
Rio berdiri, dia kini sedikit menunduk karena tubuh Kalisa yang lebih pendek darinya. Dia bingung mau menjawab apa, "i-ini bayi Felisha, karena ibunya sedang sakit jadi aku dan mamah yang merawatnya."
"Anak Felisha kan anak kamu juga Mas," ucap Kalisa.
Kalisa pamit kepada Rio karena terlihat Riki dan Husen melambaikan tangannya. Ingin rasanya Rio menahan tangan Kalisa untuk menjelaskan semuanya, dia takut Kalisa salah paham dan mengira kalau dia hidup bahagia bersama Felisha.
Rio merasa khawatir tentang tanggapan Kalisa padanya. Padahal Kalisa bukan lagi istrinya, tapi bagi Rio, dia wanita yang berarti baginya saat ini. Wanita yang akan dia perjuangkan, Rio ingin kembali merajut rumah tangga dengan wanita yang dia pandangi sekarang. Memandang punggung wanita yang semakin menjauh.
"Rio, kamu kok malah bengong, liatin apa sih? Tadi semangat mau beli semuanya, hmm…," ucap Riani.
"Eh, iya Mah ayo..! Aku gak liatin apa-apa," jawab Rio.
Mereka melanjutkan acara berbelanja, meski Rio sudah kehilangan semangatnya. Rio menatap wajah bayi perempuan cantik itu, disatu sisi dia ingin menganggap bayi itu anaknya. Tapi disisi lain dia juga merasa hatinya sakit saat mengingat kenyataan bahwa anak itu adalah hasil perselingkuhan Felisha.
Jauhkan pikiran itu Rio! Anak ini tidak bersalah, kamu harus menyayanginya dengan setulus hati..! Batin Rio.
***
Saat malam tiba, Syahla demam. Rio yang khawatir dia langsung membawa bayi itu ke rumah sakit. Dia terlalu khawatir, Riani juga merasakan hal yang sama. Setelah diperiksa dan mendapatkan obat, mereka pun pulang. Dokter menyarankan agar Syahla banyak diberi ASI agar demamnya turun, ASI adalah obat alami bayi saat demam.
Rio melamun, mengasihani Syahla yang bahkan tidak bisa mendapatkan hak nya. Seharusnya dia bisa minum ASI dari Felisha ibunya, tapi Syahla terpaksa harus minum susu Formula. Riani juga tahu kalau ASI itu lebih sehat.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita mencari ibu susu buat Syahla?" Tanya Riani.
"Tidak usah Mah, Syahla pasti sembuh kok. Dia anak kuat, nanti dia juga terbiasa dengan susu formula," jawab Rio.
Rio merasa terlalu berlebihan jika harus mencari ibu susu. Terlebih lagi dia harus selektif mencari ibu yang bersedia menyusui Syahla, harus yang benar-benar sehat. Dia akan melihat perkembangan Syahla beberapa Minggu ke depan.
"Mamah sih terserah kamu saja, bagaimana kalau Syahla demam karena merindukan ibunya. Besok kita jenguk Felisha ya?" Ucap Riani.
"Apa bisa demam hanya karena rindu Mah? Sedikit aneh," jawab Rio.
"Bisa dong Rio. Ikatan batin anak dan ibu kan kuat, kita coba saja pertemukan dia dengan ibunya. Siapa tahu itu baik untuk kesembuhan keduanya," jawab Riani.
Rio pun mengangguk setuju. Dia tidak boleh egois melarang Syahla bertemu dengan ibunya yang sedang berada di Rumah Sakit Jiwa, apalagi Syahla bukan hak nya karena bukan anaknya. Dia harus bisa mengambil jalan yang terbaik.
***
"Oh ini Kalisa ya? Kamu cantik…, perkenalkan saya Zoya, panggil saja Tante Zoya, oke?" Ucap Zoya. Wanita ini adalah anak dari adiknya Husen.
"Iya Tante, salam kenal juga," jawab Kalisa.
"Kamu sudah menikah belum? Tante bisa loh ngenalin kamu sama anak bisnis temen Tante, nanti Tante cariin yang ganteng dan kaya, hehe…," tanya Zoya.
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot Tante, saya masih belum ingin menikah lagi," jawab Kalisa.
"Menikah lagi? Jadi…," ucap Zoya sedikit kaget mengetahui Kalisa pernah menikah.
"Hmm, sabar ya sayang. Pernikahan gak selalu berakhir berpisah kok. Tante doakan kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi, kamu harus mencoba membuka hatimu sayang..!" Ucap Zoya menghibur Kalisa.
Kalisa mengangguk dan tersenyum, Zoya yang merasa tidak enak karena menyinggung perasan Kalisa. Dia meminta maaf dan berlalu menghampiri tamu undangan yang lain.
"Aduh," keluh seorang wanita.
"Maaf Bu, saya gak sengaja," jawab Kalisa lalu mengambilkan ponsel ibu itu yang terjatuh, tapi tak sengaja Kalisa melihat foto Felisha disana.
"Felisha," gumamnya pelan.
"Gapapa, itu ponsel saya kan?" Tanya ibu itu.
"Iya Bu, maaf kalau boleh tahu ..., apakah itu foto anak ibu?" Tanya Kalisa.
"Iya, namanya Dina. Saya masih mencari keberadaannya, sulit sekali mencari dia, saya sudah menghabiskan waktu dua tahun mencarinya," jawab ibu itu.
"Semoga cepet ketemu ya Bu. Saya kira itu teman saya, soalnya mirip sekali, tapi dia bernama Felisha, sepertinya memang beda orang," jawab Kalisa.
__ADS_1
Ibu itu pun berlalu pergi meninggalkan Kalisa yang masih memikirkan kalau foto tadi itu memang Felisha. Apakah mungkin ada orang yang semirip itu? Batin Kalisa
Bersambung ...