar lah Tari, Zen hanya perlu waktu untuk menerima anak tiri mu" Ucap Nyonya Lista menenangkan.


"Baik bu, saya akan bersabar" Balas Bu Tari dengan tangisan.


"Istirahat lah dengan anakmu, ibu akan menemui Zen dulu di kamar nya" Ucap Nyonya Lista.


Zen berlalu menuju kamarnya dengan isak tangis, Zen menjatuhkan tubuhnya di kasurnya, ia menangis tak henti, keluarga nya sekarang benar-benar hancur.


Pintu kamar Zen di ketuk, Nyonya Lista masuk ke dalam kamar Zen tanpa menunggu perintah dari Zen. Nyonya Lista duduk di samping kasur Zen, kemudian membelai rambut Zen yang hitam dan lurus.


"Jangan seperti ini, begitu pun dia adik tiri mu dan kau harus menerimanya" Ucap Nyonya Lista.


"Tidak akan tidak akan pernah nek! Keluarga ku hancur karena ayah nya anak tiri ibu! Aku gak sudi nganggap dia jadi adik" Balas Zen amarah nya naik.


"Baiklah kau hanya memerlukan waktu untuk menerimanya" Ucap Nyonya Lista keluar dari kamar Zen.


Zen sangat marah pada Kanya, karena di pikiran Zen ayah nya Kanya lah membuat keluarga kecil Zen berantakan dan hancur. Zen sangat sakit dimana ibu nya bisa mengurus anak tirinya, sedangkan anak kandung nya hanya di urus oleh sang nenek.

__ADS_1


Yuuuuuuuu dukungan nyaa manaaaaaa);


__ADS_2