
Riani berdiam diri sejenak, dia berusaha mengumpulkan tenaganya terlebih dahulu, dia mencoba menata hatinya, meredam rasa emosinya, dan membuat rencana dengan matang.
Setelah 10 menit berlalu, dia berjalan perlahan dan masuk ke ruangan itu.
Ceklek
"Felisha…," panggil Riani dengan nada lembut.
"Eh Mamah, makasih loh mah udah dateng kesini jengukin aku," ucap Felisha dengan senyumannya.
"Iya, Mamah mau anterin kamu sampe ke rumah, kamu jadi pulang hari ini kan?" Tanya Riani meyakinkan.
"Iya Mah, aku bedrest di rumah aja dan akan ada perawat juga yang disediakan oleh Papah Gunawan," ucap Felisha.
"Gani? Kamu jengukin Felisha juga?" Tanya Riani.
"Iya Tante, aku gak sengaja aja sih kebetulan siang ini aku syuting sekitaran sini Tante," jawab Gani.
"Oh gitu, ya udah kita siap-siap Fel, di depan udah ada sopir Mamah yang akan anterin kita, apa kamu mau pulang diantar mobil Gani aja?" Tanya Riani.
"A-aku bareng Mamah aja, Gani cuma sebentar aja kok disini, ya kan?" Tanya Felisha dengan kode nya.
"Ah iya Tente, aku pamit ya? Aku pulang ya Fel, semoga kamu cepat sembuh..!" Ucap Gani yang kemudian berlalu pergi setelah Felisha mengangguk.
Hmm, dua manusia ini malah berakting disini, kalau ini bukan anak Rio, keenakan sekali dia dengan fasilitas yang sudah disediakan lengkap oleh Papah, batin Riani.
Riani akan berpura-pura tidak tahu, dia belum bisa memastikan itu cucunya atau bukan, dia harus bisa melakukan tes DNA nantinya, dan jika itu bukan anak Rio, maka Riani tak akan segan-segan membuat wanita itu jatuh sejatuh-jatuhnya.
Mereka pun pergi menuju rumah yang dulu ditempati oleh Kalisa dan Rio juga, Riani memandang rumah itu dengan tatapan kecewa, karena dia suka dengan dekorasi rumah yang dulu namun sekarang suasananya sungguh berbeda.
Ah aku jadi ingat saat pertama kali Rio pindah ke rumah ini, aku dan Kalisa mendekorasinya dengan sangat cantik meski meski Rio tidak peduli, namun sekarang terlihat tidak cantik, selera Felisha memang berbeda dengan ku, tidak seperti Kalisa, ah kenapa aku malah memikirkan wanita itu? batin Riani.
Riani masih belum percaya kalau Kalisa tidak bersalah, dia masih percaya dengan tuduhan Felisha karena apa yang dilihatnya akhir-akhir ini memang begitu adanya, kalau Kalisa wanita yang telah berpaling dari Rio.
__ADS_1
***
Riki yang sibuk dengan pekerjaannya, dia akhirnya mengutus salah satu karyawan di Rumah makan untuk berjaga Kalisa di Rumah Sakit, akan sangat berguna jika Kalisa membutuhkan sesuatu dan ada yang melayaninya, ditambah Fino juga butuh yang menjaga.
Fino mendekati Kalisa yang sedang tidur, dia ingin menyemangati istrinya itu.
"Fino, jangan dekat-dekat sayang nanti kamu ikutan demam juga..!" Ucap Herlin.
"Tapi Fino lindu, Fino ingin deket-deket sama Bunna," keluh Fino.
"Tapi, kalau kamu sakit nanti Bunna makin sedih, kamu duduk disini aja, disini juga terlihat kok wajah Bunna..!" Ucap Herlin lagi, membujuk balita itu.
Fino pun menurut karena dia tidak mau kalau dia malah bertengkar dengan Herlin dan menimbulkan keributan, itu pasti sangat mengganggu istirahat Kalisa.
"Fino tunggu disini ya, kak Herlin mau beli makanan dulu buat kita, makanan tadi kan udah habis, Fino tunggu disini oke..!" Ucap Herlin.
"Iya kak," jawab Fino sambil mengangguk kecil.
"Anak pinter.." ucap Herlin sambil mencubit pipi Fino yang menggembung itu, sangat empuk dan membuat Herlin ketagihan melakukan hal itu, dia selalu merasa gemas saat melihat Fino.
"Upps, maaf, kakak terlalu semangat karena pipi kamu itu sungguh menggoda untuk dicubit, hehe… maaf ya, Fino jangan cemberut gitu..! Nanti kakak beliin roti yang enak buat kamu," ucap Herlin berlalu pergi sambil tersenyum senang.
Fino yang menunggu sendirian, tidak ada yang mengajaknya mengobrol, akhirnya dia tertidur di kursi.
"Tidak….," Teriak Fino lalu terbangun dengan keringat membasahi seluruh badannya.
"Fino, kamu kenapa sayang?" Tanya Kalisa yang terbangun.
"Fino cuma mimpi buluk Bunna, maaf Fino udah ganggu Bunna tidul" jawab Fino.
"Hmm gapapa, itu cuma mimpi ya Fino, kamu sekarang minum dulu, nih…!" Kalisa menyodorkan segelas air putih dan Fino pun meminumnya sampai habis entah mengapa mimpi buruk itu membuat Fino benar-benar merasa haus.
Ceklek
__ADS_1
"Bu Kalisa sudah bangun?" Tanya Herlin.
"Ah iya, kamu kok disini?" Tanya Kalisa.
"Aku ditugaskan pak Riki buat jagain ibu, kita makan dulu yu Bu, lalu ibu minum obatnya..!" Ajak Herlin.
Mereka pun makan bersama, setelah itu Kalisa tak lupa meminum obatnya, dia ingin sekali cepat sembuh dan kembali bekerja, dia rindu memasak.
Hari yang sudah malam, membuat Kalisa dan Herlin tertidur karena mengantuk, sementara Fino masih terjaga, dia menatap Kalisa, mendekatinya dan duduk di kursi di samping ranjang, dia memegang tangan Kalisa, menggenggamnya erat-erat.
"Aku harap kamu bisa segera sembuh Kalisa, maafkan aku yang tidak berguna untukmu, aku hanya selalu menjadi beban untukmu, aku berharap luka di hatimu juga semakin hari bisa sembuh, hingga aku punya kesempatan untuk bersamamu lagi, memberiku kesempatan kedua, seperti kehidupan keduaku ini," ucap Fino (Rio) sambil mengelus tangan Kalisa yang besar menurutnya yang kini balita berusia 3 tahun.
Bahkan tangan ini tak sebanding dengan tanganmu Kalisa, tapi aku akan selalu berusaha melindungimu semampuku, batin Rio.
Tangan itu terus digenggam Fino sampai dia pun terlelap, melalui malam ini bersama sambil berpegangan tangan, berharap esok hari Rio bisa kembali ke tubuhnya yang asli, ya harapan itu selalu ada, Rio tidak pernah menyerah.
***
Saat pagi datang, Kalisa bangun lebih awal, namun betapa terkejutnya dia melihat Fino yang tidur di kursi sambil menggenggam tangannya, dia merasa terharu.
"Fino…..," ucap Kalisa pelan.
"Herlin…," panggil Kalisa dengan nada pelan berharap wanita itu bangun.
"Ah, iya Bu?" Tanya wanita itu dengan masih mengucek matanya.
"Tolong pindahkan Fino ke ranjang sebelah sana, dia pasti merasa pegal," ucap Kalisa.
"Baik Bu,"jawab Herlin, dia mendekati Fino dan berusaha menggendong anak itu berniat memindahkannya, namun baru saja memegang tangannya, Herlin memandang Kalisa dengan tatapan kaget.
"Bu .., Fino Bu," ucap Herlin.
"Fino kenapa?" Tanya Kalisa panik.
__ADS_1
Bersambung …..