Anak Broken Home Menemukan Cintanya

Anak Broken Home Menemukan Cintanya
Bab 8


__ADS_3

Beberapa jam duduk di dalam pesawat membuat Zen mengantuk, akhir nya Zen memustus kan untuk tidur.


Zen terbangun dari tidurnya akibat guncangan, Zen membuka mata nya dan melihat ke jendela ternyata Zen telah tiba di Indonesia.


Zen dan penumpang lainnya turun bersama, kemudian Zen mengambil koper nya. Zen tidak memberitahu kan sahabat nya atas kepulang nya. Zen memberhentikan taksi dan turun di sebuah hotel karena Zen tidak ingin pulang ke rumah yang banyak mengisahkan kenangan pilu.


Zen memesan hotel untuk beberapa hari, setelah mendapat kan kamar nya Zen berlalu menuju kamar untuk mandi dan tidur.


~Avin.


Avin bersandar di kursi kantornya mengadah kan wajah nya memandang langit-langit kantor nya memikirkan nasib hati nya yang terluka oleh Zen. Ketika sedang melamun, ponsel Avin berdering. Avin melihat pesan yang masuk tanpa ada nama, Avin membuka nya dan langsung membaca nya.


Hai Vin ini aku Rara bisakah kau membantu ku, datanglah kerumah ku di jalan X blok C. Aku tunggu.


Begitulah isi pesan yang di ketik Rara, Avin terdiam sejenak.


Dari mana dia dapat nomor ku? Aku pergi atau tidak nya? Tapi jika ada hal yang tidak diingin terjadi pada Rara bagaiman?. Batin Avin.


Setelah bergelut dengan pikirannya Avin memilih pergi saja menemui Rara.


*Rara mendapat kan nomor Avin dari Kia, sekretaris Avin di kantor dan sekaligus saudara Rara.


Avin melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, setengah jam Avin baru sampai di rumah Rara. Avin mengetuk rumah Rara dan munculah Rara.


Rara mempersilahkan Avin masuk, Avin masuk rumah Rara dan duduk sedangkan Rara membuat minuman untuk Avin. Tak beberapa menit Rara sudah membawa satu gelas kopi ke hadapan Avin.


"Di minum dulu Vin nanti keburu dingin loh" Ucap Rara.


"Ada apa kamu menyuruh ku kemari? Dan pertolongan apa yang kau butuh kan?" Balas Avin.


"Diminum dulu Vin nanti aku beri tau" Ucap Rara memaksa.


Karena Rara terus memaksa akhir nya Avin meminum kopi nya, awalnya biasa-biasa saja untuk Avin tapi lama kelaamaan kepala Avin pusing.


Flassbac on.


Rara menuju dapur untuk membuatkan Avin kopi, tak lupa Rara memasukan obat serbuk perasang kedalam kopi yang akan Rara suguh kan pada Avin.


Malam ini kau akan menjadi milik ku besok dan selamanya Avin. Batin Rara.

__ADS_1


Flassback off.


Di dalam diri Avin hasrat nafsu nya memberontak ingin di keluarkan, Avin melirik Rara dengan nafsu yang sudah memuncak. Avin menggeser duduk dan langsung mendarat kan ciuman, Rara tersenyum senang namum sekilas Rara melepaskan ciuman panas itu.


"Di kamar aku aja yu" Ajak Rara.


"Ayo lah" Balas Avin tersenyum nakal.


Dalam keadaan obat perangsang Avin mengikuti perintah Rara untuk melanjut kan nya di kamar.


Usai di kamar Avin langsung mendorong tubuh Rara ke ranjang nya, Rara tersungkur sambil tersenyum. Avin melepas semua baju nya, dan kini Avin merobek baju yang menutupi tubuh Rara.


Kini Rara menjadi takut sendiri karena Avin terlihat sangat ganas nya, Avin lolos melepas pakaian Rara. Tubuh Rara sudah polos tanpa ada benang sehelai pun.


Avin melancar kan aksinya mencium Rara dengan ganas dan pada akhirnya Avin menerobos merenggut kesucian Rara. Avin bermain dengan kasar membuat Rara kesakitan dan menangis. Obat rangsang yang menderu membuat Avin melampiaskan hasrat nya.


Rintihan dan desahan Rara membuat Avin mempercepat laju permainan Avin. Kebetulan ibu Rara sedang pergi ke luar negri jadi Rara bebas mengeluarkan suara tanpa ada yang mendengar nya.


Hampir tiga jam Avin banyak menumpah kan cairan kental di rahim Rara dan untuk keterakhir nya juga Avin ambruk menindih tubuh Rara yang sudah lebih dulu pasrah.


*Hotel.


*Hallo Rul. Sapa Zen.


*Halo Zen, kamu kemana aja? Kenapa baru menghubungi ku?. Tanya Avin bertubi-tubi.


*Nanti aku jelasin, nongkrong ke caffe langganan kita yu?. Ajak Zen.


*Ayo, aku ajak Kevin sama Rara juga yah. Balas Arul semangat.


Percekapan selesai, Zen bersiap untuk pergi ke caffe setelah siap Zen berangkat menggunakan taksi karena mobil nya masih pada Rara.


35 menit Zen baru sampai, Zen memasuki cafe dan melihat ke kana dan ke kira ada lambaian tangan Arul, Zen langsung berlalu ke meja yang di tuju. Sudah ada Arul dan Kevin.


Kepergian Zen ke Inggris merubah style Arul dan Kevin, Arul sekarang lebih tampan dan Arul kini menjalani profesi sebagai fotographer sedangkan Kevin sekarang menggeluti perusahaan yang papa nya berikan, dan tampak dari raut wajah Kevin sekarang ia jauh lembih tampan dan sangat dingin.


Setelah tiba, Arul mempersilahkan Zen duduk. Arul sangat antusias bertemu sedangkan Kevin hanya mengotak-atik ponsel pintar nya.


"Kamu gimana kabar nya Zen?" Tanya Arul.

__ADS_1


"Baik Rul, kamu dan yang lainnya bagaiman?" Tanya balik Zen.


"Seperti yang kamu lihat Zen kami berdua sehat, tapi tidak tau kalau Rara" Balas Arul.


"Jika tidak ada yang penting saya pergi, istri saya menunggu. Permisi Arul, Zen" Ucap Kevin berlalu.


Zen kaget mendengar kata istri dari lidah Kevin.


"Maaf kan Kavin, Zen" Ucap Arul.


"Tak apa Rul, eh ngomong-ngomong Kevin sudah menikah?" Tanya Zen penasaran.


"Iya sudah, semenjak lulus dari kuliah nya" Balas Arul menyeruput minuman nya.


"Oh begitu, antar aku kerumah Rara yu? Aku mau ambil mobil" Ajak Zen.


"Baiklah ayo" Balas Arul.


Arul dan Zen beranjak menuju mobil Arul. Arul melajukan mobil nya menuju komplek rumah Rara, tak jauh dari cafe tadi sehingga tidak lama dalam perjalanan.


Setelah tiba, Arul memarkirkan mobilnya tepat depan rumah Rara karena di dalam halaman Rara sudah ada tiga mobil yang terparkir yang tak lain ialah mobil Rara, mobil Avin dan mobil Zen.


Zen tidak menaruh curiga pada banyak mobil karena Zen melihat ada mobil nya. Zen dan Arul mengetuk pintu rumah Rara namun tak kunjung ada yang membuka. Arul iseng-iseng membuka handle pintu dan alangkah terkejut karena tidak di kunci.


Arul dan Zen masuk karena penasaran namun sama saja tidak ada satu orang pun hanya ada satu gelas kopi bekas dan sudah dingin.


"Mungkin Rara di kamar nya, ayo kesana" Ajak Zen.


"Baiklah ayo" Balas Arul.


Zen memandu Arul, Zen melangkah menuju lantai dua tempat kamar Rara berada karena Zen dan Arul sering ke rumah Rara jadi tau semua letak tempat nya.


Zen dan Arul tiba di depan kamar Rara, Zen memegang handle gagang pintu dan perlahan membuka nya. Zen dan Arul terkejut melihat pemandangan di hadapan nya. Dua insan yang bertelanjang yaitu Rara dan Avin, Zen mengenali wajah Avin kemudian Zen berlari keluar di susul Arul.


**Haii readers semoga cerita nya menarik yah, author sih berharap kaya gitu.


Jangan lupa ya readers buat kasih support nya buat author biar author semangat nulis sama ngarang nya.


Happy reading~~

__ADS_1


Author sayang kalian**


__ADS_2