
Kalisa menceritakan semua yang terjadi, dari mulai dimana dia menemukan keluarganya dari kejujuran Riki. Lelaki itu memang sempat khawatir dengan hadirnya Kalisa yang sebagai cucu kandung Husen, tapi ternyata kakeknya itu masih memberikan perhatian dan masih memberikan kekuasaan pada Riki untuk mengelola beberapa bisnisnya, tidak ada yang berubah.
Husen kakek kandung Kalisa ternyata seorang pengusaha sukses, bahkan memiliki banyak klinik, Riki yang telah bergelar doktor itu pun sebenarnya menjadi orang kepercayaan sang kakek untuk mengelola beberapa klinik.
Kehadiran Kalisa tidak membuat sang kakek mencabut posisinya, itu membuat Riki merasa bersyukur sekaligus bersalah karena telah berbuat nekat sebelumnya. Dia telah mencoba mencelakai Rio karena lelaki itu yang menorehkan luka pada cucu sang kakek yang dianggap adiknya sekarang.
Riki kini menyayangi Kalisa hanya sebatas adik, dulu dia hanya berpura-pura menyukai Kalisa. Begitulah cara dia melindungi Kalisa tanpa harus mengungkapkan jati dirinya dan jati diri Kalisa. Jika dia sampai menyukai Kalisa maka dia harus menepis rasa itu karena dia tahu kalau hati Kalisa milik orang lain. Kini Riki benar-benar ingin menjadi sosok kakak yang melindungi adik dan keluarga yang telah membesarkannya.
"Kek, aku tahu aku salah, tapi berilah aku kesempatan kek..! Waktu itu aku khilaf, aku tidak menerima perlakuan Rio pada Kalisa dulu saat mendengar cerita dari Kalisa, aku tidak kuat melihat penderitaan Kalisa" ucap Riki pada Husen.
"Tapi hukum tetaplah hukum, kecuali kamu memohon agar laporan ini dicabut oleh keluarga korban. Kakek tidak mau ikut campur terlalu jauh, kakek percaya kamu hanya seolah membalaskan dendam Kalisa, tapi Kalisa saja sepertinya masih mencintai lelaki itu jadi kamu seharusnya tahu jika itu tidak perlu kamu lakukan apalagi sampai melanggar hukum," jawab kakek.
"Baiklah kek, aku akan menemui Rio secepatnya," jawab Riki.
"Sebaiknya begitu, selagi masih ada kesempatan. Kasus ini juga baru tahap awal, kamu bisa memohon pada mereka..!" Ucap sang kakek.
"Iya kek, maafkan aku…," ucap Riki sambil menunduk.
***
__ADS_1
Di Kediaman keluarga Gerhana. Mereka sedang membicarakan kasus yang sama, kasus yang menyebabkan anak mereka hampir mati, tapi disisi lain karena itu juga Rio bisa sadar dari komanya.
"Jadi yang melakukan semua itu Riki? Sudah aku duga Pah, karena aku tidak memiliki musuh," jawab Rio yang kini mengepalkan tangannya.
"Iya, tapi entah mengapa Mamah melihat jika dokter itu sepertinya orang baik, dan Mamah merasa dengan kejadian itu justru kamu sadar dari koma," jawab Riani.
"Mah, Mamah ini jangan mengasihani dia, jelas-jelas dia punya niat jahat, aku mau dia dihukum seberat-beratnya, apalagi dia telah merebut Kalisa," ucap Rio dengan kesal.
"Maksud kamu?" Tanya Riani.
"Riki telah melamar Kalisa dan mungkin mereka sudah menikah, aku hanya mau Kalisa sadar kalau suaminya itu tidak pantas untuknya," jawab Rio.
Jawaban ayahnya itu benar-benar membuat Rio merasa aneh, jelas-jelas dia melihat Kalisa begitu bahagia menerima cincin dari Riki saat di Panti asuhan, bahkan wanitanya itu langsung memakainya di jari manis Kalisa. Meski dulu dia ingin mencegah dan mengatakan kalau dia masih suaminya, tapi dia tak mampu karena dia sadar telah memperlakukan Kalisa dengan sangat tidak pantas. Sepertinya Rio harus memastikan sesuatu, dia rasa ada kesalahpahaman disini.
Rio yang masih mengharapkan Kalisa kembali, dia seakan menemukan setitik harapan. Dia akan mencoba berbicara dengan Riki ataupun Kalisa untuk menanyakan kebenarannya.
***
Keesokan harinya Rio yang sedang menikmati hari liburnya dengan secangkir kopi. Tanpa kehadiran Felisha yang membuatnya pusing tentu ini menyenangkan bagi Rio. Felisha pagi-pagi sekali izin pergi bersama temannya ke toko perlengkapan bayi, serta berbelanja barang lainnya, dan tentu saja Rio mengizinkannya.
__ADS_1
Tiba-tiba dia kedatangan tamu yang tidak diundang tapi memang kebetulan dia juga ingin bertemu dengan orang ini. "Silahkan duduk, hal apa yang membawamu sampai ke rumahku?" Tanya Rio.
"Sebenarnya aku kesini untuk meminta maaf, meski sebenarnya permintaan maaf ini tidak bisa menebus kesalahanku yang membahayakan nyawamu. Aku hanya merasa sakit hati mengetahui adikku disakiti dan menderita karena mu," ucap Riki.
"Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu. Adikmu, adokmu yang mana? Aku tidak pernah berurusan dengan keluargamu, jadi jangan mencari pembelaan!" Ucap Rio.
"Sebenarnya Kalisa adalah adikku, meski kami bukan saudara kandung, tapi keluarganya sangat berperan penting dalam hidupku," jawab Riki yang membuat Rio bingung.
"Maksudnya?" Tanya Rio lagi.
Riki pun menceritakan semuanya, dia menyesal karena mencelakai Rio karena rasa sakit hati Kalisa. Beberapa bulan yang lalu memang Riki mendekati Kalisa, tapi bukan karena menyukainya hanya sekedar melindunginya dan berpura-pura menyukai Kalisa karena saat itu dia belum siap mengungkapkan kebenaran tentang keluarga Husen.
Setelah selesai menjelaskan Riki meminta agar laporannya dicabut dan dia berjanji akan berusaha menyatukan Rio dengan Kalisa. Dia juga tidak sepenuhnya bebas, dia akan menerima hukuman dari sang kakek yang tentu akan membuatnya harus banyak bersabar.
"Ayolah, apa kamu tidak ingin kembali pada Kalisa? Tolonglah maafkan aku dan beri aku kesempatan untuk hidup lebih baik..!" Ucap Riki memohon, dia bahkan sampai berlutut dihadapan Rio saat ini.
Rio berusaha mencerna apa yang dibicarakan Riki, dia harus mengambil keputusan tepat yang menguntungkan dirinya juga. Rio sebenarnya merasa berat jika harus membebaskan seseorang yang telah membuatnya celaka.
Bersambung …..
__ADS_1