
Hari ini Kalisa baru saja selesai dengan pekerjaannya. Dia baru keluar dari rumah makan miliknya, berniat memesan taksi karena dia tidak bisa menyetir mobil, apalagi membawa mobil sendiri ke tempat kerja. Bukannya tidak bisa, dia tidak mau belajar karena takut, biasanya akan ada supir pribadi yang mengantarnya setiap saat. Tapi hari ini berbeda, Husen mengatakan jika sopir pribadi Kalisa sedang pulang kampung dan dia malah disuruh naik taksi saja.
Seharusnya kakek memberikan aku sopir yang lain, apa kakek tidak percaya pada karyawannya yang lain? Tapi justru malah menyuruhku naik taksi yang bahkan lebih berbahaya karena yang menjadi sopirnya orang tak dikenal, aneh. batin Kalisa.
Wanita manis itu masih trauma dengan kasus penculikan dulu, sehingga lebih selektif dalam memilih karyawan. Tapi untuk hari ini, dia terpaksa menaiki taksi yang dia pesan online.
Anehnya sudah lama dia menunggu, mobil taksi tidak muncul juga. Dia berusaha menelpon Riki tapi handphonenya kehabisan batre. Ditengah kegelisahannya, tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti di depannya. Kalisa berpikir jika itu mobil taksi online pesanannya mengingat hp nya juga mati.
Namun Kalisa terkejut saat beberapa orang memaksanya masuk, "lepas!" Teriak Kalisa.
"Maaf Nona, apa anda merasa ketakutan?" Tanya lelaki di samping kanan Kalisa.
"Tentu saja, kalian sebenarnya siapa?" Tanya Kalisa.
"Kami hanya bertugas membawa Anda pada bos kami. Jadi tenanglah!" Ucap lelaki yang berada di sisi kiri Kalisa.
"Aku mau keluar," ucap Kalisa. Tapi mereka mengabaikan Kalisa, membuat Kalisa semakin panik. Perjalanan selama lima belas menit itu seakan menjadi perjalanan terlama karena perasaan panik Kalisa. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah restoran mewah.
Saat pintu mobil dibuka, Kalisa langsung keluar dengan terburu-buru, dia melihat Rio yang sudah ada didepannya. Wanita itu berhambur memeluk Rio karena takut.
"Rio, mereka menculikku, aku takut," ucap Kalisa. Wanita itu benar-benar merasa takut karena rasa traumanya. Padahal di dalam mobil, dia tidak diapa-apakan.
__ADS_1
"Kalian apakan dia?" Tanya Rio dengan berteriak.
"Maaf bos, kami tidak melakukan apapun. Wanita itu yang terlalu berlebihan," jawab anak buah Rio.
"Astaga, kalian seharusnya bersikap lembut padanya!" Ucap Rio.
"Bukannya bos bilang anggap sedang menculik wanita, tapi tidak kasar? itu membuat kami bingung," Jawab anak buah Rio.
"Sudahlah, kalian boleh pergi!" Ucap Rio.
Rio menenangkan Kalisa yang masih gemetar. Rio tidak menyangka jika rencananya ternyata membuat Kalisa setakut ini. Lelaki itu membawa wanita yang dia cintai masuk ke dalam, mencoba menenangkannya dan memberinya minuman.
"Maaf…, aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku hanya ingin memberimu kejutan, lihatlah dibelakangmu..!" Ucap Rio.
Saat berbalik, Kalisa bisa melihat dekorasi restoran yang indah. Sesuatu yang paling menarik perhatiannya adalah kalimat yang menggantung di antara rangkaian bunga.
WILL YOU MARRY ME?
Kalisa langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya, dia benar-benar terkejut. Bukan hanya itu saja, munculah Fino dengan buket bunga di tangannya. Anak itu begitu lucu dan menggemaskan dengan jas hitamnya, Fino berjalan perlahan hingga akhirnya dia berada di depan Bunnanya, kalisa pun berjongkok.
"Bunna, apa Bunna mau hidup bersama Papa Rio?" Tanya Fino.
__ADS_1
"Papa?" Tanya Kalisa. Kemudian matanya langsung tertuju pada Rio. Dia berdiri mendekati Rio.
"Hmm…, maukah kamu menikah denganku Kalisa? Kita akan merawat Fino bersama-sama. Memiliki keluarga kecil yang bahagia," ucap Rio yang kini berlutut di hadapan Kalisa.
Wanita itu menangis, dia tidak bisa menahan tangis haru bahagia. Dia mengangguk kecil, Rio pun memasangkan cincin dijari manis Kalisa. Fino yang sedari tadi berdiri memperhatikan mereka, dia mendekati Kalisa dan menyerahkan buket bunga di tangannya.
"Bunna mau kan jadi Bunnanya Fino yang selalu ada setiap saat?" Tanya Fino.
Kalisa pun meraih buket bunga itu, mencium betapa wanginya bunga itu. Di hati Kalisa juga sedang dipenuhi bunga-bunga saking bahagianya. Dia berjongkok dan memeluk tubuh kecil Fino.
Tak lama, terdengar suara tepuk tangan yang meriah, saat Kalisa berbalik. Dia bisa melihat kakeknya (Husen), Riki, Pak Gerhana dan Bu Riani yang ikut berbahagia menyaksikan mereka yang bersatu.
Dia tidak menyangka jika hari ini akan tiba, dimana Rio yang selama ini menolaknya, kini tuhan membalikkan hatinya. Hari ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi Kalisa, menjadi wanita paling spesial di dunia. Mendapatkan dua lelaki tampan sekaligus, karena dia dilamar oleh Rio dan Fino bersamaan hari ini.
Tidak ada hal yang sebahagia ini, Kalisa berharap kehidupannya kedepan bisa lebih baik. Penuh kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.
...TAMAT...
Terimakasih untuk para pembaca setia, tanpa kalian saya bukan apa-apa. Sampai jumpa lagi dicerita saya yang selanjutnya. 🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
icha_violet
__ADS_1